Jaga Sumber Air Baku, Pemkab Purbalingga Lakukan Hal Ini

Purbalingga, IDN Times - Konservasi sumber daya alam, khususnya dalam konteks kerusakan sumber daya air, dapat dijalankan melalui beberapa pilar utama yang berfungsi sebagai landasan dalam upaya pelestarian air baku.
Dalam bincang bincang dengan Asisten pemerintahan dan Kesra Kabupaten Purbalingga, Suroto dengan IDN Times, pihaknya berkomitmen mempertahankan dan meningkatkan kualitas tersebut agar tidak terjadi kerusakan.
"Kami mengefektifkan usaha-usaha untuk penguatan dengan menggandeng berbagai pihak seperti para pecinta lingkungan secara berkesinambungan untuk menjaga dalam pemanfaatan air"katanya, Rabu (29/5/2024)
1. Owabong manfaatkan mata air

Disebutkan kerusakan sumber daya air bila biarkan tentu akan merugikan bukan hanya anak cucu kita bahkan generasi kita. Kebijakan yang sudah ditempuh oleh pemkab Purbalingga adalah upaya berkelanjutan dengan menggandeng pengguna air baik di bidang pertanian, peternakan, dan penggunaan untuk air-air permukaan seperti untuk wisata.
Suroto mencontohkan obyek wisata Owabong yang menggunakan mata air secara terus menerus melakukan reboisasi di tanah-tanah yang dikuasai oleh Perusahaan milik Pemkab Purbalingga dengan cara mendorong warga dan wisatawan untuk reboisasi atau penanaman kembali.
Penanaman bibit tanaman para pengunjung itu dilombakan dimana 3 bulan tanaman tersebut difoto di lokasi mereka dan kemudian difoto lagi setelah 6 bulan, dan yang alami pertumbuhan akan mendapatkan semacam reward.
"Melalui pendekatan yang terpadu dan partisipatif, berbagai strategi ini dapat membantu menjaga keberlanjutan sumber air baku dan memastikan ketersediaannya untuk generasi mendatang,"katanya.
2. Laksanakan 3 pilar sumber daya air

Sedangkan pengamat sungai Eddy Wahono mengapresiasi pemkab Purbalingga seperti upaya yang dilakukan oleh Pemkab di objek wisata Owabong yang bisa menjadi rujukan nasional dalam percontohan pengelolaan sumber daya air terbarukan.
Peran Owabong mengajak masyarakat melaksanakan tiga pilar utama konservasi sudah dilaksanakan bahkan sudah merupakan satu event tahunan Sumber Bersih setiap bulan Maret.
"Ada tiga pilar sumber daya air yaitu konservasi, pencegahan daya rusak air, dan pendayagunaan sumber daya air serta sistem informasi dan peran serta masyarakat dan itu dipraktekan di Owabong,"katanya.
Ditambahkan Eddy bahwa Owabong harus mampu bersama stakeholder merambah wilayah yang berpotensi kerusakan sumber daya air dengan mengkampanyekan penghijauan.
3. Menjaga sumber air baku

Disebutkan, menjaga sumber air baku adalah langkah penting untuk memastikan ketersediaan air yang bersih dan aman untuk kebutuhan sehari-hari, pertanian, industri, dan ekosistem ,sehingga diperlukan strategi.
Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan mngkonversi lahan mampu mencegah erosi dan sedimentasi yang dapat mencemari sumber air.
Selain itu, restorasi ekosistem juga perlu dilakukan untuk memulihkan dan melestarikan ekosistem hutan di hulu DAS untuk menjaga keseimbangan hidrologi dan kualitas air.
4. Mengendalikan polusi

Mengendalikan polusi juga penting dilakukan untuk memastikan bahwa limbah industri diolah dengan benar sebelum dibuang ke badan air untuk mencegah kontaminasi.
Mengelola limbah domestik menjadi hal yang patut diperhatikan karena berguna untuk membangun dan memelihara sistem pengolahan air limbah rumah tangga untuk mencegah pencemaran sumber air.
"Zonasi dan perencanaan tata ruang untuk mengatur penggunaan lahan di sekitar sumber air, termasuk menetapkan zona penyangga atau buffer zones sebagai pelindung sumber air dari aktivitas yang berpotensi mencemari,"terang Eddy Wahono.


















