Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Pasangan yang Selingkuh Seringnya Menuduh Kita Selingkuh Duluan? Ini Rahasianya

Kenapa Pasangan yang Selingkuh Seringnya Menuduh Kita Selingkuh Duluan? Ini Rahasianya
ilustrasi selingkuh (freepik.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Tuduhan selingkuh dari pasangan yang bersalah sebenarnya merupakan bentuk mekanisme pertahanan diri secara psikologis.

  • Melalui taktik proyeksi, defleksi, hingga gaslighting, pelaku berusaha menutupi rasa bersalah dan membalikkan keadaan.

  • Kunci menghadapinya adalah dengan tetap tenang serta tidak terjebak dalam siklus membela diri secara berlebihan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah berada dalam situasi membingungkan di mana kamu yang setia, tetapi justru yang dituduh main belakang? Menghadapi tuduhan tanpa alasan dari pasangan tentu terasa sangat menyebalkan dan menguras emosi. Bukannya fokus menjaga keharmonisan hubungan, kamu malah dipaksa memutar otak untuk membuktikan ketidakbersalahan yang sama sekali tidak kamu lakukan.

Ternyata, fenomena tuduhan palsu ini bukanlah hal yang kebetulan. Dalam kacamata psikologi, perilaku mendadak ini menjadi tanda bahaya (red flag) utama yang membongkar rasa bersalah mereka sendiri. Yuk, pahami alasan psikologis di balik sikap manipulatif tersebut!

1. Proyeksi Psikologis: Cara Otak Memindahkan Rasa Bersalah

8 Ciri pria selingkuh yang paling sering terjadi
Ciri pria selingkuh (freepik/jcomp)

Saat seseorang melakukan kesalahan besar seperti berselingkuh, batin mereka sebenarnya dipenuhi oleh kecemasan, rasa bersalah, dan ketakutan mendalam akan terbongkar. Untuk meredakan ketegangan emosional tersebut, otak mereka secara tidak sadar mengaktifkan mekanisme pertahanan diri yang disebut proyeksi.

Melalui proyeksi, pelaku secara ajaib " memindahkan" kesalahan dan kejahatan yang mereka perbuat kepada kamu. Dengan menuduh kamu melakukan hal buruk tersebut, mereka merasa seolah-olah posisi mereka menjadi "bersih" dan terbebas dari beban dosa untuk sementara waktu.

2. Pengalihan Isu (Defleksi): Taktik Lempar Bom Asap

Ilustrasi pasangan ketahuan selingkuh (pexels.com/Ron Lach)
Ilustrasi pasangan ketahuan selingkuh (pexels.com/Ron Lach)

Tuduhan mendadak dari pasangan sebenarnya berfungsi layaknya bom asap di tengah pertempuran. Ketika kamu mendadak dituduh, fokusmu otomatis akan terdistraksi sepenuhnya untuk membela diri dan membuktikan kesetiaan.

Taktik defleksi ini sangat efektif untuk mengalihkan perhatian kamu. Saat sibuk panik dan merasa tertekan, kamu tidak akan sempat mencurigai perilaku aneh, perubahan sikap, atau jejak kebohongan yang sebenarnya sedang mereka sembunyikan rapat-rapat.

3. Manipulasi Pikiran (Gaslighting) yang Merusak Mental

Ilustrasi pasangan ketahuan selingkuh (freepik.com/jcomp)
Ilustrasi pasangan ketahuan selingkuh (freepik.com/jcomp)

Tujuan jahat lainnya di balik tuduhan balik ini adalah bentuk gaslighting atau manipulasi emosional secara halus. Pelaku ingin membuatmu mulai meragukan ingatan, intuisi, bahkan kewarasan diri sendiri.

Secara perlahan, taktik ini akan mengikis rasa percaya diri kamu. Kamu yang tadinya tidak bersalah justru dibuat merasa sebagai pihak yang bermasalah dan pemicu retaknya keharmonisan dalam hubungan.

4. Asumsi Berdasarkan Cermin Perilaku Sendiri

ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Timur Weber)
ilustrasi ketahuan selingkuh (pexel.com/Timur Weber)

Orang yang terbiasa berbohong akan kehilangan kemampuan untuk memercayai orang lain. Karena pelaku merasa sanggup menyembunyikan kebohongan dengan rapi di belakangmu, mereka berasumsi bahwa kamu juga memiliki pemikiran licik yang sama.

Mereka menilai kesetiaan berdasarkan standar perilaku mereka sendiri. Akibatnya, mereka kehilangan rasa percaya pada konsep kesetiaan secara umum dan selalu curiga bahwa kamu sedang membalas perbuatan mereka.

Jika kamu sedang terjebak menghadapi situasi tidak adil ini, kuncinya adalah tetap tenang dan jangan sampai terpancing emosi. Hindari terjebak dalam siklus membela diri secara berlebihan untuk hal yang sama sekali tidak kamu lakukan, karena hal itu justru memberikan panggung bagi mereka untuk terus memanipulasi keadaan.

Pernahkah kamu atau orang terdekat mengalami situasi manipulatif seperti ini? Tulis pengalaman atau pendapat kamu di kolom komentar!

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More