Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Klaten 2026: Nyaman dan Bersejarah

5 Rekomendasi Masjid untuk Iktikaf di Klaten 2026: Nyaman dan Bersejarah
Masjid Al Aqsha Klaten. (Dok Pemkab Klaten)

Klaten dikenal sebagai kota dengan tradisi religius yang kuat dan memiliki deretan masjid megah yang sangat kondusif untuk beribadah iktikaf.

Secara harfiah, iktikaf berasal dari bahasa Arab akafa yang berarti menetap, mengurung diri, atau tertahan pada sesuatu.

Dalam konteks ibadah Islam, iktikaf adalah aktivitas berdiam diri di dalam masjid dengan niat semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Mayoritas ulama menyepakati bahwa iktikaf harus dilakukan di dalam masjid (terutama masjid jami yang digunakan untuk salat Jumat).

Iktikaf dilakukan untuk menjauhkan diri dari kesibukan duniawi sejenak agar bisa fokus total berinteraksi dengan Tuhan melalui salat, zikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa.

Meskipun bisa dilakukan kapan saja, iktikaf paling utama (sunnah muakkadah) dilakukan pada 10 malam terakhir bulan Ramadan. Tujuannya adalah untuk memburu keutamaan malam Lailatul Qadar.

Iktikaf ibarat melakukan "digital detox" sekaligus "spiritual recharge". Anda meninggalkan hiruk-pikuk media sosial dan pekerjaan untuk kembali menjernihkan pikiran dan hati di rumah ibadah.

Mengingat saat ini sudah memasuki Maret 2026 dan suasana Ramadan mulai terasa, berikut adalah rekomendasi masjid terbaik di Klaten untuk beriktikaf:

1. Masjid Agung Al-Aqsha Klaten

image_750x415_68428616a8910.jpg
Masjid Al Aqsha Klaten. (Dok Pemkab Klaten)

Ini adalah pilihan utama dan paling ikonik di Klaten. Terletak tepat di pinggir jalan raya utama Solo-Yogyakarta (Jonggrangan), masjid ini menawarkan kemegahan arsitektur ala Timur Tengah.

Area shalat sangat luas dengan karpet tebal yang nyaman untuk berlama-lama dzikir atau tadarus. Menaranya yang tinggi menjadi simbol kebanggaan warga Klaten.

Biasanya tersedia paket sahur dan buka puasa bagi jamaah yang mendaftar. Area parkir sangat luas dan keamanan terjaga 24 jam.

2. Masjid Raya Klaten

474134986_930773349227845_4584729843703230473_n.jpg
Masjid Raya Klaten. (Facebook/Masjid Raya Klaten)

Berlokasi di pusat kota, tepatnya di sebelah barat Alun-alun Klaten. Masjid ini memiliki nilai historis dan menjadi pusat kegiatan keagamaan paling aktif di Klaten.

Lokasinya yang sangat strategis membuat Anda mudah mencari menu takjil atau sahur di sekitar Alun-alun. Suasana ibadah di sini biasanya sangat hidup dengan kajian-kajian malam.

Kebersihan tempat wudhu dan kamar mandi yang rutin terjaga, sangat penting bagi jamaah yang menginap (mabit).

3. Masjid An-Nur

ilustrasi kegiatan iktikaf di masjid
ilustrasi kegiatan iktikaf di masjid (pexels.com/Ahmet Polat)

Masjid An-Nur adalah sebuah masjid jami yang terletak di Jl. Ki Ageng Gribig, Perak Sangkal Putung merupakan kawasan strategis Klaten Utara. Masjid ini dikenal ramah bagi musafir dan memiliki fasilitas yang terpelihara dengan baik.

Memiliki gedung yang bersih, tempat wudhu yang luas dan banyak. Tersedia halaman parkir yang cukup luas di sisi timur masjid (masuk kompleks sekolah), terutama bagi kendaraan roda empat.

