Pohon Tumbang di Semarang Tewaskan 2 Orang, Pemkot Evaluasi Kerawanan

- Pohon soga tumbang di Jalan Pandanaran, Semarang, menimpa dua sepeda motor pada Jumat (4/9/2026), menewaskan Susiana dan Christiawan Purbowo serta melukai Ary Setiawan.
- Disperkim menyatakan pemangkasan rutin terakhir dilakukan 30 April 2026, tetapi investigasi awal menduga pelemahan struktur tanah bawah pedestrian memengaruhi perakaran dan tak terdeteksi secara visual.
- Pemkot Semarang menginstruksikan evaluasi mitigasi pohon rawan, memperkuat pemeriksaan dengan tree scanning, serta memprioritaskan penanganan korban dan mengajak warga melaporkan pohon berbahaya.
Semarang, IDN Times - Sebuah pohon jenis soga tumbang di Jalan Pandanaran, Kota Semarang, Jumat (4/9/2026). Pohon tersebut menimpa dua sepeda motor yang sedang melintas hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya terluka.
1. Tiga orang tertimpa pohon tumbang

petugas Disperkim Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang di Jalan Pandanaran agar arus lalu lintas kembali lancar. (dok. Pemkot Semarang) Dua korban meninggal yakni Susiana (46) dan Christiawan Purbowo (50). Susiana dibawa ke RSUP Dr Kariadi, sedangkan Christiawan dievakuasi ke RS Hermina.
“Yang meninggal atas nama Susiana (46) dibawa ke RSUP Dr Kariadi dan Christiawan Purbowo (50) dibawa ke RS Hermina,” kata Kapolsek Semarang Tengah, Kompol Sugito.
Sementara satu korban luka, Ary Setiawan, juga dilarikan ke RS Hermina. Ary mengalami luka lecet pada bagian dahi, pipi, telinga, hingga lutut kiri.
Peristiwa ini mendorong Pemerintah Kota Semarang mengevaluasi sistem pemeliharaan dan deteksi pohon rawan di sejumlah ruas jalan kota.
2. Pemeliharaan dan pemangkasan rutin sudah dilakukan

petugas Disperkim Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang di Jalan Pandanaran agar arus lalu lintas kembali lancar. (dok. Pemkot Semarang) Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Semarang, Murni Ediati mengatakan, pemeliharaan dan pemangkasan pohon di Jalan Pandanaran sebenarnya telah dilakukan secara rutin.
Pemangkasan terakhir disebut dilakukan pada 30 April 2026 sebagai bagian dari deteksi dini terhadap pohon yang berisiko tumbang.
Namun, investigasi awal Disperkim menemukan dugaan persoalan justru berada di bawah permukaan. Struktur tanah di bawah pedestrian diduga mengalami pelemahan sehingga memengaruhi kondisi perakaran pohon.
“Kendala di bawah permukaan tanah tersebut tidak dapat terdeteksi melalui pengamatan visual biasa,” kata perempuan yang akrab disapa Pipik itu.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa kondisi pohon yang terlihat sehat dari luar belum tentu menggambarkan kondisi sistem perakarannya.
3. Pemkot siapkan sistem mitigasi pohon rawan

petugas Disperkim Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang di Jalan Pandanaran agar arus lalu lintas kembali lancar. (dok. Pemkot Semarang) Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menginstruksikan evaluasi menyeluruh terhadap sistem mitigasi pohon rawan setelah kejadian tersebut. Selain itu, juga berencana memperkuat pemeriksaan menggunakan teknologi tree scanning. Teknologi tersebut akan digunakan untuk membantu mendeteksi kondisi bagian dalam batang hingga perakaran yang tidak dapat diketahui hanya melalui pemeriksaan visual.
“Saya telah meminta Disperkim memperkuat pemeriksaan pohon rawan menggunakan teknologi tree scanning agar kondisi akar dan bagian dalam batang yang tidak terlihat dari luar dapat terdeteksi lebih awal,” tegas Agustina.
Agustina juga menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga. Ia memastikan penanganan serta pendampingan terhadap korban menjadi prioritas pemerintah.
“Saya menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita yang mendalam atas musibah ini. Penanganan serta pendampingan bagi korban dan keluarga menjadi prioritas utama kami,” ujarnya.
Sementara sesaat setelah kejadian, petugas Disperkim Kota Semarang langsung diterjunkan untuk evakuasi dan pembersihan material pohon agar arus lalu lintas kembali lancar.
Selain itu, Pemkot Semarang mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan kondisi pohon di lingkungan tempat tinggal atau ruas jalan yang dinilai membahayakan agar dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas.
"Penataan ruang hijau kota akan selalu berjalan seiring dengan perlindungan keselamatan warga," pungkas Agustina.




















