Semarang, IDN Times – Inflasi di Jawa Tengah pada Juni 2026 mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir. Kenaikan harga BBM nonsubsidi Pertamax, tarif angkutan udara saat musim libur sekolah, hingga merangkaknya harga bawang merah dan beras menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan inflasi pada pertengahan tahun.
Inflasi Jateng Juni 2026 Tembus 2,92 Persen, Rekor dalam Tiga Tahun

1. Tekanan inflasi Juni berasal dari kelompok transportasi
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Juni 2026 sebesar 111,64. Inflasi tahunan (year-on-year/yoy) tercatat 2,92 persen, sementara inflasi bulanan (month-to-month/mtm) mencapai 0,31 persen dan inflasi sejak awal tahun (year-to-date/ytd) sebesar 1,51 persen.
Kepala BPS Provinsi Jawa Tengah, Ali Said mengatakan, tekanan inflasi pada Juni paling besar berasal dari kelompok transportasi.
“Sepuluh kelompok pengeluaran mengalami inflasi dan satu kelompok mengalami deflasi. Inflasi pada Juni 2026 terutama didorong oleh adanya kenaikan harga pada kelompok transportasi,” ungkapnya dalam siaran pers secara daring, Rabu (1/7/2026).
Secara bulanan, kelompok transportasi menyumbang inflasi sebesar 0,28 persen. Menurut Ali, kenaikan tersebut dipicu oleh naiknya harga BBM jenis Pertamax, yang kemudian diperkuat oleh meningkatnya tarif angkutan udara seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur sekolah.
2. Kenaikan harga bawang merah
Selain transportasi, tekanan harga juga datang dari sejumlah komoditas pangan. Harga bawang merah naik akibat terbatasnya pasokan dari daerah sentra produksi. Sementara itu, harga bawang putih meningkat karena harga di tingkat distributor ikut naik. Beras juga mengalami kenaikan harga setelah berakhirnya masa panen raya.
Meski demikian, laju inflasi berhasil tertahan oleh turunnya harga sejumlah bahan pangan. Harga daging ayam ras mengalami penurunan karena pasokan di tingkat peternak melimpah. Harga cabai merah dan cabai rawit juga turun seiring meningkatnya pasokan dari sentra produksi.
Secara tahunan, inflasi Juni 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 2,20 persen. Capaian tersebut menjadi yang tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Kendati meningkat, Ali menegaskan angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.
3. Inflasi tertinggi di Kota Tegal
Dari sisi penyumbang inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kontributor terbesar dengan inflasi 3,19 persen dan memberikan andil 0,92 persen terhadap inflasi Jawa Tengah.
Pada kelompok tersebut, subkelompok makanan mengalami inflasi 3,27 persen, minuman nonalkohol 1,33 persen, sedangkan rokok dan tembakau melonjak 3,72 persen dibandingkan Juni tahun lalu.
Kelompok transportasi juga mencatat inflasi tahunan sebesar 3,62 persen. Kenaikan terjadi hampir di seluruh komponen, mulai dari pembelian kendaraan, biaya operasional kendaraan pribadi, jasa angkutan penumpang, hingga jasa pengiriman barang, dengan kenaikan berkisar 1,55 hingga 4,80 persen.
BPS juga mencatat adanya perbedaan tingkat inflasi antarwilayah di Jawa Tengah. Dari seluruh kota dan kabupaten pemantau IHK, Kabupaten Wonosobo mencatat inflasi tahunan terendah sebesar 2,76 persen, sedangkan Kota Tegal menjadi daerah dengan inflasi tertinggi mencapai 3,13 persen.