4. Masjid Al-Makmur Majasem

Masjid Majasem, Klaten (google.com/maps/Nugraheni Ratna)
Masjid Majasem, Klaten (google.com/maps/Nugraheni Ratna)

Masjid Al-Makmur Majasem (atau lebih dikenal sebagai Masjid Majasem) adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Kabupaten Klaten. Masjid ini merupakan situs cagar budaya yang sangat bersejarah karena diyakini dibangun pada tahun 1385 Masehi, menjadikannya lebih tua daripada Masjid Agung Demak.

Lokasi di dukuh Majasem, Desa Pakahan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten. Awalnya didirikan oleh para Wali Songo sebagai tempat berkumpul dan berdakwah. Dahulu bernama Langgar Kalimosodo, lalu berubah menjadi Baitul Makmur, dan pada tahun 2003 dinamai Masjid Al-Makmur oleh Sunan Pakubuwono XII.

Memiliki 4 tiang utama (soko guru) setinggi 7 meter yang konon merupakan sumbangan dari Sunan Kalijaga, Sunan Ampel, Sunan Bonang, dan Sunan Gunung Jati. Bangunan asli berbentuk Joglo berukuran 10x10 meter dengan dinding batu bata kuno.

Terdapat Pohon Belimbing di area masjid yang dipercaya ditanam oleh Sunan Kalijaga. Memiliki sumur peninggalan para wali yang airnya diyakini memiliki khasiat tertentu oleh warga sekitar.

Meskipun merupakan bangunan kuno, masjid ini tetap digunakan secara aktif untuk ibadah harian, Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA), dan dakwah. Fasilitas pendukung meliputi toilet dan area yang bersih.

5. Masjid Nurul Istiqlal

ilustrasi melakukan aktivitas ringan saat iktikaf (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)
ilustrasi melakukan aktivitas ringan saat iktikaf (unsplash.com/Masjid Pogung Dalangan)

Masjid Nurul Istiqlal merupakan masjid kategori "Masjid Besar" yang terletak di jalur utama yang menghubungkan Pakis dan Daleman, tepatnya di wilayah Kecamatan Wonosari, Klaten. Masjid ini populer sebagai titik singgah (rest area) bagi para musafir karena lokasinya yang strategis di pinggir jalan raya

Terletak di Jl. Pakis - Daleman No. Km. 4, Dusun I, Desa Bentangan, Kec. Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah 57473. Terdapat area parkir yang luas, sering digunakan untuk titik kumpul pemberangkatan jemaah haji atau tempat parkir kendaraan besar seperti truk dan bus. Area wudhu dan toilet dinilai banyak dan bersih oleh pengunjung. Bangunan masjid terdiri dari 2 lantai dengan luas bangunan sekitar 600 m² di atas tanah seluas 400 m².

Tips Iktikaf

Masjid besar seperti Al-Aqsha biasanya membuka pendaftaran khusus bagi jamaah iktikaf untuk mengatur kuota konsumsi sahur. Sebaiknya Anda datang atau bertanya ke takmir beberapa hari sebelumnya.

Selain itu kamu juga harus siapkan jaket mengingat cuaca Klaten di malam hari pada bulan Maret bisa cukup dingin karena pengaruh angin dari arah Merapi atau Lawu.

Meskipun area masjid aman, tetap gunakan fasilitas penitipan barang jika tersedia, terutama untuk ponsel dan dompet saat Anda tertidur setelah shalat Lail.

Sementara itu untuk syarat sah iktikaf diantaranya seorang muslim yang memiliki kesadaran penuh, bebas dari hadast besar (jenabah, haid, atau nifas) meniatkan untuk beribadah.

Sedangkan yang membatalkan iktikaf diantaranya keluar dari masjid tanpa alasan yang syar'i (darurat), melakukan hubungan suami istri, hilang akal (gila atau mabuk), haid atau nifas bagi wanita.

Selama beriktikaf, seseorang dianjurkan untuk:

Memperbanyak doa (khususnya doa: Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwa fa'fu 'anni), mengurangi bicara hal keduniawian yang tidak perlu, menghindari penggunaan gadget secara berlebihan agar fokus tidak terpecah.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ular Sanca 3 Meter Masuk Rumah Warga di Purwokerto

10 Apr 2026, 17:38 WIBNews