Keracunan SMAN 1 Lasem 9 Siswa Masih Opname, BPOM dan Polisi Gelar Investigasi

- Sebanyak 209 siswa SMAN 1 Lasem masih izin pemulihan dan sembilan siswa dirawat inap, turun dari sekitar 725 siswa yang sebelumnya sakit; kegiatan belajar telah kembali normal.
- Puskesmas Lasem menangani total 28 pasien dengan keluhan diare, mual, muntah, nyeri perut, dan pusing. Sembilan pasien rawat inap berangsur membaik, namun tetap diobservasi.
- Sekolah menyurvei guru dan siswa untuk menentukan kelanjutan program MBG. Dinas Kesehatan, Puskesmas, Polres, Kodim, dan BPOM turut memeriksa kasus yang hanya ditemukan di SMAN 1 Lasem.
Rembang, IDN Times - Kondisi warga SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berangsur membaik pascainsiden diare massal yang melanda kawasan sekolah. Hingga Jumat (4/9/2026), tercatat sebanyak 209 siswa masih izin tidak masuk sekolah karena pemulihan, sementara sembilan siswa lainnya masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Lasem.
Angka siswa yang izin sakit tersebut menurun drastis jika dibandingkan dengan hari sebelumnya yang sempat menyentuh angka 725 siswa. Pihak sekolah mengonfirmasi bahwa aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) telah kembali berjalan normal.
Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutuik, menyampaikan bahwa sebagian besar murid yang sempat mengeluhkan gangguan pencernaan kini sudah beraktivitas kembali di kelas.
“Untuk hari ini anak-anak yang izin sakit masih sejumlah 209, kemarin kan sekitar 700-an lebih. Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan sudah mengikuti KBM di kelas. Kami hari ini tetap masuk normal seperti biasa,” kata Juhartutuik, Jumat (4/9/2026).
1. Pihak Sekolah Gelar Survei Kelanjutan MBG

Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat (4/9/2026). (IST) Guna menentukan langkah ke depan, pihak sekolah saat ini tengah menyebar survei internal untuk mendata perkembangan kesehatan guru dan murid secara menyeluruh. Hasil dari survei ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan utama sekolah untuk memutuskan apakah program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan dilanjutkan atau dihentikan sementara.
“Ini sedang kami survei untuk guru maupun siswa. Saya belum mengambil hasil surveinya, kemarin sore baru 400 orang yang mengisi dan nanti hari ini kita akan tindak lanjuti hasil survei dari guru dan siswa itu, apakah mau melanjutkan (MBG) atau tidak,” terangnya.
Sejumlah instansi lintas sektor juga dilaporkan telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan investigasi lanjutan, mulai dari Dinas Kesehatan, Puskesmas Lasem, jajaran Polres, Kodim, hingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
2. Pasien Rawat Inap Berjumlah 9 Siswa, Kondisi Berangsur Pulih

Suasana di SMAN 1 Lasem pasca keracunan massal usai santap MBG. Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat (4/9/2026). (IST) Di sisi lain, Puskesmas Lasem mengonfirmasi telah menangani akumulasi 28 pasien asal SMAN 1 Lasem sejak laporan kasus dugaan keracunan makanan mencuat. Dari jumlah tersebut, sembilan siswa harus menjalani opname atau rawat inap, sedangkan sisanya mendapatkan penanganan rawat jalan.
Kepala Puskesmas Lasem, dr. Joko Paryanto, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan sembilan siswa yang diopname telah menunjukkan kemajuan signifikan.
“Alhamdulillah dari sembilan pasien yang kami rawat yang keluhan utamanya masuk dengan diare, mual, muntah, nyeri perut dan juga pusing, berangsur membaik. Yang asalnya diarenya lebih dari tujuh kali, sekarang hanya tinggal sekali dua kali. Yang asalnya mual muntah terus sekarang muntahnya hanya sekali,” papar Joko.
Meskipun pasien sudah mulai bisa mengonsumsi makanan dan minuman, tim medis masih memilih untuk melakukan observasi ketat guna mencegah terjadinya dehidrasi susulan di rumah.
3. Penambahan Pasien Terjadi Secara Bertahap

Suasana di SMAN 1 Lasem pasca keracunan massal usai santap MBG. Sejumlah siswa yang diduga keracunan MBG masih menjalani perawatan di Puskesmas Lasem, Jumat (4/9/2026). (IST) Joko membeberkan bahwa penambahan jumlah pasien rawat inap terjadi secara bertahap sejak Kamis (3/9/2026). Pada Kamis siang, terdapat lima siswa yang dirawat. Jumlah tersebut bertambah satu pasien pada Kamis malam, dan kembali bertambah tiga pasien pada Jumat pagi.
“Jadi pasien itu kemarin siang baru 21 pasien, yang menjalani rawat inap ada lima pasien. Kemudian semalam jam sembilan itu tambah lagi satu, menjadi enam. Dan pagi tadi setengah sembilan ada pasien lagi yang masuk dengan keluhan sama... jadi total mulai dari kemarin sampai pagi hari ini kita merawat sembilan pasien,” pungkasnya.
Hingga saat ini, laporan kasus dugaan keracunan makanan tersebut dikonfirmasi hanya berasal dari lingkungan SMAN 1 Lasem dan belum ditemukan kasus serupa di sekolah lain.



















