Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kisah Sri Ketar-ketir Diteror Pinjol, Kini Lega Dibentengi Pegadaian
ilustrasi membuka platform pinjaman online (IDN Times/Aditya Pratama)
  • Sri, anggota PKK Boyolali, mengaku terbantu edukasi Pegadaian dan OJK untuk memisahkan uang dapur-tabungan serta menghadapi tawaran pinjol ilegal.
  • Literasi keuangan di Boyolali mengajarkan pengaturan anggaran, investasi emas tahan inflasi, dan pemilihan lembaga keuangan aman seperti Pegadaian.
  • Pegadaian Kanwil XI Semarang mendukung GENCARKAN bersama OJK dan Pemkab Boyolali agar perempuan serta difabel terhindar dari pinjol ilegal dan investasi bodong.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Selasa (28/7/2026)

Pegadaian dan OJK menggelar kegiatan Literasi Keuangan di Kabupaten Boyolali. Sri dan peserta lainnya mendapat edukasi mengatur anggaran, investasi emas, serta memilih lembaga keuangan aman untuk menghindari pinjol ilegal dan investasi bodong.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pegadaian dan OJK menggelar kegiatan Literasi Keuangan untuk memberi edukasi pengelolaan anggaran, investasi emas, serta pemilihan lembaga keuangan aman bagi warga Boyolali.
  • Who?
    Sri anggota PKK Kabupaten Boyolali, OJK, PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang, Pemerintah Kabupaten Boyolali, ibu-ibu PKK, dan kelompok difabel terlibat dalam kegiatan ini.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di Kabupaten Boyolali. PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang mendukung pelaksanaannya bersama OJK dan Pemerintah Kabupaten Boyolali.
  • When?
    Kegiatan Literasi Keuangan dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026.
  • Why?
    Edukasi diberikan agar masyarakat lebih cerdas mengambil keputusan keuangan, mampu mengelola keuangan keluarga, serta terhindar dari pinjaman online ilegal dan investasi bodong.
  • How?
    Program dijalankan melalui sinergi Pegadaian, OJK, dan Pemerintah Kabupaten Boyolali dalam Gerakan Nasional Cerdas Keuangan, dengan penyampaian materi tentang anggaran, investasi, dan produk finansial aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sri di Boyolali dulu takut karena ada banyak tawaran pinjaman online di HP. Ia juga bingung membagi uang dapur dan tabungan. Sekarang Sri ikut belajar dari Pegadaian dan OJK. Ia jadi tahu cara mengatur uang, memilih emas, dan memakai tempat keuangan yang aman. Kegiatan ini juga membantu ibu-ibu dan teman difabel menjauhi pinjaman ilegal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kekhawatiran terhadap tawaran pinjol ilegal, literasi keuangan yang digelar OJK dan Pegadaian memberi ruang bagi ibu-ibu PKK Boyolali untuk merasa lebih tenang dan berdaya. Pemahaman tentang anggaran, investasi emas, serta pilihan lembaga aman dapat memperkuat kemampuan mereka menjaga keuangan keluarga dan menghindari risiko kejahatan finansial.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Semarang, IDN Times - Tawaran pinjaman online (pinjol) sedikit banyak telah membebani masyarakat. Kalangan emak-emak di Kabupaten Boyolali juga dibuat was-was dengan banyaknya tawaran pinjol yang kerap berdatangan.

"Sebagai ibu rumah tangga, kamilah menteri keuangan di rumah. Dulu sering bingung memisahkan uang dapur dan tabungan, bahkan risi karena maraknya tawaran pinjol ilegal di HP," kata Sri, salah satu anggota PKK Kabupaten Boyolali.

Sri bersyukur dibantu OJK dan Pegadaian

PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali. (IDN Times/Dok Humas Kanwil Pegadaian Semarang)

Sri merupakan salah satu peserta kegiatan Literasi Keuangan yang diadakan Pegadaian dan OJK di Kabupaten Boyolali, Selasa (28/7/2026).

Ia menyambut positif kegiatan edukasi keuangan ini. Menurutnya, materi yang disampaikan Pegadaian dan OJK sangat dekat dengan permasalahan sehari-hari para ibu rumah tangga.

​"Lewat acara Pegadaian dan OJK ini, kami jadi paham cara mengatur anggaran yang benar, memilih investasi emas yang tahan inflasi dan dapat memilih lembaga keuangan yang aman seperti Pegadaian," tutur Sri.

Pegadaian bantu emak-emak hindari pinjol dan investasi bodong

Suasana Kantor Cabang Pegadaian Banyumanik Semarang lengang saat siang hari. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Adapun PT Pegadaian Kantor Wilayah XI Semarang mendukung program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) bersama Pemerintah Kabupaten Boyolali. Sehingga masyarakat semakin melek finansial, cerdas berinvestasi, dan berdaya secara finansial.

Deputy Operasional PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, Andriansyah, menegaskan komitmen Pegadaian dalam mendukung inklusi keuangan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok perempuan dan difabel.

​"Kami percaya bahwa literasi keuangan adalah hak semua orang. Melalui sinergi dalam program GENCARKAN ini, Pegadaian ingin memastikan para ibu PKK dan kawan-kawan difabel di Boyolali tidak hanya terhindar dari kejahatan finansial seperti pinjol ilegal atau investasi bodong, tetapi juga mampu mengelola keuangan keluarga serta memanfaatkan produk finansial yang aman untuk mandiri secara ekonomi," ujar Andriansyah.

OJK ikut back-up Pegadaian

Aktivitas para nasabah yang mengantre untuk bertransaksi di Kantor Cabang Pegadaian Banyumanik Semarang. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala OJK Solo Muhammad Mufid mengatakan dengan terselenggaranya acara ini merupakan bagian dari upaya membentuk masyarakat yang semakin cerdas dalam mengambil keputusan keuangan.

"Kami mengapresiasi pula untuk OJK dan PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang atas terselenggaranya kegiatan ini. Kegiatan ini memberikan wadah bagi kita untuk dapat menimba pengetahuan perihal pengelolaan keuangan yang sehat dan aman," ujar Setda Boyolali Syawalludin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article