Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Jateng Jadi Lumbung Padi dan Bawang Merah, Gus Yasin Ingatkan Jangan Lengah

Jateng Jadi Lumbung Padi dan Bawang Merah, Gus Yasin Ingatkan Jangan Lengah
Sejumlah buruh mengangkut bawang merah ke atas truk di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (20/6/2019). (ANTARA FOTO/Arnas Padda)

Semarang, IDN Times - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan tren produksi hasil pertanian di 35 kabupaten/kota cenderung meningkat. 

Pada tahun 2022, Jawa Tengah menghasilkan komoditas padi sebanyak 9.579.069 ton, jagung 3.719.441 ton, dan kedelai sebanyak 61.198 ton. 

Menurutnya komoditas pertanian tersebut, sama-sama menghasilkan stok pangan nasional.

"Jateng penyumbang bawang merah, itu ada di Kabupaten Brebes. Lumbung padi kita ada di Kabupaten Sragen dan beberapa kabupaten yang lain. Ini yang harus kita sinergikan. Ketika ada panen raya, kita harus melihat, daerah mana nih yang membutuhkan. Sehingga petani tidak dijual karena panen raya itu biasanya pasti akan turun," kata Gus Yasin dalam keterangan yang didapat IDN Times, Jumat (24/2/2023). 

1. Wagub ungkapkan ada ancaman bencana alam di sektor pangan

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen membuka rakor ketahanan pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen membuka rakor ketahanan pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Meski sudah menjadi penyumbang stok pangan nasional, Wagub berpesan agar tidak menjadi lengah. Sebab, banyak ancaman terkait pangan. Salah satunya adalah bencana alam. 

Pihaknya saat ini mendorong semua pihak harus bergotong royong dan bersinergi agar stok pangan tetap stabil dan tidak ada tindakan melawan hukum. 

2. Komoditas pangan yang melimpah juga berisiko menurunkan harga jual

Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama Irjen Kementan Jan S Maringka saat membuka rakor ketahanan pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan, Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen bersama Irjen Kementan Jan S Maringka saat membuka rakor ketahanan pangan di Gedung Gradhika Bhakti Praja Jalan Pahlawan, Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Langkah lain yang diupayakan dengan cara pola distribusi yang lebih berimbang. Gus Yasin menjelaskan komoditas panen yang melimpah berpotensi menurunkan harga jual. 

Oleh karena itu, komoditas tersebut dapat dikirimkan ke wilayah lain yang hasil panennya sedikit. Selain itu, komoditas tidak harus dikonsumsi sendiri, tetapi bisa dibagikan ke tempat-tempat yang membutuhkan. Seperti di panti asuhan. 

Ia juga mengatakan selama ini ketika panen raya dan harga anjlok, Pemprov Jateng menggerakkan para ASN untuk membeli komoditas petani dengan harga yang lebih baik. Cara ini dinilai dapat membantu menutup kerugian petani.

3. Kementan: Bawang merah Brebes beri kontribusi luar biasa

Irjen Kementan Jan S Maringka dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat menjelaskan mengenai produksi pertanian yang menyumbang ketahanan pangan nasional. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Irjen Kementan Jan S Maringka dan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen saat menjelaskan mengenai produksi pertanian yang menyumbang ketahanan pangan nasional. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)

Sementara itu, Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian (Kementan), Jan S Maringka menjelaskan panen bawang merah dari Kabupaten Brebes secara nasional telah memberikan kontribusi yang sangat besar.

Sebab, kualitas bawang merah lokal dibutuhkan untuk menopang kebutuhan pangan sebagian besar masyarakat Indonesia. 

“Selain padi, memang produksi bawang merah di Brebes memberikan kontribusi yang luar biasa besar. Ini yang patut dijaga dan diapresiasi karena komoditas lokal tetap menjadi primadona bagi pasar dalam negeri,” jelas Maringka. 

4. APIP dan APH dapat digerakan untuk awasi pembangunan pangan

ilustrasi petani cabai (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
ilustrasi petani cabai (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)

Tak cuma itu saja, peran aktif Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP), dan Aparat Penegak Hukum (APH) penting dijalankan guna mengawasi pembangunan pertanian. Sehingga ketahanan pangan terwujud. 

“APIP dan APH harus satu komitmen dalam menjaga program pertanian yang bisa berjalan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran. Tapi kita tidak perlu berpuas diri. Ini perlu kita lakukan, menjaga agar kelestarian dan ketahanan pangan kita terus terjaga dan kita ke depan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” ujar Maringka. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Ciri Regulator Rusak Kena Gas Oplosan dan Cara Membersihkannya

09 Apr 2026, 06:00 WIBNews