Banyumas, IDN Times - Perkembangan teknologi informasi membuat dunia terasa semakin dekat—termasuk bagi remaja. Namun di balik kemudahan akses informasi global, muncul konsekuensi yang tidak sederhana: meningkatnya tekanan terhadap kesehatan mental generasi muda.
Mahasiswa Bimbingan Konseling Islam (BKI) UIN Saizu Purwokerto, Yanuar Putra Wibawa, kepada IDN Times, Jumat (24/4/2026) menyoroti bagaimana ketidakpastian geopolitik global kini ikut “masuk” ke ruang personal remaja melalui gawai mereka. Isu seperti konflik internasional, krisis ekonomi, hingga perubahan iklim tak lagi terasa jauh, melainkan hadir setiap hari di linimasa media sosial.
"Remaja menjadi kelompok yang paling rentan terhadap dinamika global karena mereka mengonsumsi informasi secara intens, tetapi belum sepenuhnya memiliki kematangan emosional,"kata Yanuar dalam kajiannya.
