Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kopdes Merah Putih di Jateng Tembus 8.523, Komdigi Genjot Digitalisasi
Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)
  • Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah mencatat 83.762 koperasi di Indonesia, termasuk 8.523 di Jawa Tengah, untuk memperkuat ekonomi lokal berbasis potensi daerah.
  • Pemerintah melalui Komdigi mendorong digitalisasi koperasi dan UMKM lewat strategi go modern, go digital, dan go online guna meningkatkan daya saing serta akses pasar nasional hingga global.
  • Indeks Masyarakat Digital meningkat menunjukkan kesiapan warga mengadopsi teknologi, sementara media lokal berperan penting menyebarkan edukasi positif tentang transformasi digital koperasi desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Pemerintah terus mendorong penguatan koperasi desa sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Tidak sekadar terbentuk, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga mendorong lembaga tersebut bertransformasi ke digital.

1. Dorong ekonomi berbasis potensi lokal

Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

Hingga saat ini, jumlah koperasi yang tergabung dalam program KDMP mencapai 83.762 unit yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sedangkan di Jawa Tengah, terdapat 8.523 KDMP yang telah terdaftar.

Direktur Ekosistem Media Komdigi, Farida Dewi Maharani mengatakan, keberadaan koperasi ini dinilai strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“Koperasi desa ini bergerak di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, penjualan sembako, distribusi gas elpiji, hingga layanan kesehatan seperti apotek dan klinik,” ungkapnya di Semarang, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, pengembangan koperasi desa sejalan dengan visi pemerintah untuk mendorong ekonomi berbasis potensi lokal. Produk-produk daerah dan sumber daya lokal menjadi prioritas utama agar masyarakat tidak hanya bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota besar.

2. Tantangan digitalisasi masih dihadapi

Ilustrasi Koperasi Kelurahan Merah Putih di Gedawang, Kota Semarang. (dok. Pemprov Jateng)

Kemudian, kata Farida, koperasi desa memiliki peran penting dalam menopang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini terbukti tangguh menghadapi krisis ekonomi. “UMKM sudah lebih dari 30 tahun mampu bertahan dari berbagai guncangan ekonomi, sehingga menjadi pilar penting bagi perekonomian nasional,” ujarnya.

Namun demikian, tantangan masih dihadapi dalam aspek digitalisasi. Dari sekitar 60 juta UMKM di Indonesia, baru sekitar 40 persen yang telah masuk ke dalam ekosistem digital. Padahal, transformasi digital dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing usaha di era saat ini.

Untuk itu, pemerintah mendorong koperasi desa dan UMKM agar mengadopsi teknologi digital melalui strategi go modern, go digital, dan go online. Upaya ini didukung dengan pembangunan infrastruktur internet yang kini telah menjangkau hampir 98,94 persen populasi Indonesia.

“Tujuannya agar koperasi dan UMKM memiliki akses yang luas terhadap pasar, tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional hingga global,” terang Farida.

Selain infrastruktur, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi fokus utama. Kementerian Komunikasi dan Digital telah melaksanakan program pelatihan Digital Entrepreneurship Academy yang diikuti sekitar 87.000 peserta, mencakup materi seperti digital marketing, e-commerce, hingga manajemen keuangan berbasis digital.

3. Kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng bersama Staf Khusus Menteri Koperasi Republik Indonesia, Ambar Pertiwiningrum, meninjau Koperasi Kelurahan Merah Putih Gedawang di Kelurahan Gedawang, Banyumanik, Minggu (7/9/2025). (dok. Pemkot Semarang)

Peningkatan literasi digital masyarakat juga tercermin dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia tahun 2025 yang mengalami kenaikan. Di Jawa Tengah, indeks tersebut bahkan berada di atas rata-rata nasional, menunjukkan kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi digital.

Farida menambahkan, peran media lokal menjadi kunci dalam menyukseskan program ini. Media diharapkan mampu menyebarkan narasi positif dan edukatif terkait koperasi desa serta transformasi digital UMKM.

“Media lokal memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi yang berkualitas, objektif, dan edukatif agar masyarakat semakin mendukung program pemerintah,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan media, koperasi desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Editorial Team