Semarang, IDN Times - Pameran bazar buku internasional terbesar, Big Bad Wolf (BBW), akan kembali menyapa warga Kota Semarang untuk ketiga kalinya. Pameran yang bertepatan dengan momen liburan sekolah anak dan rangkaian perayaan 1 Dekade BBW di Indonesia ini akan digelar di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang mulai tanggal 9 hingga 19 Juli 2026 mendatang, tanpa dipungut biaya masuk.
Libur Sekolah! Jutaan Buku BBW Siap Serbu Semarang Tanpa Tiket Masuk

Pameran buku internasional terbesar, Big Bad Wolf (BBW), kembali digelar di The Suri Ballroom, Queen City Mall Semarang mulai tanggal 9–19 Juli 2026.
Ajang ini membawa lebih dari 1 juta buku dari berbagai genre serta diskon tambahan untuk nasabah BCA, dan pengunjung bebas biaya masuk.
Kehadiran BBW tahun ini menjadi bagian dari perayaan 1 Dekade eksistensi pameran tersebut di Indonesia untuk terus meningkatkan budaya literasi masyarakat, khususnya anak-anak.
1. Kategori anak jadi primadona

Pameran ini mendatangkan lebih dari 1 juta buku berkualitas dari 10 penerbit internasional papan atas serta lebih dari 40 penerbit nasional. Koleksinya sangat masif dan bervariasi, mulai dari kategori memasak, otomotif, arsitektur, buku fiksi, hingga buku motivasi (self-help) yang cocok bagi anak muda.
Meski didominasi buku internasional yang porsinya mencapai 80 persen, PR Big Bad Wolf Books, Andri Suharyono, memastikan bahwa BBW selalu berpegang pada misinya untuk menghadirkan bacaan bermutu dengan harga yang miring. "Bahkan ada buku yang harganya masih Rp10.000 atau Rp15.000. Misi global kami adalah ubah dunia, satu buku setiap waktu," jelasnya.
Lebih jauh, Andri menekankan bahwa fokus utama BBW adalah buku kategori anak-anak. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan minat literasi sejak dini sebelum mereka terjebak pada layar gadget.
"Coba kalau kita suruh di rumah, ayo belajar baca buku, pasti anak-anak akan minggat. Nah, buku-buku di Big Bad Wolf untuk anak itu banyak kategorinya, ada sound book, ada activity book, jadi kita biasakan anak menyenangi buku sejak dini tanpa paksaan belajar," papar Andri.
2. Prioritaskan regular customer, cegah eksploitasi jastip

Menjawab kegelisahan pengunjung terkait fenomena jasa titip (jastip) yang sering memborong stok buku idaman di hari pertama, pihak penyelenggara berjanji akan bersikap tegas. Andri menyebut pihaknya tidak melarang secara mutlak, namun akan memprioritaskan pengunjung individu.
"Bagi pengunjung atau regular customer akan kami nomor satukan. Mungkin setiap jam kami akan minta para jastiper untuk check-out membayar, sehingga buku-buku tidak di-keep (ditahan) terlalu lama di troli," tegasnya. Target harian pengunjung untuk pameran ini diperkirakan mencapai 7.000 orang di hari biasa dan melonjak hingga 10.000 orang pada akhir pekan.
Kabar kembalinya BBW ke ibu kota Jawa Tengah ini langsung disambut antusias warga.
"Seru, ada lagi. Akhirnya di Semarang BBW 2026," kata Dewi, salah satu warga yang menanti bazar ini.
3. Ada promo pembelian BBW Semarang 2026

Mendukung penuh peningkatan literasi warga, Bank Central Asia (BCA) selaku mitra bank resmi BBW siap memberikan penawaran eksklusif.
"Tanggal 9 Juli adalah BCA Day. Nasabah berhak mendapat keuntungan belanja duluan dan voucher hingga Rp250.000 dengan minimum transaksi Rp1,5 juta," ungkap Vice President BCA, Monika Krisna Maharani.
Nasabah dapat memanfaatkan berbagai produk pembayaran mulai dari kartu kredit, debit, QRIS, Paylater, hingga Flazz.
Pameran sendiri akan dibuka mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB setiap harinya.


















