Siapa yang tidak pernah mengalami momen mata mendadak perih dan berair saat sedang mengiris bawang merah di dapur? Keresahan kecil ini hampir dialami setiap orang yang sedang menyiapkan bumbu masakan. Rasanya sangat mengganggu saat irisan bawang baru setengah jalan, tetapi air mata sudah mengalir deras hingga pandangan menjadi kabur.
Mengiris tanpa Nangis! Ini Cara Memotong Bawang Merah Gak Bikin Mata Perih dan Pedih

Sensasi mata perih dan menangis saat memotong bawang merah dipicu oleh reaksi kimia pelepasan gas syn-propanethial-S-oxide.
Reaksi kimia ini bisa diperlambat dan dicegah lewat trik suhu dingin, ketajaman pisau dapur, hingga menjaga bagian akar bawang tetap utuh.
Metode praktis seperti memanfaatkan sirkulasi udara, olesan cuka putih, hingga kacamata pelindung terbukti ampuh membuat proses memasak lebih nyaman.
Secara ilmiah, fenomena ini terjadi akibat reaksi kimia alami. Ketika bilah pisau merusak dinding sel bawang merah, senyawa sulfur akan bercampur dengan enzim khusus yang menghasilkan gas bernama syn-propanethial-S-oxide. Begitu gas ini menguap dan menyentuh lapisan air di mata, terbentuklah asam sulfat ringan yang memicu respons refleks berupa air mata. Tenang saja, ada beberapa trik taktis dan ilmiah yang terbukti ampuh mengatasi masalah ini agar kegiatan meracik bumbu kembali nyaman.
1. Mendinginkan Bawang di Dalam Freezer Sebelum Diiris

ilustrasi bawang merah (pexels.com/greenwish _) Suhu dingin yang ekstrem terbukti sangat efektif untuk memperlambat reaksi kimia di dalam sel tanaman. Ketika suhu bawang merah menurun, jumlah gas sulfur yang menguap ke udara saat sel terpotong akan berkurang secara signifikan.
Caranya sangat simpel, cukup masukkan bawang merah ke dalam freezer selama 10 hingga 15 menit, atau simpan di chiller kulkas biasa selama 30 menit sebelum mulai dikupas. Namun, pastikan jangan menyimpannya terlalu lama sampai beku total agar tekstur renyah bawang tidak berubah menjadi lembek saat dicairkan.
2. Memakai Pisau yang Sangat Tajam

ilustrasi memotong bawang merah dengan pisau tajam (freepik.com/freepik) Banyak yang tidak menyadari bahwa kondisi pisau memegang peranan kunci. Pisau tumpul akan menekan dan menghancurkan sel bawang secara masif, sehingga memicu keluarnya cairan dan gas perih dalam jumlah yang jauh lebih banyak.
Sebaliknya, pisau super tajam mampu mengiris dinding sel dengan rapi tanpa merusaknya secara berlebihan. Kerusakan sel yang minim membuat pelepasan gas sulfur ke udara menjadi sangat sedikit. Jadi, selalu pastikan untuk mengasah pisau dapur sebelum mulai memotong keluarga bawang-bawangan.
3. Membiarkan Bagian Akar Tetap Utuh Terlebih Dahulu

ilustrasi memotong bawang merah (pexels.com/RDNE Stock project) Bagian akar bawah bawang merah ternyata menyimpan konsentrasi senyawa sulfur paling tinggi dibanding area daging lainnya. Jika bagian ini dipotong di awal, gas perih akan langsung menyebar hebat ke seluruh ruangan.
Trik terbaiknya adalah membiarkan bagian akar tetap utuh selama proses mengupas dan mengiris. Jadikan area akar ini sebagai pegangan alami yang stabil saat memotong. Buang bagian akar pada urutan paling akhir setelah seluruh daging bawang selesai teriris rapi.
4. Menyalakan Kipas Angin atau Lilin di Dekat Talenan

ilustrasi memotong bawang merah (freepik.com/pvproductions) Jika ingin menghalau uap pedih secara instan, cobalah memanipulasi sirkulasi udara di sekitar talenan kayu. Arahkan kipas angin kecil ke sisi samping area potong agar embusan angin langsung meniup gas sulfur menjauh dari wajah sebelum sempat menguap ke atas.
Alternatif menarik lainnya adalah menyalakan lilin dapur di dekat talenan. Api lilin secara alami akan menyedot udara sekitar—termasuk gas sulfur yang menguap—untuk proses pembakaran, sehingga konsentrasi gas yang sampai ke mata berkurang secara drastis.
5. Melumuri Bilah Pisau dengan Cuka atau Air

Bawang merah. IDN Times / Auriga Agustina Kandungan asam pada cuka putih dapur memiliki kemampuan untuk mendenaturasi atau merusak struktur enzim pembentuk gas perih. Cukup oleskan sedikit cuka pada kedua sisi bilah pisau sebelum mulai mengiris bawang.
Bagi yang kurang menyukai aroma cuka, membasahi pisau dan talenan dengan air mengalir secara berkala bisa jadi solusi praktis. Air memiliki sifat yang dapat mengikat senyawa sulfur, sehingga uap perih tidak mudah menyebar bebas ke udara.
Alternatif Ekstra: Kacamata Pelindung untuk Porsi Besar

ilustrasi mengupas bawang merah (pexels.com/aditya bhatia) Bagi yang harus mengolah bawang merah dalam jumlah sangat banyak—seperti untuk kebutuhan bisnis kuliner atau persiapan hajatan besar—metode perlindungan fisik adalah opsi terbaik.
Memakai kacamata renang (swim goggles) atau onion goggles memberi perlindungan kedap udara 100%. Cara ini memblokir seluruh celah udara sehingga gas bawang sama sekali tidak bisa menyentuh kornea mata.
Memotong bawang merah tanpa perlu meneteskan air mata ternyata sangat mudah jika memahami prinsip kimia sederhana di baliknya. Mulai dari mengatur suhu, menjaga ketajaman alat, hingga memanfaatkan sirkulasi udara, semua langkah ini bisa disesuaikan dengan kebutuhan memasak sehari-hari.
Trik mana yang paling ingin langsung dicoba di dapur hari ini? Atau punya cara ampuh lain yang biasa dipakai di rumah? Tulis cerita dan tips menarik lainnya di kolom komentar!





















