Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Dua Kubu Keraton Gelar Halal bi Halal di Lokasi Yang Berbeda

Dua Kubu Keraton Gelar Halal bi Halal di Lokasi Yang Berbeda
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara Halal bi Halal di Keraton Kasunanan Surakarta . (IDN Times/Larasati Rey)
Intinya Sih
  • Dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta, yakni PB XIV Purboyo dan PB XIV Hangabehi bersama Panembahan Agung Tedjowulan, menggelar Halal bi Halal di lokasi berbeda namun pada hari yang sama.
  • Acara kubu PB XIV Hangabehi dan Panembahan Agung Tedjowulan dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga meninjau Museum Keraton serta berinteraksi dengan pengunjung saat libur Lebaran 2026.
  • Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah melanjutkan revitalisasi Keraton Kasunanan Surakarta agar menjadi pusat budaya dan wisata sejarah, sekaligus menjaga kelestarian situs bersejarah tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Surakarta, IDN Times - Dua kubu raja Keraton Kasunanan Surakarta mengelar acara Halal Bi Halal di hari yang sama, pada Kamis (26/3/2026). Kendati digelar di hari yang sama, namun lokasi penyelenggaraan berbeda dan masih berada di satu lingkup Keraton Kasunanan Surakarta.

1. PB XIV Purboyo gelar di Sasana Narendra.

IMG_5305.jpeg
PB XIV Purboyo gelar Halal bi Halal di Sasana Narendra. (IDN Times/ Larasati Rey)

Kubu PB XIV Purbowo mengelar acara Halal bi Halal pada pukul 10.00 WIB, lokasi berada di Sasana Narendra. Para tamu undangan yang terdiri dari abdi dalem dan masyarakat memasuki lokasi acara melalui pintu talang paten.

Acara Halal bi Halal ini merupakan pertama kalinya digelar oleh PB XIV Purboyo.

“Acara ini khususnya masyarakat bisa bertatap muka dan bertemu langsung dengan Sinuhun di Sasana Narendra,” jelasnya kepada IDN Times.

Suasana Halal bi Halal dihadiri sekitar seratusan orang, tak tanya itu masyarakat yang hadiri juga harus mematuhi tata cara berbusana, yakni tidak boleh mengenakan batik motif parang, dan memaki rok bagi perempuan.

2. PB XIV dan Penambahan Agung Tedjowulan gelar Halal bi Halal dihadiri oleh Fadli Zon.

IMG_5546.jpeg
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri acara Halal bi Halal di Keraton Kasunanan Surakarta . (IDN Times/Larasati Rey)

Berbeda dengan kubu PB XIV Hangabehi dan Panembahan Agung Tedjowulan yang digelar di Sasana Handrawina. Dalam acara tersebut juga dihadiri oleh Menteri Kebudyaan Fadli Zon dan ratusan keluarga dan trah Pakoe Buwono hingga  Amangkurat.

Fadli Zon datang bersama rombongan staf khusu dari Kementrian Kebudyaan, tak hanya menghadiri acara Halal bi Halal, Fadli Zon juga mengecek kondisi Museum Keraton Kasunanan Surakarta yang saat itu ramai pengunjung yang sedang menikmati masa libur Lebaran 2026.

Fadli Zon juga terlihat berbincang dengan pengujung dan melihat koleksi benda-benda bersejarah keraton.

“Alahamdulillah kita bisa bersama-sam silaturahmi Halal bi Halal di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat ini, tentung saya sebegai Menteri Kebudayaan mengapresiasi terselenggaranya acara inj bersama seluruh Trah dan kerabaat ada yang dari keturunan Amangkurat juga ya,” ucap Fadli Zon.

3. Tekankan tentang kelanjutan revitalisasi keraton.

IMG_5395.jpeg
Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengkunjungk Museu keraton Kasunanan Surakarta. (IDN Times/Larasati Rey)

Dalam kesempatan tersebut Fadli Zon memberikan sinyal keberlanjutan revitalisasi keraton, terutama pada museum dan kompleks Keraton Kilen (tempat tinggal raja). Ia juga optimis revitalisasi akan digelar secepatnya di tahun ini, agar situs bersejarah tidak rusak dan tergerus zaman.

“Ini merupakan amanat dari Undang-Undang Cagar Budaya, kita berharap kerato. Setelah direvitalisasi nantiny bisa menjadi tempat budaya, pusat kegiatan budaya, pusat tradisi akan juga akan menjadi wisata budaya, wisata sejarah dan banyak lagi agar ekspresi budayanya berkembang,” jelasnya.

Sementara itu dikesempatan yang sama, Panembahan Agung Tedjowulnan mengatakan momentum Halal bi Halal bisa menyatukan semua pihak untuk kebaikan bersama dan pemajuan keraton. "Utamakan kepentingan keraton di atas kepentingan pribadi dan/atau kelompok maupun golongan," pungkasnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono
Follow Us

Latest News Jawa Tengah

See More