Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Konsumsi Produk Lokal Didorong untuk Pengentasan Stunting

Konsumsi Produk Lokal Didorong untuk Pengentasan Stunting
Pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, 27-29 Juni 2024. (IDN Times/Anggun P)
Intinya Sih
  • BKKBN mendorong konsumsi bahan makanan lokal untuk pengentasan stunting
  • Kepala BKKBN prihatin dengan banyaknya produk lokal yang tidak dimakan
  • Umbi-umbian dan ikan di Indonesia kaya karbohidrat, protein, dan vitamin Omega 3 untuk pertumbuhan dan kesehatan
  • BKKBN menggerakkan perekonomian dalam negeri melalui program UPPKA
  • UPPKA merupakan kegiatan ekonomi produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga secara berkelompok
  • Kelompok UMKM berbasis keluarga perlu didukung dan diperhatikan
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Semarang, IDN Times - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) mendorong konsumsi bahan makanan lokal, terutama untuk pengentasan stunting. Upaya ini agar produk lokal menjadi prioritas pilihan di tengah gempuran produk impor yang semakin mudah diakses masyarakat.

1. Banyak produk lokal tidak dimakan

Pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, 27-29 Juni 2024. (IDN Times/Anggun P)
Pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, 27-29 Juni 2024. (IDN Times/Anggun P)

Kepala BKKBN, dokter Hasto Wardoyo mengatakan, pihaknya prihatin bahwa saat ini banyak bahan makanan yang merupakan produk lokal tetapi tidak dimakan.

‘’Sekarang ini makan cilok dan mie, gandumnya impor. Tempe tahu, kedelainya impor. Bawang putih juga impor. Padahal banyak produk dalam negeri yang kandungan gizinya sangat mencukupi untuk pertumbuhan dan kesehatan,’’ ungkapnya di sela pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM di Lapangan Simpang Lima, Semarang, Kamis (27/6/2024).

2. Ikan bisa gantikan daging impor

ilustrasi ikan gurame (pexels.com/Kampus Production)
ilustrasi ikan gurame (pexels.com/Kampus Production)

Hasto menyebut, umbi-umbian bisa menjadi pilihan makanan bagi masyarakat karena kaya karbohidrat dan mudah diperoleh di Indonesia. Selain itu, negeri ini juga kaya dengan beragam jenis ikan untuk sumber protein.

‘’Ikan ini kan sumber protein yang bisa menggantikan daging impor. Sehingga, apa alasannya kita harus makan daging impor? Kan daging itu tidak mengandung zat yang untuk menurunkan angka stunting,’’ tuturnya.

Maka itu, masyarakat didorong untuk gemar makan ikan karena kaya protein yang bermanfaat dan mengandung banyak vitamin seperti Omega 3.

3. Dukung UMKM berbasis keluarga

Para pelaku UMKM mengikuti pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, 27-29 Juni 2024. (IDN Times/Anggun P)
Para pelaku UMKM mengikuti pameran gelar dagang UPPKA dan UMKM dalam rangka Hari Keluarga Nasional Ke-31 di Lapangan Simpang Lima, Semarang, 27-29 Juni 2024. (IDN Times/Anggun P)

Sementara, BKKBN berupaya menggerakkan perekonomian dalam negeri melalui program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Akseptor (UPPKA). Program merupakan kegiatan ekonomi produktif yang berusaha meningkatkan pendapatan yang dilakukan oleh keluarga secara berkelompok di lingkungan masyarakat yang sederhana.

‘’Maka itu, kelompok UMKM berbasis keluarga ini harus didukung dan diperhatikan,’’ tandasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dhana Kencana
EditorDhana Kencana

Latest News Jawa Tengah

See More