Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kawasan Industri Kendal, Demak dan Batang Diklaim Gaet Investor Besar

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog dengan pekerja saat meninjau langsung sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Kendal. (dok. Pemprov Jateng)
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berdialog dengan pekerja saat meninjau langsung sejumlah perusahaan di Kawasan Industri Kendal. (dok. Pemprov Jateng)

Semarang, IDN Times - Tiga kawasan industri di wilayah Jawa Tengah dianggap mampu menarik minat para investor untuk menanamkan modalnya yang besar. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) mengklaim proses pemerataan investasi kawasan Pantura kini mulai tampak hasilnya. 

“Kendal, Batang, dan Demak menjadi bukti bahwa pengembangan kawasan industri terintegrasi mampu menarik investor besar sekaligus membuka lapangan kerja," ungkap Kepala DPMPTSP Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, Kamis (22/1/2026). 

Table of Content

1. Industri barang dan alas kaki dominan di Jateng

1. Industri barang dan alas kaki dominan di Jateng

Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB (dok. KITB)
Kawasan Industri Terpadu Batang atau KITB (dok. KITB)

Lebih jelas lagi dirinya menuturkan selama periode Januari-Desember 2025 kemarin, terdapat lima sektor industri yang mendominasi investasi untuk Jawa Tengah. 

Pada posisi investasi pertama, katanya terdapat industri barang dari kulit dan alas kaki yang berkontribusi senilai Rp11,37 triliun. 

Lalu posisi kedua terdapat sektor industri mesin, elektronik, dan peralatan presisi berkontribusi senilai Rp9,70 triliun, industri karet dan plastik senilai Rp8,96 triliun. Kemudian industri tekstil mencapai Rp7,97 triliun, serta perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp7,47 triliun.

2. Daftar lima kabupaten/kota yang berkontribusi untuk capaian investasi Jateng tahun 2025

ilustrasi gulungan tekstil (pexels.com/Pixabay)
ilustrasi gulungan tekstil (pexels.com/Pixabay)

Untuk keseluruhan, ia menekankan ada lima daerah yang andil dalam realisasi penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. 

Kelima daerah tersebut antara lain:

  • Kabupaten Kendal senilai Rp15,86 triliun, 
  • Kota Semarang Rp11,15 triliun, 
  • Kabupaten Demak Rp9,06 triliun, 
  • Kabupaten Batang Rp6,73 triliun. 
  • Kabupaten Semarang Rp4,38 triliun.

3. Dinas penanaman modal pastikan sinergi dan kepastian regulasi tetap terjaga

IMG-20251109-WA0036.jpg
Salah satu lokasi pabrik Bakso Pak Sahid Ngehitz yang diuji standar pangan mutunya. (IDN Times/bt)

Ia juga bilang banyaknya sektor manufaktur yang ada sekarang justru memperkuat citra Jawa Tengah sebagai basis industri nasional.

“Ini sejalan dengan strategi kami mendorong hilirisasi dan industri padat karya. Tujuannya agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan perolehan capaian investasi 2025 yang tinggi, pihaknya akan terus menjaga kepercayaan investor asing dan domestik.

“Kami pastikan stabilitas daerah, kepastian regulasi, serta sinergi lintas sektor tetap terjaga. Target kami, Jawa Tengah menjadi gerbang investasi utama di Indonesia,” bebernya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Kawasan Industri Kendal, Demak dan Batang Diklaim Gaet Investor Besar

22 Jan 2026, 10:16 WIBNews