Kudus, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen meminta Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (BPN) agar mempercepat sertifikasi tanah wakaf yang ada di wilayahnya. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi sengketa di masa mendatang.
Sebab, pada tahun 2025, masih ada sekitar 2.000 tanah wakaf di Jawa Tengah yang belum bersertifikat.
"Mumpung disini ada dari BPN Provinsi, mohon untuk mendata tanah-tanah wakaf untuk segera disertifikatkan," kata Gus Yasin saat acara pengajian selapanan dan Haul ke 7 almarhum KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Nashrul Ummah, Mejobo, Kudus, Sabtu malam (23/6/2026).
Dalam acara haul yang dihadiri Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Nusron Wahid ini, Gus Yasin berharap agar kepada ATR/BPN memberikan perhatian kepada tanah wakaf yang belum bersertifikat.
Apalagi sama ini banyak kisah mengenai tanah wakaf yang berubah status. Hal itu terjadi karena belum disertifikatkan. "Ini perlu menjadi perhatian Pak Menteri," tegasnya.
Dengan adanya sertifikat jelas, maka akan memberikan kenyamanan bagi seseorang yang mewakafkan tanahnya.
Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga mengenang sosok ayahnya yaitu KH Maimoen Zubair.
Menurutnya, ayahnya telah memberikan pengayoman dan pencerahan untuk masyarakat luas. Bukan hanya dalam bidang pendidikan keagamaan, namun juga kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Banyak pelajaran-pelajaran yang diberikan oleh beliau kepada kita," beber Gus Yasin.
Bahkan, selama hidup ayahnya juga banyak memberikan nasehat-nasehat kepada pemerintah atas berbagai persoalan yang ada.
Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih karena dapat melaksanakan Haul ke 7 KH Maimoen Zubair di Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang dia dirikan.
Dalam acara ini juga dihadiri oleh Forkopimda, para putera KH Maimoen Zubair, sejumlah ulama dan umat muslim dari Kudus dan sekitarnya.
