Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas, 6 Hektare Sampah Terbakar

Kota Surakarta
Kebakaran TPA Putri Cempo Solo Meluas, 6 Hektare Sampah Terbakar
Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
  • Kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, sejak Rabu malam membakar sekitar enam hektare sampah di Blok B, C, dan D; angin kencang mempercepat perambatan api.
  • Petugas gabungan mengerahkan 22 armada pemadam dari Soloraya dan Magelang, dua water cannon, serta melakukan pemadaman dan pendinginan lebih dari enam jam hingga Kamis dini hari.
  • Tiga KK di sekitar TPA dievakuasi akibat kedekatan dengan titik api dan asap; BPBD bersama Dinsos menyiapkan dua dapur umum bagi warga terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Surakarta, IDN Times – Kebakaran melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, Jawa Tengah, Rabu (2/9/2026) malam. Api membakar gunungan sampah seluas sekitar enam hektare dan sempat meluas dari Blok D ke Blok B.

Kebakaran yang terdeteksi sekitar pukul 18.00 WIB itu membuat petugas gabungan berjibaku melakukan pemadaman selama lebih dari enam jam. Angin kencang disebut membuat api lebih cepat menjalar di antara gunungan sampah.

  1. 1. Api Membakar Blok B, C, dan D

    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

    Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Budi Murtono, mengatakan kebakaran terjadi di sejumlah blok dengan luas area terdampak mencapai sekitar enam hektare.

    “Kurang lebih 6 hektare ya, kurang lebih 6 hektare. Jadi itu memang ada di yang terbakar kan di B, C, dan D, ya,” ujar Budi kepada awak media di TPA Putri Cempo, Kamis (3/9/2026).

    Proses pemadaman masih berlangsung hingga dini hari. Petugas berupaya mencegah kobaran api semakin meluas, terutama menuju kawasan permukiman warga.

    Sebanyak 22 armada pemadam kebakaran dari wilayah Soloraya dan Magelang diterjunkan untuk menangani kebakaran tersebut.

  2. 2. Dua Water Cannon Dikerahkan untuk Percepat Pemadaman

    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

    Besarnya kobaran api diperparah dengan kondisi angin yang cukup kencang. Api yang awalnya membakar Blok D kemudian menjalar ke Blok B.

    Untuk mempercepat proses pemadaman, dua unit water cannon turut dikerahkan. Masing-masing berasal dari Brimob Polda Jawa Tengah dan Polresta Solo.

    Wali Kota Solo, Respati Ardi, mengatakan pemerintah juga tengah memikirkan dampak kebakaran terhadap aktivitas pengelolaan sampah di Kota Solo, termasuk kemungkinan terganggunya penerimaan sampah dari kelurahan.

    “(Besok sampah tidak bisa masuk dari kelurahan-kelurahan) Nanti kita lihat, semoga apinya bisa padam ya,” ujar Respati di TPA Putri Cempo, Rabu (2/9/2026) malam.

    Di tengah upaya pemadaman, Pemkot Solo juga melakukan langkah antisipasi terhadap warga yang berada di sekitar lokasi.

    “Kita evakuasi segera mungkin antisipasi sehingga tidak ada hal-hal yang tidak diinginkan,” terangnya.

  3. 3. Warga Sekitar TPA Putri Cempo Mengungsi

    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)
    Kondisi kebakaran di TPA Putri Cempo, Solo, Kamis, (3/9/2026). (IDN Times/Larasati Rey)

    Kebakaran juga berdampak terhadap warga yang tinggal di sekitar TPA Putri Cempo. Sejumlah warga dievakuasi untuk mengantisipasi risiko akibat kobaran api dan kepulan asap.

    Kepala BPBD Solo, Ari Dwi Daryatmo, mengatakan terdapat tiga kepala keluarga (KK) yang terdampak dan tengah dievakuasi karena lokasi tempat tinggal mereka berdekatan dengan titik api.

    “(Dievakuasi karena berdekatan dengan titik api) Iya berdekatan. Kalau pemantauan terganggu asap,” kata Ari.

    Selain melakukan evakuasi, BPBD Solo bersama Dinas Sosial (Dinsos) juga menyiapkan dua unit dapur umum untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

    “Untuk dapur umum kita kerja sama dengan Dinas Sosial. Kebetulan juga ada Tagana, kita standby di Pedaringan, di pemadam kebakaran,” ujar Ari.

    Hingga Kamis dini hari, petugas gabungan masih melakukan pemadaman dan pendinginan di sejumlah titik untuk memastikan api tidak kembali menyala dan meluas ke area lainnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More