Udin sebut peningkatan permintaan sudah terasa sejak satu bulan terakhir, Senin (25/5/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno)
Salah satu produsen arang di Desa Cibangkong, Udin, mengatakan peningkatan permintaan sudah terasa sejak satu bulan terakhir. Ia bahkan telah mempersiapkan stok jauh hari untuk mengantisipasi lonjakan.
"Kita sudah mempersiapkan sebulan sebelumnya, karena alhamdulillah di momen Idul Adha ini peningkatan sampai 70 persen. Kita menyediakan arang kayu dan arang batok kelapa juga dipersiapkan. Karena pembeli macam-macam, ada yang ingin kayu bakar, ada juga yang minta arang batok kelapa,"ujar Udin.
Menurut Udin, tidak hanya volume penjualan yang meningkat, harga pun ikut naik. Arang batok kelapa yang biasanya dijual Rp9.000 per kilogram, kini merangkak naik menjadi Rp11.000 hingga Rp12.000 per kilogram.
Sementara itu, produsen lain, Sarwono, mengaku produksi arang miliknya kini sudah mencapai lebih dari empat ton per minggu. Meski demikian, ia tetap kesulitan memenuhi semua pesanan yang masuk.
"Permintaan sekarang alhamdulillah banyak sekali, yang bikin kewalahan. Kalau hari biasa harga masih normal, sekarang sudah ada kenaikan sampai seribu lima ratus rupiah per kilo,"kata Sarwono.
Untuk memenuhi permintaan pasar yang terus membengkak, Sarwono terpaksa berkoordinasi dengan sesama produsen arang di wilayah Pekuncen. Ia mengungkapkan bahwa kayu sono keling menjadi bahan favorit karena kualitas panasnya lebih baik dan tahan lama dibanding jenis kayu lainnya.