Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Kru Heli MI-17 Terjang Badai Kristine saat Kirim Bahan Pangan ke Filipina

Kisah Kru Heli MI-17 Terjang Badai Kristine saat Kirim Bahan Pangan ke Filipina
Seorang kru Heli MI-17 saat membuka pintu armada Heli MI-17 di Lanumad Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Semarang, IDN Times - Sejumlah kru helikopter MI-17 yang terlibat operasi kemanusiaan di Filipina mendapat penghargaan khusus dari Puspenerbad. 

Tak kurang 10 kru dari Skadron 31 Amur Yudha Cakti (31/AYC) tersebut memperoleh penyematan wong penerbang TNI AD tepat saat HUT Ke-65 Penerbad di Lanumad Ahmad Yani Semarang. 

1. Bantu pasok logistik, makanan dan air minum

Menurut Kapten Cpn Dicky Yudha Satria, Komandan Heli MI-17, tantangan terberat saat bertugas di Filipina yaitu munculnya badai kristine yang memicu kecepatan angin mencapai 30-45 knot. 

Di sisi lain dirinya harus memimpin operasi pengiriman bahan pangan ke Kota Naga di Cebu. Lalu berlanjut ke Calaguas, Bisthol dan Gatsby. 

"Di sana memang ada badai kristine dengan kecepatan angin 30-45 knot. Masyarakat di sana kekurangan logistik, air dan makanan. Kami datang bersama kontingen beberapa negara lain dari Brunei, Malaysia dan Singapura, baru datang langsung melakukan dukungan untuk pengiriman logistik," paparnya, Kamis (14/11/2024). 

"Kami langsung ke daerah Naga, dimana daerah itu yang disebar ke Calaguas Bisthol dan Gatsby. Sehingga ini jadi tantangan bagi kami. Anggota kami sehat semua karena sering berlatih penanganan bencana alam," tuturnya. 

2. Kru Heli MI-17 kirim logistik ke Filipina

Danpuspenerbad, Mayjen TNI Zainuddin. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Danpuspenerbad, Mayjen TNI Zainuddin. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Danpuspenerbad, Mayjen TNI Zainuddin mengatakan, kesepuluh kru Heli MI-17 tersebut beberapa waktu lalu menjalani misi kemanusiaan dengan mengirimkan 6 ton bahan pangan dan air minum kepada korban bencana badai kristine yang ada di Filipina. 

Ia juga bilang perjalanan yang mereka tempuh sangat jauh. Mereka musti bertolak dari Semarang lalu berlanjut Surabaya, Makasar, Manado sampai akhirnya menembus wilayah Davao di Filipina Selatan. 

"Meski tertahan karena terkena dampak badai, tapi sehari berikutnya mereka berhasil mengirimkan bantuan kepada para korban di sana," kata Zainuddin. 

3. Daftar 10 kru Heli MI-17 yang jalankan misi ke Filipina

Sepuluh kru Skadron 13 AYC saat berpose di depan Heli MI-17. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Sepuluh kru Skadron 13 AYC saat berpose di depan Heli MI-17. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Berdasarkan informasi dari Penerbad Semarang, kesepuluh kru Heli MI-17 yang dimaksud antara lain 

  • Kapten Cpn Dicky Yudha Satria,
  • Lettu Cpn Dwi Mada Febri,
  • Kapten Cpn Prayuda Timor,
  • Letda Cpn M Ghozy,
  • Lettu Cpn Carloniyo Ghandi,
  • Letda Cpn Rudi Hartono,
  • Serma Yosep Edward,
  • Serma Fernando Budiman,
  • Sertu Odam
  • Sertu Rudianto. 


Pihak Penerbad juga berkata, para kru Heli MI-17 ini secara resmi juga memperoleh penghargaan Bima Sakti Bakti Sosial atas kemampuannya membantu para korban bencana badai kristine. Sebelumnya, pada tanggal 11 November 2024 telah dilaksanakan upacara penyambutan sekaligus pemberian penghargaan kepada Satgas TNI yang diberikan oleh Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto. 

4. Heli MI-17 sanggup lewati kepulauan dan samudera

Tiga kru Heli MI-17 saat mengecek kondisi armadanya di Lanumad Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Tiga kru Heli MI-17 saat mengecek kondisi armadanya di Lanumad Ahmad Yani Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Mereka terlibat dalam berbagai misi kemanusiaan. Mulai evakuasi para korban, penyaluran bantuan logistik, dan pemulihan infrastruktur. 

Pihaknya menyampaikan Heli MI-17 memang andal dalam mendukung misi kemanusiaan ke sejumlah negara lantaran punya daya angkut yang besar. Heli MI-17 bisa terbang puluhan jam menembus pulau-pulau hingga sampai ke wilayah tujuan. 

Untuk operasi kemanusiaan di Filipina, katanya Heli MI-17 melewati perairan samudera dan wilayah kepulauan. Kemudian lima kali berhenti untuk mengisi bahan bakar. 

"MI-17 punya daya angkut yang sangat besar. Yang mampu mengangkut  700 kilogram sampai 1 ton. Kemudian bisa dioperasikan dengan jarak yang jauh. Melintasi Samudera melintasi pulau. Di Indonesia kita berhenti untuk refile lima kali," terangnya. 

Selain itu, kehadiran Satgas Helikopter TNI juga memberikan harapan dan semangat bagi penduduk Filipina yang terdampak badai kristine. Setidaknya bisa memberi harapan penduduk lokal untuk tetap berjuang dan bertahan di tengah musibah. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Fariz Fardianto
Bandot Arywono
Fariz Fardianto
EditorFariz Fardianto
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More

Cara Pantau CCTV Semarang Online, Cek Daerah Rawan Macet dan Banjir!

10 Apr 2026, 09:00 WIBNews