Ilustrasi jemaah haji Indonesia (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)
Berikut adalah naskah utuh sambutan tasyakuran haji yang sudah menggabungkan semua unsur agar mengalir dengan indah:
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Pergi ke pasar membeli mangga, Mangga manis dikupas di dahan. Hati senang bahagia tak terhingga, Melihat Bapak dan Ibu hadir di tasyakuran.
Alhamdulillahirabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang sudah memanggil kami, hamba-Nya yang penuh kekurangan ini, untuk bertamu ke Baitullah. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.
Bapak, Ibu, dan hadirin yang dirahmati Allah, berdiri saya di sini bukan karena saya lebih saleh atau lebih baik dari hadirin sekalian. Keberangkatan ini murni karena kemurahan hati Allah SWT yang memberikan kesempatan bagi saya untuk bersimpuh di tanah suci. Di kesempatan yang penuh barokah ini, dari lubuk hati yang paling dalam, saya ingin menyampaikan beberapa hal.
Pertama, permohonan maaf. Kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari salah. Mungkin ada lisan kami yang melukai, ada sikap yang menyinggung, atau ada hak-hak Bapak/Ibu yang belum kami tunaikan dengan baik. Dengan segala kerendahan hati, kami mohon dimaafkan lahir dan batin agar langkah kami menuju tanah suci menjadi ringan dan bersih.
Kedua, pesan untuk keluarga tercinta. Kepada Ayahanda/Ibunda, terima kasih atas segala doa yang sudah mengetuk pintu langit hingga kami bisa berangkat tahun ini. Kami mohon rida dan doa restunya. Maafkan kami yang harus meninggalkan Ayah/Ibu sementara waktu, semoga Allah senantiasa menjaga kesehatan Ayah/Ibu hingga kita berkumpul kembali. Khusus untuk anak-anakku tersayang, Ayah/Ibu titip rumah dan titip diri baik-baik. Doakan kami kuat di sana, sebagaimana doa kami yang tidak akan putus untuk masa depan kalian di setiap sujud kami nanti di depan Ka'bah.
Ketiga, mohon doa restu. Perjalanan ini merupakan perjalanan fisik sekaligus batin. Doakan kami agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan kesabaran dalam beribadah. Doakan kami agar selamat dari keberangkatan hingga kembali lagi ke tanah air, serta dianugerahi predikat haji yang mabrur.
Sebagai penutup, kami juga berdoa semoga Bapak, Ibu, dan saudara sekalian segera dipanggil oleh Allah untuk menyusul kami menjadi tamu-Nya di Makkah dan Madinah.
Beli kain di pasar lama, Kain putih bersih warnanya. Mohon doa untuk kami semua, Mabrur hajinya, selamat perjalanannya.
Terima kasih atas kehadiran dan doa tulusnya. Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.