Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Korban Tanah Bergerak Brebes Idulfitri di Pengungsian, Minta Huntara

Korban Tanah Bergerak Brebes Idulfitri di Pengungsian, Minta Huntara
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi pada Jumat (27/3/2026). (Humas Pemprov Jateng)
Intinya Sih
  • Warga Dukuh Bojongsari, Brebes, masih mengungsi akibat tanah bergerak dan berharap percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) agar bisa kembali hidup layak.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menegaskan komitmen membangun Huntara di lahan Perhutani dengan memastikan keamanan lingkungan sebelum konstruksi dimulai.
  • Terdapat kebutuhan 143 unit Huntara bagi 176 KK terdampak, sementara warga berharap izin penggunaan lahan segera turun agar mereka dapat menyambut Idulfitri dengan tempat tinggal yang lebih manusiawi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Brebes, IDN Times - Bayang-bayang Idulfitri 2026 terasa menyesakkan bagi warga Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Brebes. Di tengah ancaman tanah bergerak yang menghancurkan hunian mereka, harapan kini tertumpu pada percepatan pembangunan Hunian Sementara (Huntara).

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat meninjau lokasi pada Jumat (27/3/2026), menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan pengadaan Huntara. Namun, status lahan milik Perhutani menuntut proses yang ekstra hati-hati.

“Kami harus memastikan lokasinya aman dan tidak membahayakan lingkungan sebelum mulai membangun,” ujar Taj Yasin.

Bagi warga seperti Masripah, Huntara bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol kembalinya kenyamanan yang hilang. Kesedihannya berlipat lantaran bencana ini memutus tradisi mudik keluarganya.

"Tahun ini anak-anak di perantauan tidak bisa pulang. Mereka mau pulang ke mana? Rumah kami sudah tidak ada," ungkap Masripah dengan nada getir.

Senada dengan Masripah, Asro, warga lainnya, berharap pembangunan fisik segera dimulai. Saat ini, warga masih menumpang di fasilitas sementara milik Ponpes Bahrul Qur’an. "Kami sangat berterima kasih pada pihak ponpes, tapi kami ingin segera memiliki tempat yang lebih layak," tuturnya.

Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, memaparkan skala kebutuhan yang cukup besar. Terdapat 143 unit Huntara yang harus segera dibangun untuk mengakomodasi 176 KK atau sekitar 533 jiwa yang terdampak. Lokasi Rencana: Lahan Perhutani petak 34 G di Dusun Susunda. Keinginan Warga: Memanfaatkan material bekas rumah lama yang masih layak untuk mempercepat proses konstruksi.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kini tengah melakukan sinkronisasi dengan Perhutani agar izin penggunaan lahan segera turun, mengingat urgensi kebutuhan warga yang ingin merayakan sisa bulan suci dengan lebih bermartabat.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More