Cilacap, IDN Times - Para penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sejumlah pejabat lingkungan Pemkab Cilacap untuk menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolresta Banyumas. Proses pemeriksaan setelah Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap KPK.
Pemeriksaan yang diadakan di Mapolresta Banyumas dilakukan sejak Jumat (13/3/2026) tadi sore.
"Pemeriksaan tadi sore jam 15.00. Ada yang datang sendiri, ada yang beserta dua orang," kata Kapolresta Banyumas Kombes Pol Petrus Parningotan Silalahi saat dikontak wartawan.
Petrus bilang perwakilan KPK meminjam tempat di lima ruangan Mapolresta Banyumas. Proses pemeriksaan terhadap para pejabat Pemkab Cilacap sampai saat ini masih berlangsung.
"Ini masih berlangsung. Ada lima (ruangan) yang dipakai," tuturnya.
Kendati begitu ia tak tahu persis berapa banyak pejabat Pemkab Cilacap yang turut diperiksa penyidik KPK. Sebab, di sisi lain pihaknya juga sedang sibuk mengawal persiapan arus mudik dengan membuka posko di beberapa titik Kabupaten Banyumas.
"Kami kurang tahu (berapa banyak) pejabat yang diperiksa. Hanya saja, mereka beberapa datang bergiliran. Mungkin dari lima ruangan milik kita, satu ruangan dipakai (pemeriksaan) giliran gitu. Kami sendiri belum memantau lagi," urainya.
Terpisah, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membenarkan jika Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman terkena OTT KPK. Sekda Jateng, Sumarno mengatakan dirinya telah memperoleh informasi ihwal penangkapan Bupati Cilacap tersebut.
Namun secara detail dirinya belum mengetahui pasti apakah Syamsul Auliya Rachman ditangkap di Pendopo Bupati atau di kompleks perkantoran Pemkab Cilacap.
"Saya dapat info kalau terjadi OTT di cilacap. Tapi secara detail kami belum tahu kondisi ini. Yang jelas kami prihatin dengan situasi ini," terangnya saat ditemui di kantor Sekdaprov Jateng lantai dua Gedung B Gubernuran Semarang.
Sumarno terkejut saat mengetahui bahwa dalam OTT KPK hari ini juga menangkap Sekda Cilacap.
Pihaknya sempat mengontak Sekda Cilacap Sadmoko Danardono. Namun tadi siang teleponnya tidak direspon.
"Tadinya gak tahu kalau Pak Sekdanya kena juga. Tadi sempat saya kontak tapi tidak dijawab," ujar Sumarno.
Lebih jauh, setelah adanya penangkapan dari KPK, Bupati Syamsul, Sekda Cilacap juga langsung dibawa ke Jakarta.
"Kita hanya dapat info kalau ada penangkapan dan dibawa ke Jakarta," katanya.
Soal pelayanan birokrasi di Pemkab Cilacap pasca OTT KPK, katanya pihaknya menyarankan para ASN di sana tetap menjalankan seperti biasanya. Sumarno juga berjanji nantinya Pemprov Jateng melakukan asistensi ke Cilacap supaya dapat mengetahui apakah layanan publik tetap dijalankan bagi masyarakat terutama jelang arus mudik dan perayaan Lebaran.
"Kami berharap teman-teman di Cilacap tetap melakukan pelayanan masyarakat agar berjalan dengan baik. Nanti kami asistensi di sana. Pelayanan harus tetap berjalan. Makanya nanti kita pastikan pelayanan dan asistensinya kesana untuk aktivitasnya," kata Sumarno.
