Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kawasan Tembalang Semarang Terdampak Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya

Kawasan Tembalang Semarang Terdampak Banjir, Ternyata Ini Penyebabnya
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengecek aliran Sungai Gambir di wilayah Tembalang, Kota Semarang, Selasa (5/12/2023). (dok. Pemkot Semarang)
Share Article

Semarang, IDN Times - Kawasan Kecamatan Tembalang terdampak banjir karena hujan lebat yang mengguyur Kota Semarang, Senin (4/12/2023). Sejumlah wilayah mulai dari Jalan Ngesrep hingga Perumahan Korpri Tembalang terdapat genangan air. 

1. Sejumlah lokasi di Tembalang banjir

Petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pembersihan drainase dalam penanganan banjir di Kota Semarang. (dok. Humas Pemkot Semarang)
Petugas Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang melakukan pembersihan drainase dalam penanganan banjir di Kota Semarang. (dok. Humas Pemkot Semarang)

Hal itu tampak dari sejumlah unggahan di media sosial yang mengabarkan sejumlah lokasi di Tembalang banjir. Kondisi itu langsung direspons oleh Pemkot Semarang mengingat warga juga melaporkan terkait kejadian tersebut.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu langsung melakukan pengecekan dengan mendatangi lokasi banjir, yakni di Perumahan Korpri Tembalang. Menurut dia, permasalahan itu telah terjadi sejak lama, tetapi belum terselesaikan. Ketika hujan dengan intensitas tinggi, perumahan itu akan tergenang lantaran secara geografis berbentuk cekungan.

"Ada permasalahan lama yang belum terselesaikan, seperti di Perumahan Korpri Tembalang, bentuknya cekung jadi airnya harus ditarik menggunakan pompa karena saluran airnya kecil," katanya saat meninjau lokasi, Selasa (5/12/2023).

Lantaran sering terjadi genangan saat banjir, warga telah mempunyai pompa hasil swadaya untuk mengatasi masalah itu. Namun, saat hujan deras pada Senin (4/12/2024) malam, pompa milik warga tak mampu mengatasi debit air yang besar.

2. Sungai Gambir alami penyempitan dan pendangkalan

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengecek aliran Sungai Gambir di wilayah Tembalang, Kota Semarang, Selasa (5/12/2023). (dok. Pemkot Semarang)
Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu saat mengecek aliran Sungai Gambir di wilayah Tembalang, Kota Semarang, Selasa (5/12/2023). (dok. Pemkot Semarang)

Merespons kejadian tersebut Pemkot Semarang menerjunkan pompa portabel milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang. Selain itu, memperlebar saluran pembuangannya.

"Kami pasang pompa mobile dari BPBD Kota Semarang, kami juga ucapkan terima kasih warga melakukan swadaya pemasangan pompa," ujarnya.

Selain itu, perempuan yang akrab disapa Ita ini mendatangi lokasi lain yang dilaporkan masyarakat. Tepatnya di aliran Sungai Gambir Jalan Mulawarman, Kecamatan Tembalang. Lebar sungai tersebut mengalami penyempitan dan pendangkalan akibat sedimentasi yang mengakibatkan debit air meningkat.

"Kami temukan lagi ada penyempitan di Sungai Gambir. Mulai Graha Estetika sampai di Jembatan Mulawarman lebar kira-kira 8 meter, tetapi setelah itu menyempit jadi 4 meter sepanjang 600 meter," jelasnya.

3. Sedimentasi akan dikeruk

Ilustrasi banjir di Kota Semarang. (IDN Times/bt/Anggun P)
Ilustrasi banjir di Kota Semarang. (IDN Times/bt/Anggun P)

Pihaknya menyebut, penyempitan akibat sedimentasi itu dalam waktu dekat ini akan dibersihkan. Kendati begitu, dia meminta Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang melakukan pemantauan rutin agar aliran air lancar sampai ke Waduk Universitas Diponegoro (Undip).

"Sedimentasi akan dikeruk. Ini harus dicek lagi sampah-sampahnya, pasalnya sebelumnya saya cek ada banyak dahan-dahan, plastik, dan lain-lain. Setelah itu lebar lagi sampai ke Waduk Undip," ujarnya.

Sementara itu, Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto mengatakan, genangan air di Perumahan Korpri Tembalang telah diatasi saat menerima aduan dari masyarakat. Sementara, penyempitan Sungai Gambir yang disebabkan sedimentasi akan segera dikerjakan pembersihannya.

"Malam tadi hujan di Tembalang intensitasnya tinggi, kalau melihat peta itu orange. Di sana memang sudah ada pompa swadaya masyarakat mungkin karena telat menyalakan. Tetapi semalam sudah aman," katanya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More

Mantan Artis Terlibat Kasus Pig Butchering di Jateng, Modusnya Ngonten

01 Jun 2026, 17:05 WIBNews