Benarkah Pendakian Merapi Buka 2 Juli 2026? Ini Jawaban Resmi TNGM

- TNGM menegaskan kabar pembukaan jalur pendakian Gunung Merapi pada 2 Juli 2026 adalah hoaks dan pendakian masih ditutup total demi keselamatan pengunjung.
- BPPTKG melaporkan aktivitas vulkanik Merapi masih tinggi dengan status Siaga Level III, disertai potensi awan panas guguran di beberapa sektor berbahaya.
- Jalur pendakian via New Selo termasuk zona merah yang sangat berisiko, namun wisata terbatas seperti OWA Kalitalang tetap dibuka di area aman.
Jagat media sosial belakangan ini lagi hangat dengan kabar burung yang menyebutkan bahwa jalur pendakian Gunung Merapi bakal kembali dibuka untuk umum pada 2 Juli 2026 mendatang. Informasi tersebut langsung menyebar cepat di kalangan pencinta alam dan bikin netizen penasaran, Lur!
Melihat maraknya konten video maupun ajakan mendaki yang tidak jelas sumbernya tersebut, pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) tidak tinggal diam. TNGM langsung merilis siaran pers resmi untuk meluruskan informasi hoaks tersebut agar masyarakat tidak gagal paham.
Berdasarkan dokumen resmi siaran pers TNGM nomor S.01./T.36/TU/HMS.01.08/06/2026 yang diunggah di akun media sosial resmi Balai Taman Nasional Gunung Merapi @btn_gn_merapi yuk simak 3 fakta penting penutupan jalur Merapi berikut ini!
1. TNGM Bantah Isu Pembukaan Jalur Pendakian

Pihak Balai TNGM menyatakan bahwa narasi di media sosial yang mengajak masyarakat mendaki atau mengklaim pembukaan jalur adalah tidak benar. Melalui surat resmi tertanggal 29 Juni 2026, berikut poin sanggahannya:
Kegiatan pendakian Gunung Merapi sebenarnya sudah tidak direkomendasikan oleh pihak berwenang sejak tanggal 22 Mei 2018, yaitu semenjak status aktivitasnya naik dari Normal (Level I) ke Waspada (Level II).
Status tersebut bahkan kembali dinaikkan menjadi Siaga (Level III) sejak 5 November 2020 dan belum diturunkan hingga saat ini.
Berkenaan dengan kondisi tersebut, Balai TNGM menegaskan pendakian Gunung Merapi masih ditutup total sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan demi menjaga keselamatan semua pihak.
2. Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi dan Berstatus Siaga

Bukan tanpa alasan pelarangan ini diterbitkan. Data dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menunjukkan isi perut Merapi masih sangat bergejolak:
Laporan aktivitas terkini periode 19-25 Juni 2026 menyimpulkan aktivitas Merapi masih cukup tinggi dengan karakteristik erupsi efusif.
Suplai magma yang masih berlangsung terus-menerus bisa memicu awan panas guguran sewaktu-waktu di daerah potensi bahaya.
Daerah potensi bahaya meliputi aliran Sungai Boyong (maksimal 5 km), serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng (maksimal 7 km) untuk sektor selatan-barat daya. Sementara sektor tenggara meliputi Sungai Woro (maksimal 3 km) dan Sungai Gendol (5 km).
Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun dalam radius 3 km dari puncak demi menghindari lontaran material vulkanik jika terjadi letusan eksplosif.
3. Jalur New Selo Sangat Berbahaya, Hanya Wisata Terbatas yang Buka

Bagi kamu yang rindu mendaki lewat jalur Boyolali, tampaknya harus menahan diri lebih lama lagi karena posisinya yang berada di zona merah:
Jalur New Selo Masuk Zona Merah: Seluruh pos di jalur pendakian via New Selo berada pada radius yang sangat berbahaya, mulai dari Pintu Gerbang (2,3 km), Pos I (1,64 km), Pos II (1,25 km), hingga Pasar Bubrah yang jaraknya cuma 0,7 km dari puncak.
Walau pendakian ke puncak ditutup total, TNGM menjelaskan masyarakat masih bisa menikmati keindahan lereng Merapi di beberapa jalur wisata terbatas yang aman, seperti OWA Kalitalang yang berada di radius aman 3,3 km dari Pos IV.
Nah, sudah jelas kan, Lur? Jadi kabar Merapi bakal dibuka tanggal 2 Juli nanti itu murni hoaks ya. Jangan nekat mendaki secara ilegal demi keselamatan dirimu sendiri. Masih banyak gunung indah lainnya di Jawa Tengah yang aman untuk dikunjungi akhir pekan ini!


















