Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Novel Tipis Terbaik untuk Temani Perjalanan KRL Solo-Jogja Kamu!

5 Novel Tipis Terbaik untuk Temani Perjalanan KRL Solo-Jogja Kamu!
Suasana penumpang KRL Solo-Yogyakarta. (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Menghabiskan waktu 160 menit pulang-pergi di KRL Solo-Jogja adalah momen sempurna untuk menuntaskan bacaan novel ringan tanpa merasa bosan.

  • Lima buku fiksi di bawah 200 halaman ini punya alur memikat, dari kisah satir penjaga minimarket hingga drama romantis penguras air mata.

  • Pastikan kenyamanan membaca di gerbong padat dengan membawa buku saku (pocket book) atau memanfaatkan format e-book di layar ponsel pintar.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Duduk manis di dalam KRL Solo-Jogja sambil menatap pemandangan memang menyenangkan. Tapi, dengan total waktu tempuh pulang-pergi (PP) yang mencapai 160 menit, sekadar scrolling linimasa media sosial pasti bikin mata dan ibu jari cepat lelah. Menghabiskan waktu satu jam lebih hanya dengan melamun juga rasanya sayang banget, kan?

Tenang! Daripada mati gaya di dalam gerbong, ini adalah momen paling ideal untuk memberikan "asupan gizi" pada otak. Solusi paling cerdasnya adalah membawa light novel atau novela berbobot yang ketebalannya di bawah 200 halaman. Yuk, intip lima rekomendasi buku dengan alur cepat yang pas banget diselesaikan dalam sekali duduk di kereta!

1. Sentilan Realita di (Konbini Ningen)

Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) (ebooks.gramedia.com)
Gadis Minimarket (Convenience Store Woman) (ebooks.gramedia.com)

Buku setebal 160 halaman karya Sayaka Murata ini adalah pilihan brilian buat kamu pencinta fiksi kontemporer berbalut satire sosial. Menariknya, cerita ini sangat relatable karena berlatar belakang hiruk-pikuk kehidupan para komuter sibuk di perkotaan Jepang.

Fokus utamanya ada pada karakter Keiko Furukura, wanita berusia 36 tahun yang merasa nyaman hidup "normal" dengan bekerja sebagai pegawai paruh waktu di minimarket selama 18 tahun. Gaya bahasanya yang santai dan mengalir tanpa basa-basi akan menampar keras pandanganmu soal tuntutan sosial, bikin waktu berkereta terasa berlalu begitu saja.

2. Siapkan Tisu untuk I Want to Eat Your Pancreas

I Want to Eat Your Pancreas
I Want to Eat Your Pancreas (Haruki Shiga & Sakura Yamauchi) (https://www.imdb.com/title/tt7236034/)

Jangan sampai kamu tertipu oleh judulnya yang terdengar brutal. Novel karya Yoru Sumino setebal 180 halaman ini adalah mahakarya beraliran drama romantis dan slice of life yang dijamin bakal mengobrak-abrik emosimu selama di perjalanan.

Kisahnya menyoroti dinamika antara seorang pemuda antisosial dengan teman sekelasnya, Sakura Yamauchi, yang ternyata menyembunyikan penyakit pankreas mematikan. Alur ceritanya yang menyentuh dan sangat adiktif membuat buku ini pantang dilewatkan. Ingat, siapkan tisu ekstra sebelum air matamu mendadak menetes di tengah keramaian gerbong!

3. Syahdunya Hujan dalam The Garden of Words

The Garden of Words
The Garden of Words (dok. CoMix Wave Films/The Garden of Words)

Buat kamu yang pernah menonton film anime legendaris garapan Makoto Shinkai, versi novel ringan setebal 190 halaman ini menawarkan detail emosi yang jauh lebih kaya. Kisahnya bermula dari pertemuan tak terduga antara seorang remaja calon pengrajin sepatu dengan wanita misterius di taman setiap kali hujan turun.

Visualisasi kata-kata dalam novel ini sangat melankolis, puitis, dan tenang. Membacanya sambil mendengarkan musik lewat headphone dan menatap rintik hujan dari balik jendela KRL Solo-Jogja akan menciptakan pengalaman syahdu yang luar biasa berkesan.

4. Perjuangan Klasik di The Old Man and the Sea

The Old Man and the Sea.
The Old Man and the Sea (simonandschuster.com)

Membaca karya sastra klasik di dalam transportasi umum? Kenapa tidak! Mahakarya Ernest Hemingway ini masuk dalam kategori novela karena halamannya yang sangat ringkas, hanya sekitar 120 hingga 140 halaman (tergantung versi penerbit).

Buku ini menceritakan perjuangan epik seorang nelayan tua bernama Santiago yang harus bertarung sendirian melawan ikan marlin raksasa di tengah lautan. Karena struktur kalimat Hemingway yang khas—padat, pendek, dan lugas—buku ini sangat gampang dicerna meski kamu sedang berada di tengah hiruk-pikuk gerbong yang bising.

5. LDR Ekstrem Antar Galaksi: Voices of a Distant Star

Voices of a Distant Star (Opus Zine)
Voices of a Distant Star (Opus Zine)

Bagi penggemar fiksi ilmiah (Sci-Fi) dan aksi mecha, novel ringan kolaborasi Makoto Shinkai & Gyji Ooba ini adalah permata tersembunyi. Dengan ketebalan hanya 160 halaman, buku ini mengeksplorasi hubungan jarak jauh (LDR) paling ekstrem yang pernah ditulis.

Ceritanya berpusat pada dua remaja yang terpisahkan oleh ruang dan waktu karena salah satunya harus pergi bertempur di luar angkasa. Tragedi ketika sebuah pesan teks butuh waktu bertahun-tahun untuk sampai ke Bumi menciptakan konflik batin yang ringkas namun mendalam. Tema "jarak dan perjalanan" di novel ini bakal beresonansi kuat dengan aktivitas komutermu.

Tips Esensial: Baca Nyaman Tanpa Kesemutan

KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)
KRL Solo-Jogja. (IDN Times/Larasati Rey)

Membaca di transportasi umum tentu butuh sedikit strategi teknis. Jika kamu tim buku fisik, pastikan membawa edisi buku saku (pocket book). Ukuran ini tidak akan memakan space di dalam tas ranselmu dan tetap nyaman digenggam dengan satu tangan andai kamu terpaksa harus berdiri.

Alternatif paling praktis saat gerbong sedang berada di puncak keramaian (peak hours): manfaatkan versi digital seperti E-book atau ePub. Membaca lewat layar ponsel atau Kindle akan menyelamatkanmu dari kerepotan melipat dan membalik halaman kertas di tengah himpitan penumpang lain.

Berbekal satu novel ringan yang tepat, perjalanan lintas kota tidak akan lagi terasa sebagai rutinitas membosankan, melainkan sebuah pelarian singkat ke dimensi imajinasi. Kapan lagi kamu bisa "jalan-jalan" di dua dunia sekaligus?

Nah, dari kelima judul buku di atas, plot cerita mana nih yang paling memancing rasa penasaran kamu buat menemani trip KRL-mu selanjutnya? Yuk, bagikan genre bacaan favoritmu pas lagi di jalan lewat kolom komentar di bawah!

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More