Hadapi Lonjakan Konektivitas Saat Lebaran, Indosat Perkuat Jaringan AI

- Indosat Ooredoo Hutchison memperkuat jaringan dengan AI untuk optimalisasi layanan selama libur Lebaran.
- AI membantu memprediksi lonjakan trafik, mengoptimalkan kapasitas jaringan, dan mempercepat penyelesaian gangguan.
- Indosat berinvestasi besar dalam membangun ekosistem AI di Indonesia bersama NVIDIA dan Accenture.
Semarang, IDN Times - Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) memastikan lonjakan kebutuhan komunikasi selama libur Lebaran terlayani optimal. Upaya yang dilakukan dengan memperkuat jaringan dengan mengintegrasikan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).Ā
1. Peningkatan mobilitas picu lonjakan lalu lintas data

Ekspedisi Jaringan Andal digelar Indosat Ooredoo Hutchison, Selasa (11/3/2025). Ekspedisi ini melibatkan dua rute utama, yakni JakartaāLampungāPalembang dan JakartaāJogjaāMalang. (Dok. Indosat). Setiap tahun, peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan hingga Lebaran memicu lonjakan lalu lintas data yang signifikan. Baik untuk panggilan, pesan, maupun akses internet, pelanggan membutuhkan koneksi yang stabil dan andal. Untuk itu, Indosat memperkenalkanāÆUnparalleled Network Services Guaranteed, sebuah jaminan jaringan yang dikelola dengan teknologi mutakhir guna memberikan performa terbaik bagi pelanggan.
Dengan bantuan AI, Indosat mampu memprediksi lonjakan trafik, mengoptimalkan kapasitas jaringan, mengurangi downtime, serta mempercepat penyelesaian gangguan.
President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha mengatakan, AI memainkan peran krusial dalam transformasi Indosat menjadi perusahaan teknologi berbasis AI.
āÆāAI tidak hanya mendukung kami meningkatkan pengalaman digital pelanggan, tetapi juga menjadi pondasi dalam perjalanan Indosat menuju AI Native TechCo. Dengan AI, kami memastikan bahwa setiap pelanggan, di mana pun mereka berada, dapat menikmati konektivitas terbaik yang mendukung aktivitas mereka selama Ramadan dan Lebaran,ā katanya, Kamis (27/3/2025).
2. AI tidak berhenti di jaringan telekomunikasi

Ekspedisi Jaringan Andal digelar Indosat Ooredoo Hutchison, Selasa (11/3/2025). Ekspedisi ini melibatkan dua rute utama, yakni JakartaāLampungāPalembang dan JakartaāJogjaāMalang. (Dok. Indosat). Sebagai bagian dari inovasi ini, Indosat memperkenalkanāÆINFINITE (Intelligent Network for Innovative and Transformational Experience) by Indosat, sebuah sistem operasi jaringan yang diperkuat dengan AI dan cognitive learning. Dengan kehadiran INFINITE, pelanggan dapat menikmati komunikasi yang lebih stabil, cepat, dan aman kapan pun dan di mana pun mereka berada.
Komitmen Indosat terhadap AI tidak berhenti di jaringan telekomunikasi. Perusahaan ini juga berinvestasi besar dalam membangun ekosistem AI yang lebih luas di Indonesia. Bersama NVIDIA dan Accenture, Indosat berperan aktif dalam mengembangkanāÆfull stack sovereign AI, yang memastikan bahwa teknologi AI dikembangkan secara mandiri melalui infrastruktur lokal, data, dan talenta Indonesia.
MelaluiāÆAI FactoryāÆdan inisiatif sepertiāÆGPU Merdeka, Indosat menghadirkan solusi AI yang dapat diakses oleh berbagai sektor, mulai dari startup hingga institusi pemerintahan. Selain itu, Indosat berkomitmen untuk mencetak talenta digital masa depan dengan menargetkan pelatihan bagi satu juta individu hingga tahun 2027.
3. AI jadi pondasi masa depan Indonesia

Freepik (pinterest) āÆāKami ingin membangun AI yang dikembangkan di Indonesia, oleh orang Indonesia, dan untuk Indonesia. Bersama NVIDIA dan Accenture, kami memastikan bahwa AI menjadi pondasi bagi masa depan Indonesia yang lebih maju,āāÆujar Vikram.
Investasi di bidang AI bukan sekadar strategi teknologi, tetapi juga bagian dari visi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing nasional. Dengan kedaulatan AI, Indonesia dapat mengendalikan dan mengarahkan pemanfaatan teknologi ini sesuai dengan kepentingan nasional, termasuk di sektor keuangan, kesehatan, dan pendidikan.
Kolaborasi strategis antara Indosat, NVIDIA, dan Accenture membuka jalan bagi industri di Indonesia untuk lebih cepat mengadopsi AI, menjadikan negara ini bukan hanya pengguna, tetapi juga pencipta teknologi yang mampu mendorong kemajuan ekonomi dan sosial.
Pada momentum Ramadan dan Lebaran, AI bukan hanya alat untuk meningkatkan konektivitas, tetapi juga kunci bagi Indonesia dalam mempercepat transformasi digital dan membuka peluang baru bagi seluruh lapisan masyarakat.




















