Jenguk Relawan yang Dianiaya Oknum TNI, Ganjar Ungkap Kondisi Korban

Boyolali, IDN Times - Ganjar Pranowo jenguk relawannya yang menjadi korban penganiayaan oknum TNI di Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (31/12/2023) malam.
1. Kondisi dua orang relawan Ganjar mulai membaik

Menurut Ganjar dua orang relawannya kini masih dirawat di Rumah Sakit usai mendapat pukulan dan tendangan dari oknum TNI dari Batalyon Kompi Senapan Yonif Raider 408/Suhbrastha. Ganjar pada kesempatan tersebut berbincang dengan salah satu korban.
"Mas Arif Diva belum bisa diajak bicara. Kondisi Mas Slamet Andono lebih baik dan bisa cerita-cerita sambil saya ajak gojek dikit," katanya.
Ganjar mengatakan hasil pemeriksaan dokter yang dilakukan kepada dua orang korban yang dirawat menyatakan kondisi mereka bagus, "Tidak ada geger otak. Tulangnya bagus. Terus kemudian otaknya juga bagus hanya memar-memar saja," kata Ganjar.
2. Kawal penanganan kasus pengeroyokan oleh oknum anggota TNI

Ganjar memastikan pihaknya telah menanggung biaya perawatan dua relawan yang menjadi korban penganiayaan ini. "Sudah. Kami tanggung semua. Sudah diurus sama teman-teman di Boyolali," kata Ganjar.
Ganjar mengatakan pihaknya akan terus mengawal kasus tersebut dan meminta pengusutan kasus pemukulan ini. Ganjar juga memberikan peringatan kepada semua pihak agar tidak melakukan tindakan semena-mena, Ganjar juga mengingatkan kepada pendukungnya agar tertib dan tidak memancing kemarahan.
3. Dandim sebut pemukulan dilakukan secara spontanitas

Komandan Kodim 0724/Boyolali Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo mengatakan penganiayaan yang dilakukan oleh oknum TNI anggota Yonif 408/Suhbrastha kepada relawan Ganjar merupakan spontanitas.
Menurutnya kronologi pemukulan terhadap relawan Ganjar menurutnya terjadi pada Sabtu (30/12/2023) sekitar pukul 11.19 WIB di depan Asrama Kompi Senapan Yonif Raider 408/Suhbrastha. Para prajurit yang saat itu tengah melakukan olahraga voli di lingkungan markas Yonif merasa terganggu dengan suara bising sepeda motor brong yang digeber-geber dan melintas secara terus menerus di depan markas Yonif.
"Kemudian beberapa oknum anggota secara spontan keluar dari asrama dan menuju jalan depan asrama untuk mencari sumber suara kenalpot brong tersebut. Untuk ingatkan pengendara untuk membubarkan dan terjadilah penganiayaan terhadap pengguna knalpot brong tersebut," katanya.
Wiweko mengatakan kasus ini telah ditangai oleh Polisi Militer yakni Denpom Surakarta dan oknum anggota bakal diproses seusai prosedur hukum yang berlaku. Sebanyak 15 orang anggota Batalyon 408 telah diperiksa oleh polisi militer.



















