Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Rizal Tekun Belajar Hadroh Demi Hilangkan Jenuh di Penjara

Kisah Rizal Tekun Belajar Hadroh Demi Hilangkan Jenuh di Penjara
Sejumlah narapidana yang jadi santri Lapas Kedungpane Semarang ikut acara smart pesantren. (IDN Times/Fariz Fardianto)
Intinya Sih
  • Rizal, narapidana Lapas Kedungpane Semarang, mengisi waktu dengan tekun belajar hadroh untuk mengusir kejenuhan dan kini sering tampil dalam acara seremonial di lapas.
  • Selain aktif bermain hadroh, Rizal juga dipercaya menjadi petugas sekretariat masjid berkat ketekunannya mengaji serta berharap bisa bebas bersyarat tahun depan.
  • Lapas Kedungpane meluncurkan program Smart Pesantren guna membina narapidana melalui pembelajaran agama terstruktur dengan dukungan Kemenag dan para kiai sekitar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - Mendekam di penjara kerap membuat setiap narapidana dihinggapi perasaan jenuh. Rasa bosan juga dialami Rizal, seorang narapidana Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang. 

Terpidana berusia 23 tahun tersebut memilih mencari kesibukan dengan telaten belajar kesenian hadroh. Semenjak dua tahun lalu meringkui sel Lapas Kedungpane, Rizal saban hari tekun latihan hadroh. 

Setiap ketukan hadroh ia pelajari seksama. Ia mengaku beruntung ketika masuk ke lapas, kamar selnya kebanyakan dihuni narapidana yang gemar bermain hadroh. 

"Karena setiap hari latihan hadroh, jadinya betah jalani pidana di sini. Karena pas latihan pagi waktunya berlanjut sampai malam," kata Rizal saat ditemui di sela acara peresmian Smart Pesantren di Lapas Kedungpane Semarang, Selasa (21/7/2026). 

Rizal juga jadi sekretariat masjid

IMG_20260721_141927.jpg
Para narapidana menjadi peserta acara launching smart pesantren. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Menurutnya dengan belajar kesenian hadroh bisa meredam stres. Bahkan pikirannya yang suntuk bisa hilang sekejap. 

Rizal kini tercatat sebagai salah satu pemain kesenian hadroh yang kerap tampil dalam acara-acara seremonial di lapas.

Rizal tak canggung saat tampil bermain hadroh di depan banyak orang. Menjalani pidana di jeruji besi tak membuatnya semangatnya luntur. Ini adalah berkah tersendiri bagi Rizal karena tak banyak narapidana yang dapat kesempatan menekuni kesenian hadroh. 

"Senang juga apalagi saya juga bisa menghafal Alquran lagi. Memang dulunya saya dari pesantren," akunya. 

Selain itu, keuletannya belajar mengaji juga membuatnya dipercaya jadi petugas sekretariat masjid Lapas Kedungpane. 

Apabila ditilik ke belakang, Rizal merupakan narapidana kasus penggelapan. Dua tahun lamanya ia menjalani pidana di lapas. Ia berharap dengan perilaku yang baik selama ini bisa menolongnya bebas dari penjara tahun depan. 

"Saya aslinya Jatim, dulunya sempat kerja di Semarang Timur. Pas kerja di barbershop, saya kena kasus penggelapan. Sebetulnya uangnya diambil teman saya yang sudah kabur duluan, cuman saya akhirnya yang dikasuskan. Ini sudah jalan pidana dua tahun, tahun depan semoga bisa bebas bersyarat," kata Rizal. 

Smart pesantren untuk membina narapidana agar mengingat Allah SWT

IMG_20260721_143944.jpg
Kalapas Semarang dan Kakanwil PAS Jateng Mardi Santoso. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala Lapas Kedungpane Semarang, Ahmad Tohari mengatakan dengan adanya layanan smart pesantren, pihaknya bisa membuat program pembinaan berjangka bagi narapidana. 

Di samping itu, dengan melibatkan para kiai dari pondok-pondok sekitar lapas, proses belajar mengaji yang dijalani narapidana bisa dikerjakan terstruktur. "Supaya ketika ikut program smart pesantren ini bisa dilihat, mana yang sedang mengikuti pembelajaran dasar, pembelahan menengah dan pembelajaran lanjutan," ungkapnya. 

Kepala Kanwil Ditjen PAS Jateng, Mardi Santoso senang dengan upaya kalapas menggandeng beberapa pihak untuk pembianan narapidana. "Tentunya saya mengapresiasi semoga pembinaan Lapas Kedungpane jadi terbaik di Jateng dan Indonesia," tambahnya. 

Kemenag menyambut inisiatif Lapas Kedungpane

IMG_20260721_135214.jpg
Penandatanganan kerjasama antara Lapas Kedungpane Semarang dengan Undip, UIN Walisongo dan pondok pesantren. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Kepala Kemenag Kota Semarang, Muhtasit, berterima kasih atas inisiasi Lapas Kedungpane dengan membentuk program smart pesantren. "Nanti mohon doanya atas kelancaran kegiatan. Dengan kegiatan di sini pasti berdampak baik bagi para warga binaan," tuturnya. 

Ia pun menyinggung peran ponpes sangat besar dalam meningkatkan ilmu agama bagi umat Muslim di Indonesia. Oleh karenanya smart pesantren menjadi program untuk mencerahkan bagi narapidana. 

"Karena di Indonesia, lembaga yang punya kekhususan terkait pendidikan islam itu pesantren. Dengan adanya smart pesantren ini bisa menimbulkan pencerahan hati bagi narapidana. Dan menjadi sarana pembinaan bagi warga binaan di sini," tandasnya. 

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Tengah

See More