Kota Lama Semarang Masih Jadi Primadona Wisatawan di Libur Lebaran

- Kunjungan wisatawan ke Kota Lama Semarang saat libur Lebaran 2026 naik 24,72 persen dibanding tahun sebelumnya, mencapai total 222.856 pengunjung dalam periode 13–25 Maret 2026.
- Wali Kota Agustina Wilujeng menyebut tingkat hunian hotel mencapai 95,53 persen dan menyoroti perlunya evaluasi terkait kepadatan pengunjung serta fasilitas parkir dan mitigasi cuaca.
- Pemkot Semarang berkomitmen menjaga momentum pariwisata lewat revitalisasi kawasan, festival kuliner, dan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, serta masyarakat untuk meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
1. Sebanyak 222.856 wisatawan berkunjung ke Kota Lama

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan, gelombang kedatangan wisatawan domestik ke Ibu Kota Jawa Tengah, khususnya di kawasan Kota Lama, mencapai 222.856 jiwa sejak H-7 hingga H+4 Lebaran atau pada 13-25 Maret 2026.
Capaian ini menempatkan Kota Semarang sebagai salah satu pilar utama penggerak pariwisata di Jawa Tengah. Secara khusus, kawasan Kota Lama menunjukkan daya tarik yang sangat kuat dengan tercatat sebagai destinasi yang memiliki volume kunjungan tertinggi.
"Angka kunjungan ke Kota Lama ini melonjak signifikan sebesar 24,72 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025 lalu yang tercatat sebanyak 178.683 jiwa. Pertumbuhan ini merupakan bukti bahwa Kota Semarang kini telah bertransformasi menjadi kota destinasi pariwisata," ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Validasi keberhasilan ini juga terlihat dari tingkat hunian kamar hotel atau okupansi yang mencapai puncaknya di angka 95,53 persen pada hari kedua Lebaran.
2. Wisatawan memilih menginap di Semarang

Menurutnya, data tersebut menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melintas, tetapi benar-benar memilih untuk menginap dan menikmati suasana ibu kota Jawa Tengah.
Meskipun mencatatkan hasil positif, Agustina mengakui bahwa antusiasme luar biasa ini membawa sejumlah catatan evaluatif bagi Pemerintah Kota Semarang.
"Kami menyadari masih ada kepadatan arus pengunjung dan kendala parkir di titik-titik tertentu, terutama di kawasan Kota Lama. Ini menjadi fokus evaluasi kami agar ke depan distribusi wisata lebih merata,” katanya.
Selain itu, lanjut wali kota, faktor cuaca juga menjadi perhatian serius bagi kami untuk memperketat SOP mitigasi bencana dan penyediaan fasilitas peneduh (shelter) yang lebih memadai di objek wisata outdoor.
3. Peningkatan kualitas pengalaman wisata

Sementara pasca Lebaran, Pemkot Semarang berkomitmen menjaga momentum kunjungan agar tetap stabil melalui penguatan destinasi unggulan dan penyelenggaraan kalender event yang lebih beragam.
Strategi ke depan mencakup revitalisasi kawasan serta peningkatan kualitas pengalaman wisata atau experience-based tourism melalui festival kuliner dan atraksi rutin berbasis komunitas.
Wali Kota juga menekankan bahwa keberlanjutan sektor pariwisata ini menuntut sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat luas.
Menurutnya, penguatan objek wisata serta infrastruktur yang mumpuni tidak akan berarti banyak tanpa keramahan dan kualitas pelayanan yang prima dari seluruh elemen kota.
"Terima kasih kepada seluruh warga kota Semarang yang telah menjadi tuan rumah yang ramah dan suportif selama masa liburan ini. Kepada para pelaku wisata, saya berpesan agar tetap konsisten menerapkan Sapta Pesona dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Kita harus tetap adaptif terhadap tren agar citra positif pariwisata Semarang terus terjaga," pungkasnya.
















