Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Usai Muktamar NU, Kiai Genuk Semarang Minta Gus Kikin Kelola Tambang dengan Baik
Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin diwawancara saat konferwil PWNU Jatim di Jombang. IDN Times/Dok.Zainul Arifin
  • Pengurus NU mendorong Ketua Umum PBNU KH Ahmad Hakim Mahfudz atau Gus Kikin melanjutkan pengelolaan konsesi tambang pada periode 2026-2031.
  • Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom menilai manajemen NU mampu mengelola tambang, yang disebut perlu dijalankan demi kepentingan warga NU.
  • Anasom menyarankan Gus Kikin merangkul kandidat ketua umum yang kalah, termasuk Yusuf Chudlori, untuk memanfaatkan pengalaman mereka dalam organisasi, banom, dan politik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengurus NU mendorong Ketua Umum PBNU KH Ahmad Hakim Mahfudz atau Gus Kikin melanjutkan pengelolaan konsesi tambang yang diterima NU.
  • Who?
    Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom menyampaikan dorongan kepada Gus Kikin dan kepengurusan PBNU periode 2026-2031. Yusuf Chudlori juga disebut sebagai tokoh yang disarankan untuk dirangkul.
  • Where?
    Dorongan disampaikan terkait Muktamar PBNU ke-35 yang berlangsung di Jombang. KH Anasom merupakan pengasuh Ponpes Ashodiqiyah di Genuk, Semarang.
  • When?
    KH Anasom menyampaikan keterangannya pada Selasa, 1 September 2026, setelah Muktamar PBNU ke-35 yang berlangsung beberapa hari sebelumnya.
  • Why?
    Menurut Anasom, konsesi tambang perlu dikelola secara baik untuk kepentingan warga NU. Ia menilai sistem manajerial NU saat ini sanggup menjalankan pengelolaan tersebut.
  • How?
    Pengelolaan diharapkan diteruskan oleh kepengurusan PBNU baru. Anasom juga menyarankan Gus Kikin merangkul kandidat ketua umum yang tidak terpilih dan memiliki pengalaman organisasi, banom, serta politik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Para pengurus NU meminta Gus Kikin melanjutkan urusan tambang NU. Kiai Anasom dari Semarang berharap tambang itu dikelola baik untuk warga NU. Ia bilang pengurus baru PBNU tahun 2026 sampai 2031 bisa mengerjakannya. Ia juga meminta Gus Kikin mengajak calon ketua lain, seperti Gus Yusuf, supaya ikut membantu NU.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan agar kepengurusan PBNU baru mengelola konsesi tambang mencerminkan kepercayaan sebagian pengurus terhadap kapasitas manajerial NU serta orientasi manfaat bagi warganya. Semangat merangkul kandidat lain juga membuka ruang pemanfaatan pengalaman organisasi, kepemimpinan, dan politik yang telah dimiliki berbagai tokoh, sehingga gagasan pengembangan NU dapat dihimpun secara lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Sejumlah pengurus Nahdlatul Ulama (NU) yang hadir dalam pelaksanaan Muktamar PBNU ke-35 mendorong Ketum PBNU KH Ahmad Hakim Mahfudz alias Gus Kikin untuk melanjutkan pengelolaan konsesi tambang. Sebelumnya diketahui bahwa NU menjadi salah satu ormas keagamaan yang menerima konsesi tambang dari pemerintahan era Presiden Jokowi. 

Salah satu dorongan tersebut muncul dari Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom. Kiai pengasuh Ponpes Ashodiqiyah Genuk Semarang tersebut memastikan pengelolaan proyek tambang akan tetap dikerjakan oleh kepengurusan PBNU periode 2026-2031. 

"Kemarin (ketika muktamar) sudah ada arahan, tapi tidak terlalu jelas. Tetapi semoga kepemimpinan yang baru bisa mengelola dengan baik. Karena dari sistem manajerial NU di hari ini kami rasakan sanggup melakukan itu," kata Anasom kepada IDN Times, Selasa (1/9/2026). 

Pihaknya telah mendengarkan paparan RPJ dari Gus Yahya saat muktamar yang mengisyaratkan bahwa pengelolaan tambang tetap dikerjakan. 

Terlebih lagi, menurutnya konsesi tambang perlu dikelola dengan baik karena semata untuk kepentingan warga NU. 

"Kemarin ketika RPJ oleh gus Yahya begitu (disampaikan). Kayaknya gak ada pembicaraan menolak atau menerima tapi kayaknya (tambang) itu lanjut karena sudah disinggung Gus Yahya pas RPJ," tegasnya. 

Tak cuma itu saja, katanya pasca Muktamar PBNU Ke-35, pihak menyarankan kepada Gus Kikin dan pengurus yang baru untuk merangkul calon-calon ketum yang kalah dalam seleksi bursa ketum periode 2026-2031.

Sebab muktamar di Jombang beberapa hari lalu memang dimeriahkan dengan munculnya banyak nama kiai yang tertarik jadi ketum PBNU. 

Calon-calon ketum yang perlu dirangkul Gus Kikin, menurut Anasom paling tidak sosok yang berani berkomitmen membawa NU berkembang di masa depan. 

"Para calon yang tidak masuk lima besar (kandidat terkuat), sepanjang punya komitmen terhadap visi membawa pengembangan NU ke depan ya harus dirangkul. Mereka itu potensial, sosok leader leader dan manajer yang tentu sudah punya pengalaman," jelasnya. 

Calon ketum yang perlu dirangkul salah satunya pengasuh Ponpes API Tegalrejo Magelang Yusuf Chudlori. 

Anasom berpendapat jika Gus Yusuf perlu dilibatkan pada kepengurusan PBNU yang baru karena memiliki rekam jejak kepemimpinan di badan otonom (banom) dan politik yang mumpuni. 

"Mereka sudah memimpin pengalaman organisasi NU struktural, banom bahkan di politik. Itu pengalaman bagus yang harus dirangkul semua. Seperti Gus Yusuf pengalaman dengan NU, mengelola politik namanya sangat bagus. Nah pengalaman ini harus dishare untuk masyarakat NU dan Indonesia," kata Anasom. 

Curated For You

Editorial Team

Related Article