Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jateng Dilanda 45 Bencana selama 2025: 7 Tewas dan 9.729 Orang Ngungsi

Ilustrasi banjir (Dok. IDN Times/Halbert Caniago)
Ilustrasi banjir (Dok. IDN Times/Halbert Caniago)

Semarang, IDN Times - Sebanyak 308.108 warga Jawa Tengah terdampak bencana alam di wilayah Jawa Tengah selama 2025 kemarin. Bahkan terdapat 9.729 warga terpaksa mengungsi, tujuh orang meninggal dunia dan lima orang luka-luka. 

Selain itu juga berdampak pada kerusakan rumah tinggal, fasilitas umum, hingga lahan pertanian dan lahan perikanan. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno mengatakan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya untuk menangani bencana yang ada di wilayahnya.

Langkah cepat yang diambil mulai dari mengupayakan rekayasa cuaca hingga memastikan distribusi logistik kepada warga yang terdampak. 

“Kami memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan, dan tim di lapangan bisa bekerja tanpa kendala teknis,” katanya dalam keterangan yang diterima IDN Times, Senin (2/2/2026). 

Selain itu, pihaknya juga melakukan pemulihan akses jalur-jalur logistik yang terdampak. Keberhasilan pemulihan akses sangat krusial, agar bantuan pangan dan medis bisa mencapai titik pengungsian.

Pihaknya juga melakukan optimalisasi pompa untuk mempercepat penanganan banjir di sejumlah wilayah. 

Di lokasi pengungsian, Pemprov juga menyediakan layanan pemulihan trauma (trauma healing) dan psikososial kepada para korban bencana. 

Seperti yang terlihat di Posko Pengungsian Kantor Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Jumat, 30 Januari 2026. Anak-anak dan ibu-ibu yang mengungsi akibat bencana banjir yang menimpanya secara rutin mendapatkan layanan psikososial dan trauma healing dari petugas.

Meski fokus saat ini adalah penyelamatan dan bantuan darurat, Sumarno menyatakan bahwa rencana rehabilitasi sudah disiapkan, sambil menunggu cuaca benar-benar stabil.

"Setelah situasi kedaruratan ini teratasi dan genangan benar-benar hilang, kami akan segera masuk ke tahap penanganan pascabencana untuk perbaikan infrastruktur yang rusak," urainya.

Lebih lanjut, Sumarno mengimbau masyarakat untuk tetap siaga dan aktif melaporkan kondisi darurat. Termasuk melaporkan melalui kanal pengaduan cepat agar tim reaksi cepat dapat segera meluncur ke lokasi. 

Sementara itu, berdasarkan perkiraaan Badan Meteorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang pada  02 Februari 2026 Pkl. 14.15 WIB, potensi hujan sedang hingga lebat masih yang dapat disertai petir/kilat dan angin kencang berpotensi di sejumlah daerah di Jawa Tengah hingga 9 Februari 2026. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Jateng Dilanda 45 Bencana selama 2025: 7 Tewas dan 9.729 Orang Ngungsi

02 Feb 2026, 18:11 WIBNews