Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PLTS Apung dan PLTS Atap Saling Terkoneksi, Ciptakan Energi Hijau

Kota Semarang
PLTS Apung dan PLTS Atap Saling Terkoneksi, Ciptakan Energi Hijau
PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Semarang kembali menorehkan prestasi melalui inovasi di bidang energi baru terbarukan (EBT). (IDN Times/Dok Humas PLN IP Semarang)
  • PLTS Apung berkapasitas 1.146,6 kWp dan PLTS Atap 359,1 kWp di UBP Semarang terintegrasi, memanfaatkan polder serta atap eksisting tanpa membuka lahan baru.
  • Listrik surya dipakai untuk kebutuhan internal pembangkit dan Green Hydrogen Plant, menurunkan biaya Pemakaian Sendiri sekitar Rp1,16 miliar per tahun dari kebutuhan sebelumnya Rp97 miliar.
  • Implementasi PLTS memanfaatkan 6.954,7 meter persegi area, mengurangi emisi 3.584 ton CO₂eq, serta meraih Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 kategori On Grid–Self Consumption.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Semarang, IDN Times - PLTS Apung yang dioperasikan PLN IP UBP Semarang meraih penghargaan sebagais saran energi baru terbarukan (EBT) yang inovatif.

PLTS Apung (Floating Solar PV) yang berlokasi di area polder dengan kapasitas 1.146,6 kWp, serta PLTS Atap (Rooftop Solar PV) yang tersebar di empat lokasi gedung dengan total kapasitas 359,1 kWp.

Dengan demikian, total kapasitas PLTS yang telah diimplementasikan di lingkungan UBP Semarang mencapai 1.505,7 kWp.

PLTS Apung mencuri perhatian PLN pusat karena memakai optimalisasi aset eksisting. Jika umumnya memanfaatkan area polder yang telah tersedia, sementara PLTS Atap memanfaatkan atap bangunan eksisting. Pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan energi surya tanpa membuka atau menggunakan lahan baru sekaligus mengoptimalkan aset perusahaan yang telah dimiliki.

  1. Berhasil maksimalkan aset untuk PLTS Apung dan PLTS Atap

    UBP Semarang meraih Juara 3 AEBT ESDM 2026 kategori On Grid–Self Consumption atas inovasi solar PV dan hidrogen hijau.
    UBP Semarang berhasil meraih Juara 3 Anugerah Energi Baru Terbarukan (AEBT) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun 2026 untuk Kategori On Grid–Self Consumption melalui inovasi berjudul “Integrated Rooftop and Floating Solar PV for Sustainable Self-Consumption and Green Hydrogen Production at PLN Indonesia Power UBP Semarang. (IDN Times/Dok Has PLN IP Semarang)

    Senior Manajer PT PLN Indonesia Power UBP Semarang, Flavianus Erwin Putranto, menyampaikan bahwa pencapaian Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 menjadi bukti atas komitmen dan kolaborasi seluruh insan perusahaan dalam menghadirkan inovasi energi terbarukan yang memberikan manfaat nyata.

    "Penghargaan ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kolaborasi seluruh insan PLN Indonesia Power UBP Semarang dalam menghadirkan inovasi energi terbarukan. Melalui integrasi PLTS Apung dan PLTS Atap, kami berupaya mengoptimalkan aset eksisting tanpa menggunakan lahan baru, sekaligus memenuhi kebutuhan internal pembangkit dan mendukung pengembangan Green Hydrogen Plant,” ujar Erwin dalam rilis yang diterima IDN Times, Jumat (4/9/2016).

  2. Bisa irit Rp1, 1 triliunan

    Jajaran PLN IP Semarang berpose bersama sambil memegang piagam usai meraih penghargaan dalam sesi foto.
    Sesi foto bersama jajaran PLN IP yang meraih penghargaan. (IDN Times/Dok Humas PLN IP Semarang)

    Energi listrik yang dihasilkan dari PLTS juga dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan internal pembangkit atau self consumption.

    Dengan demikian, energi terbarukan yang dihasilkan dapat memberikan manfaat secara langsung terhadap operasional perusahaan. Selain itu, implementasi PLTS turut mendukung kebutuhan energi dalam pengembangan Green Hydrogen Plant di lingkungan UBP Semarang.

    Implementasi PLTS tersebut memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi UBP Semarang. Sebelum implementasi PLTS, kebutuhan listrik untuk Pemakaian Sendiri (PS) rata-rata mencapai 52,59 GWh per tahun, dengan nilai biaya sekitar Rp97 miliar per tahun. Setelah pemanfaatan PLTS, terdapat penurunan biaya Pemakaian Sendiri sekitar Rp1,16 miliar per tahun.

    Dari sisi optimalisasi aset dan lahan, implementasi PLTS memungkinkan pemanfaatan area seluas 6.954,7 meter persegi, atau sekitar 45,20 persen dari lahan yang tersedia. Pemanfaatan area polder sebagai lokasi PLTS Apung dan area atap gedung sebagai lokasi PLTS Atap menjadi bentuk inovasi dalam mengoptimalkan ruang yang telah dimiliki perusahaan untuk mendukung produksi energi bersih.

  3. Kurangi emisi sebesar 3.584 ton

    Sejumlah petugas Indonesia Power terlihat sedang sibuk memasang peralatan instalasi listrik yang terkoneksi dengan lubang-lubang panel surya yang ada di sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung yang dioperasikan oleh PLTGU Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. (IDN Times/Dok Humas Indonesia Power PLTGU Tambaklorok Semarang)
    Sejumlah petugas Indonesia Power terlihat sedang sibuk memasang peralatan instalasi listrik yang terkoneksi dengan lubang-lubang panel surya yang ada di sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Apung yang dioperasikan oleh PLTGU Tambaklorok, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang. (IDN Times/Dok Humas Indonesia Power PLTGU Tambaklorok Semarang)

    Tidak hanya memberikan manfaat ekonomi dan optimalisasi aset, implementasi PLTS juga memberikan kontribusi terhadap aspek lingkungan. Pemanfaatan energi surya tersebut berkontribusi terhadap penurunan emisi sebesar 3.584 ton CO₂eq, yang setara dengan manfaat lingkungan dari penanaman sekitar 161 ribu pohon.

    “Bagi kami, transformasi energi bukan hanya tentang penggunaan teknologi baru, tetapi bagaimana teknologi tersebut dapat memberikan dampak nyata. Penghematan biaya, optimalisasi aset, pengurangan emisi, serta dukungan terhadap pengembangan Green Hydrogen Plant menjadi bukti bahwa energi terbarukan dapat diintegrasikan secara nyata ke dalam operasional pembangkitan,” lanjutnya.

    Perolehan Juara 3 AEBT Kementerian ESDM 2026 Kategori On Grid–Self Consumption semakin memperkuat komitmen PLN Indonesia Power dalam menghadirkan inovasi yang mendukung transformasi sektor energi nasional. Integrasi PLTS Apung dan PLTS Atap di UBP Semarang menjadi salah satu langkah konkret dalam membangun ekosistem pembangkitan yang lebih efisien, rendah emisi, dan berkelanjutan.

    Ke depan, PLN Indonesia Power UBP Semarang akan terus mendorong pengembangan inovasi berbasis energi terbarukan serta optimalisasi aset perusahaan sebagai bagian dari kontribusi dalam mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) dan mewujudkan sistem energi nasional yang semakin hijau dan berkelanjutan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More