Gus Yasin Minta Lemhannas Ikut Atasi Kasus Pernikahan Dini dan Stunting

Lemhanas membawa kurang lebih 30 peserta Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) dari lintas instansi ke Jawa Tengah.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyarankan supaya para peserta P4N didikan Lemhannas supaya turut aktif menangani kasus stunting dan pernikahan dini yang masih sering terjadi sampai saat ini.
"Kemiskinan (Jateng) tinggi 9,58 persen, ada stunting, pernikahan dini. Saya titip jadi kebijakan yang dimasukkan," ungkapnya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Selasa (22/4/2025).
Sebagai informasi puluhan peserta P4N yang dibawa Lemhannas dari unsur TNI AD, TNI AU, TNI AL, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), dan Non ASN.
1. P4N Lemhannas gali informasi keamanan, pemerintahan dan dunia usaha

Ia berharap, Lemhannas membuat kajian strategis atas persoalan-persoalan tersebut, sehingga bisa dijadikan sebagai rekomendasi kebijakan.
Dalam tiga hari ke depan, peserta P4N Lemhannas akan menggali informasi atau isu-isu penting di Jateng. Mulai dari pemerintahan, perguruan tinggi, keamanan, hingga dunia usaha.
2. Gus Yasin apresiasi Lemhannas

Gus Yasin mengaku, senang karena Jateng menjadi salah satu provinsi yang dikunjungi pimpinan Lemhannas dan peserta P4N kali ini.
"Saya yakin pasti ada informasi yang perlu digali dan diangkat. Bagaimana melihat kampus kami, pemerintahan kami, dunia usaha khas kami," akunya.
3. Lemhannas janji beri manfaat buat Jateng

Pimpinan rombongan Lemhanas, Laksamana Muda TNI Sawa, menambahkan, dalam kunjungan tersebut membawa peserta P4N angkatan ke 68.
Pihaknya yakin, pemahaman yang akan diperoleh para peserta dapat digunakan untuk kemajuan Indonesia.
"Kami punya harapan, nanti setelah peserta P4N kembali ke instansi masing-masing, ada hal yang bermanfaat untuk Jawa Tengah," kata Sawa.


















