Gempa M5,4 Guncang Cilacap, Sejumlah Kereta Sempat Berhenti

- Gempa M5,4 terjadi pukul 12.04 WIB di laut, 77 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 kilometer dan dirasakan hingga sejumlah wilayah Jawa Tengah serta Jawa Barat.
- BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban. Guncangan tercatat hingga III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo, dan Purwokerto.
- KAI Daop 5 Purwokerto menghentikan sementara 21 perjalanan kereta selama 12–66 menit untuk inspeksi rel, jembatan, dan terowongan; seluruh lintas dinyatakan aman lalu perjalanan dilanjutkan.
- Gempa M5,4 terjadi pukul 12.04 WIB di laut, 77 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 kilometer; guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
- BMKG menyatakan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban. Guncangan tercatat hingga III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo, dan Purwokerto.
- Sebanyak 21 perjalanan kereta di Daop 5 Purwokerto sempat berhenti 12–66 menit untuk pemeriksaan rel, jembatan, dan terowongan; seluruh prasarana dinyatakan aman lalu perjalanan dilanjutkan.
Cilacap, IDN Times – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah Cilacap dan sejumlah daerah di Jawa Tengah serta Jawa Barat, Jumat (4/9/2026) siang.
Berdasarkan informasi BMKG, gempa terjadi pada pukul 12.04.59 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 77 kilometer tenggara Cilacap, dengan kedalaman 10 kilometer.
Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah. BMKG mencatat intensitas III MMI di Kebumen, Bantul, Cilacap, Kulonprogo, dan Purwokerto. Sementara guncangan dengan intensitas II-III MMI dirasakan di Pangandaran, serta II MMI di Sleman, Pacitan, dan Wonogiri.
Sumber BMKG menyebutkan hingga informasi ini disampaikan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa di wilayah yang terdampak.
1. Gempa turut berdampak pada perjalanan kereta api

Sejumlah perjalanan kereta api di wilayah DAOP 5 Purwokerto ikut terdampak akibat gempa 5,4 magnitudo yang berada di Cilacap, nampak petugas KAI langsung turun periksa jalur rel kereta, Jumat (4/8/2026).(IDN Times/Foto : Asad) Guncangan gempa membuat perjalanan kereta api di wilayah operasional KAI Daop 5 Purwokerto sempat mengalami penyesuaian.
Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, M. As’ad Habibuddin, mengatakan sebanyak 21 perjalanan kereta api sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB) sebagai langkah antisipasi.
"Sebagai langkah antisipasi, sebanyak 21 perjalanan kereta api di wilayah Daop 5 Purwokerto sempat dilakukan Berhenti Luar Biasa (BLB). Tindakan tersebut merupakan prosedur keselamatan untuk memastikan perjalanan KA tetap aman,"ujar As’ad.
Menurut dia, penghentian sementara dilakukan agar petugas dapat memastikan kondisi prasarana perkeretaapian setelah gempa.
2. Rel hingga jembatan diperiksa petugas

Humas KAI DAOP 5 Purwokerto, M As'ad sebut akibat gempa sebanyak 21 perjalanan kereta semoat tertunda selama 40 menit, namun tidak ada kerusakan di jalur KAI, Jumat (4/9/2026).(IDN Times/Cokie Sutrisno) Selama kereta berhenti, petugas KAI melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah prasarana perkeretaapian di lintas terdampak.
Pemeriksaan meliputi kondisi jalur rel, jembatan, terowongan, serta fasilitas pendukung operasional. Hasil pemeriksaan menunjukkan tidak ditemukan kerusakan pada prasarana perkeretaapian akibat gempa.
"Dari hasil pemeriksaan, seluruh prasarana perkeretaapian di wilayah Daop 5 Purwokerto dinyatakan aman dan tidak ditemukan kerusakan akibat gempa. Setelah seluruh lintas dipastikan aman dan laik dilalui, perjalanan kereta api kembali dilanjutkan,"jelas As’ad.
3. Ada kereta yang tertahan hingga 66 menit

Data kereta api yang alami keterlambatan perjalanan akibat gempa Cilacap, Jumat (4/9/2026).(IDN Times/Ilustrasi) Dari 21 perjalanan yang sempat mengalami BLB, waktu pemberhentian bervariasi antara 12 hingga 66 menit. Kereta dengan waktu BLB terlama adalah KA 291 Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo–Kiaracondong, yang tertahan selama 66 menit.
Sementara sejumlah perjalanan lain yang terdampak antara lain KA Fajar Utama Yogya 35 menit, KA Gajahwong 31 menit, KA Argo Dwipangga 13 menit, KA Taksaka 27 menit, KA Joglosemarkerto 36 menit, dan KA Argo Wilis 40 menit. KA Purwojaya relasi Gambir–Cilacap juga sempat mengalami BLB selama 12 menit.
KAI Daop 5 Purwokerto memastikan perjalanan kereta api kemudian kembali berjalan setelah lintasan dinyatakan aman.
"KAI Daop 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat pemberhentian sementara tersebut,"kata As’ad.
KAI juga mengapresiasi kesabaran dan pengertian para penumpang selama proses pemeriksaan berlangsung.
KAI Daop 5 Purwokerto menegaskan aspek keselamatan tetap menjadi prioritas, termasuk dengan melakukan pemeriksaan prasarana sebagai langkah antisipasi setelah terjadi gempa.


















