Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kepala Pusat Barantin Dorong Karantina Semarang Transparan dan Sat-set
Kepala Badan Pusat Karantina Pertanian Hewan Tumbuhan Abdul Kadir Karding didampingi Kepala Barantin Jateng saat cek kondisi bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
  • Kepala Barantin Abdul Kadir Karding meninjau penerapan SSm JI-QC di TPFT Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, untuk memastikan integrasi pemeriksaan karantina dan bea cukai berjalan efektif.
  • Sistem pemeriksaan terpadu berbasis digital dinilai memangkas waktu pemeriksaan impor dan biaya logistik, sambil mendorong layanan pelabuhan yang cepat, transparan, serta akuntabel.
  • Barantin menegaskan percepatan logistik harus sejalan dengan penguatan biosekuriti; sistem ini juga mendapat penilaian positif dalam monitoring dan evaluasi Stranas PK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5/8/2026

Abdul Kadir Karding meninjau penerapan SSm JI-QC di TPFT Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Ia mendorong pelayanan karantina yang cepat, transparan, dan akuntabel.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Abdul Kadir Karding meninjau penerapan sistem Single Submission Joint Inspection–Quarantine Customs (SSm JI-QC) untuk pemeriksaan terpadu barang impor di Pelabuhan Tanjung Emas.
  • Who?
    Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, jajaran Barantin, Karantina Jawa Tengah, Bea Cukai, pengelola terminal, dan entitas pelabuhan terlibat dalam pelaksanaan pemeriksaan terpadu.
  • Where?
    Peninjauan berlangsung di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah.
  • When?
    Karding melakukan peninjauan pada Rabu, 5 Agustus 2026.
  • Why?
    Peninjauan dilakukan untuk memastikan integrasi pemeriksaan karantina dan bea cukai berjalan efektif, mempercepat layanan, menekan biaya logistik, serta tetap menjaga pengawasan biosekuriti.
  • How?
    SSm JI-QC mengintegrasikan pemeriksaan karantina dan bea cukai di TPFT. Karding juga meninjau tahapan pemeriksaan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang melintas melalui pelabuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Abdul Kadir Karding datang ke Pelabuhan Tanjung Emas di Semarang. Ia melihat karantina dan bea cukai memeriksa barang impor bersama-sama. Sistem komputer ini membuat pemeriksaan lebih cepat dan biaya kirim lebih kecil. Mereka tetap menjaga hewan, ikan, dan tumbuhan supaya aman. Sekarang semua pihak pelabuhan diminta bekerja kompak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan pemeriksaan terpadu di Pelabuhan Tanjung Emas menunjukkan bahwa digitalisasi dan koordinasi lintas instansi dapat membuat layanan impor lebih efisien tanpa mengendurkan pengawasan. Dengan waktu pemeriksaan dan biaya logistik yang lebih rendah, sistem ini juga tetap menempatkan penguatan biosekuriti, transparansi, serta akuntabilitas sebagai bagian penting dari pelayanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding meninjau langsung implementasi Single Submission Joint Inspection–Quarantine Customs (SSm JI-QC) di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang.

Sistem pemeriksaan terpadu antara karantina dan bea cukai tersebut dinilai mampu memangkas waktu pemeriksaan barang impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya logistik.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung proses bisnis pelayanan karantina sekaligus memastikan integrasi pemeriksaan lintas instansi berjalan efektif.

Karding mengatakan keberhasilan implementasi sistem tersebut menjadi contoh bagaimana digitalisasi mampu mempercepat pelayanan tanpa mengurangi kualitas pengawasan.

"Upaya peningkatan efisiensi ini akan terus kami dorong demi mendukung kelancaran logistik nasional. Keberhasilan implementasi SSm JI-QC bergantung pada sinergi yang solid antara Karantina, Bea Cukai, pengelola terminal, dan seluruh entitas pelabuhan. Tujuan kita sama, yaitu menghadirkan pelayanan yang cepat, transparan, dan akuntabel," kata Karding usai peninjauan, Semarang, Rabu, (5/8/2026).

Menurutnya, transformasi layanan karantina harus berjalan beriringan dengan penguatan sistem biosekuriti sehingga percepatan arus logistik tidak mengurangi efektivitas pengawasan terhadap komoditas yang keluar maupun masuk Indonesia.

Senada, Plt Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan (Karantina) Jateng Riswan menambahkan, efisiensi pelayanan tersebut juga memperoleh penilaian positif dalam monitoring dan evaluasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

"Penerapan sistem SSm JI-QC impor di Tempat Pemeriksaan Fisik Terpadu (TPFT) dan kegiatan ekspor di Depo Fumigasi Ampenan Pelabuhan Tanjung Emas telah terbukti memangkas waktu pemeriksaan (dwelling time) serta menekan biaya logistik pengguna jasa," jelas Riswan.

Dalam kunjungan tersebut, Karding bersama jajaran juga meninjau berbagai tahapan pemeriksaan karantina terhadap komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan yang dilalulintaskan melalui Pelabuhan Tanjung Emas.

Curated For You

Editorial Team

Related Article