Kisah Sri Ketar-ketir Diteror Pinjol, Kini Lega Dibentengi Pegadaian

- Sri, anggota PKK Boyolali, mengaku terbantu edukasi Pegadaian dan OJK untuk memisahkan uang dapur-tabungan serta menghadapi tawaran pinjol ilegal.
- Literasi keuangan di Boyolali mengajarkan pengaturan anggaran, investasi emas tahan inflasi, dan pemilihan lembaga keuangan aman seperti Pegadaian.
- Pegadaian Kanwil XI Semarang mendukung GENCARKAN bersama OJK dan Pemkab Boyolali agar perempuan serta difabel terhindar dari pinjol ilegal dan investasi bodong.
Semarang, IDN Times - Tawaran pinjaman online (pinjol) sedikit banyak telah membebani masyarakat. Kalangan emak-emak di Kabupaten Boyolali juga dibuat was-was dengan banyaknya tawaran pinjol yang kerap berdatangan.
"Sebagai ibu rumah tangga, kamilah menteri keuangan di rumah. Dulu sering bingung memisahkan uang dapur dan tabungan, bahkan risi karena maraknya tawaran pinjol ilegal di HP," kata Sri, salah satu anggota PKK Kabupaten Boyolali.
Sri bersyukur dibantu OJK dan Pegadaian

Sri merupakan salah satu peserta kegiatan Literasi Keuangan yang diadakan Pegadaian dan OJK di Kabupaten Boyolali, Selasa (28/7/2026).
Ia menyambut positif kegiatan edukasi keuangan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan Pegadaian dan OJK sangat dekat dengan permasalahan sehari-hari para ibu rumah tangga.
"Lewat acara Pegadaian dan OJK ini, kami jadi paham cara mengatur anggaran yang benar, memilih investasi emas yang tahan inflasi dan dapat memilih lembaga keuangan yang aman seperti Pegadaian," tutur Sri.
Pegadaian bantu emak-emak hindari pinjol dan investasi bodong

Adapun PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali. Sehingga masyarakat semakin melek finansial, cerdas berinvestasi, dan berdaya secara finansial.
Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, Andriansyah, menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung inklusi keuangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan difabel.
"Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah hak semua orang. Melalui sinergi dalam program GENCARKAN ini, Pegadaian ingin memastikan para ibu PKK dan kawan-kawan difabel di Boyolali tidak hanya terhindar dari kejahatan finansial seperti pinjol ilegal atau investasi bodong, tetapi juga mampu mengelola keuangan keluarga serta memanfaatkan produk finansial yang aman untuk mandiri secara ekonomi," ujar Andriansyah.
OJK ikut back-up Pegadaian

Kepala OJK Solo Muhammad Mufid mengatakan dengan terselenggaranya acara ini merupakan bagian dari upaya membentuk masyarakat yang semakin cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.
"Kami mengapresiasi pula untuk OJK dan PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan wadah bagi kita untuk dapat menimba pengetahuan perihal pengelolaan keuangan yang sehat dan aman," ujar Setda Boyolali Syawalludin.























