Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ibu Rumah Tangga di Banyumas Ubah Kebun Sayur Jadi Melon Green House

Ibu Rumah Tangga di Banyumas Ubah Kebun Sayur Jadi Melon Green House
Marfungah (60 tahun) yang tinggal di Dusun Kali Manggis, Desa Pekuncen yang merubah kebun sayur menjadi kebun melon golden aroma.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Share Article

Banyumas, IDN Times - Seorang ibu rumahtangga di kabupaten Banyumas sukses merubah lahan persawahan menjadi lahan green house melon golden aroma, lahan tersebut dulunya merupakan sawah yang ditanami sayuran.

Marfungah (60 tahun) yang tinggal di Dusun Kali Manggis, Desa Pekuncen, Kecamatan Pekuncen tersebut kepada IDN Times, Senin (29/7/2024) mengaku awal bermodal RP 2,5 Juta untuk hijrah ke kebun melon, dan kini omsetnya lebih dari yang diharapkan sebagai ibu rumah tangga.

"Alhamdulillah dari sibuk mengurus keluarga, saya membudidayakan buah melon jenis Golden Aroma itu ditanam di samping rumah dengan sistem green house yang awalnya modal Rp. 2,5 juta, kini omset saya juga lebih dari cukup,"terangnya.

1. Berbekal ketekunan

Marfungah bersama suaminya yang ikut mengelola kebun melon miliknya.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Marfungah bersama suaminya yang ikut mengelola kebun melon miliknya.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Budidaya melon belum lama dilakukan oleh Marfungah, setelah lahan sayuran hasilnya tidak menentu karena harga yang tidak stabil, dengan ketekunan, kesabaran, dan semangat, usaha Marfungah membuahkan hasil sesuai harapan untuk menambah penghasilan.

"Saya modal untuk membeli bibit melon jenis golden aroma sebesar Rp 450 ribu, untuk perawatan, daun yang tua dipangkas dan disiram setiap 3 hari, serta dilakukan pemupukan, total ada 400 tanaman, tiap pohon dipetik satu buah, total panen sampai 4 kuintal,"jelasnya.

Dijelaskan, melon jenis golden aroma terkenal dengan rasa manisnya, dengan bobot kisaran satu sampai satu setengah kilogram per buah saat panen, dan lebih cepat laku dari melon jenis lainnya.

2. Ditanam dengan bambu dan tali

Marfungah saat mengikat tanaman melon golden aroma miliknya.(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Marfungah saat mengikat tanaman melon golden aroma miliknya.(IDN Times/Cokie Sutrisno)

Green house ini dibangun di atas lahan seluas 32x7 meter menggunakan bambu petung dan bambu tali. Tanaman melon jenis Golden Aroma ditanam langsung ke tanah tanpa menggunakan polybag.

Melon jenis Golden Aroma terkenal dengan rasa manisnya, dengan bobot kisaran satu sampai satu setengah kilogram per buah saat panen nanti.

Panen melon akan dilakukan sepuluh hari lagi. Dari jumlah 400 pohon, Marfungah akan memanen sekitar 4 kuintal. Dengan harga jual Rp. 30.000 per kilogramnya, omzet ibu rumah tangga ini diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

3. Cocok di daerah beriklim hangat

Tanaman melon golden aroma cocok ditanam dengan iklim hangat seperi di Banyumas.(IDN Times/Foto : Tangkapan layar)
Tanaman melon golden aroma cocok ditanam dengan iklim hangat seperi di Banyumas.(IDN Times/Foto : Tangkapan layar)

Melon jenis golden aroma merupakan varietas yang dikenal di indonesia karena dagingnya yang manis dan harum serta kulitnya yang halus dan berwarna kuning.

Melon ini biasanya berbentuk oval dan memiliki aroma khas yang semakin kuat saat matang. Melon ini sering kali dinikmati dalam keadaan segar, dalam salad, atau sebagai hidangan penutup yang menyegarkan.

Melon ini tumbuh di daerah beriklim hangat seperti di kabupaten Banyumas, dan disukai karena dagingnya yang berair dan beraroma.

Share Article
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
Cokie Sutrisno
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More

Hancurkan Kolesterol! Ini 5 Latihan Interval Seru yang Wajib Dicoba

28 Mei 2026, 08:00 WIBNews