Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jateng Dingin Ekstrem! Ini 4 Penyakit Anak Saat Fenomena Bediding

Jateng Dingin Ekstrem! Ini 4 Penyakit Anak Saat Fenomena Bediding
ilustrasi demam (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
  • Fenomena bediding melanda Jawa Tengah saat puncak musim kemarau, menyebabkan suhu siang terik dan malam sangat dingin akibat angin monsun Australia yang kering.
  • Perubahan suhu ekstrem ini membuat anak-anak rentan terserang ISPA, influenza, kekambuhan asma, dermatitis atopik, hingga demam atau masuk angin.
  • Orang tua diimbau menjaga daya tahan tubuh dan kehangatan anak dengan pakaian tebal serta nutrisi cukup selama cuaca dingin ekstrem berlangsung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Sedulur merasa gak sih kalau beberapa hari terakhir ini suhu udara saat malam hingga pagi hari terasa dingin banget sampai menusuk tulang? Jangan heran ya, Lur, karena saat ini wilayah Jawa Tengah sedang dilanda fenomena alam tahunan yang dikenal dengan istilah Bediding.

Fenomena bediding terjadi ketika wilayah kita memasuki puncak musim kemarau, di mana angin monsun Australia yang kering dan dingin bertiup melewati pulau Jawa. Di siang hari cuaca bisa terasa sangat terik, namun begitu malam tiba hingga menjelang subuh, suhu udara bisa turun drastis secara ekstrem.

Perubahan suhu yang mencolok ini tentu menjadi tantangan besar bagi daya tahan tubuh, terutama bagi anak-anak yang sistem imunnya belum sekuat orang dewasa. Biar si kecil gak gampang jatuh sakit, yuk kenali 4 penyakit yang mengintai anak-anak akibat cuaca dingin ekstrem fenomena bediding berikut ini!

1. ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan Influenza

Ilustrasi pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Ilustrasi pasien anak penderita infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)

Penyakit yang paling sering menyerang anak-anak saat suhu udara turun drastis adalah ISPA, yang gejalanya meliputi batuk, pilek, bersin-bersin, hingga sakit tenggorokan.

Udara dingin dan kering membuat lapisan lendir di dalam hidung anak mengering. Padahal, lendir tersebut berfungsi sebagai benteng alami untuk menyaring virus dan bakteri.

Ketika benteng pertahanan ini melemah, virus influenza menjadi sangat mudah masuk dan menginfeksi saluran pernapasan si kecil.

2. Kekambuhan Asma (Sesak Napas)

ilustrasi asma pada anak (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi asma pada anak (pexels.com/cottonbro studio)

Bagi anak-anak yang memiliki riwayat penyakit asma atau saluran napas sensitif, fenomena bediding ini bisa menjadi masa-masa yang cukup menyiksa jika tidak diantisipasi dengan baik.

Paparan udara dingin yang dihirup secara langsung dapat merangsang penyempitan saluran pernapasan (bronkospasme) serta memicu produksi lendir berlebih di paru-paru.

Anak akan lebih sering mengalami batuk kering di malam hari, napas berbunyi (mengi), hingga sesak napas yang mengganggu waktu tidur mereka.

3. Dermatitis Atopik (Kulit Kering, Gatal, dan Eksim)

Ilustrasi kulit kering
Ilustrasi kulit kering (pexels.com/Anna Shvets)

Jangan salah, Lur, cuaca dingin ekstrem tidak hanya menyerang organ dalam, tetapi juga bisa merusak kesehatan kulit luar anak-anak yang masih sangat tipis dan sensitif.

Kelembaban udara yang sangat rendah saat fenomena bediding akan menyerap kelembaban alami kulit anak dengan cepat.

Kulit anak akan menjadi sangat kering, bersisik, memerah, dan terasa gatal luar biasa. Jika digaruk terlalu sering, kulit bisa terluka dan memicu infeksi bakteri sekunder.

4. Demam dan Masuk Angin (Hipotermia Ringan)

ilustrasi demam (pexels.com/MART PRODUCTION)
ilustrasi demam (pexels.com/MART PRODUCTION)

Anak-anak, terutama bayi dan balita, belum memiliki kemampuan regulasi suhu tubuh yang sempurna seperti orang dewasa untuk melawan hawa dingin yang pekat di malam hari.

Penyebab: Membiarkan anak tidur tanpa pakaian hangat atau selimut tebal saat suhu ruangan turun drastis di bawah normal.

Dampak: Tubuh anak dipaksa membakar energi lebih banyak untuk tetap hangat. Jika energinya habis, anak bisa mengalami perut kembung, mual, muntah (gejala masuk angin), hingga demam tinggi sebagai respons tubuh melawan stres suhu.

Nah, itulah 4 jenis penyakit yang wajib diwaspadai para orang tua selama fenomena bediding melanda Jawa Tengah. Yuk, lebih ketat lagi menjaga kondisi fisik dan asupan nutrisi si kecil agar mereka tetap bisa beraktivitas dengan ceria, Sedulur!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More