Libur Lebaran 2 Minggu, Wisatawan di Jateng Bakal Meroket 13-15 Persen

Semarang, IDN Times - Sedikitnya 4,5 juta hingga 5 juta wisatawan dari berbagai daerah diperkirakan akan mengunjungi Jawa Tengah selama musim libur panjang Lebaran 1446 Hijriyah. Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah menyatakan jumlah wisatawan saat libur panjang Lebaran tahun ini akan meroket hingga 13-15 persen ketimbang kondisi tahun lalu pada momen yang sama hanya 4,1 juta jiwa.
1. Wisatawan akan bertambah 4,5-5 juta jiwa

Kabid Pengembangan Destinasi Pariwisata Disporapar Jawa Tengah, Aria Chandra telah memetakan potensi keramaian yang ada di sejumlah obyek wisata.
Apabila berkaca pengalaman Lebaran tahun kemarin, lonjakan wisatawan akan terjadi di sejumlah wisata andalan kabupaten/kota seperti Waduk Gajahmungkur Wonogiri, kawasan dataran tinggi Dieng Wonosobo, kawasan heritage Kota Lama Semarang, Masjid Zayed Solo.
"Secara proyeksi tahun 2024 kemarin memang ada lonjakan jumlah wisatawan saat liburan Lebaran sebanyak 4,1 juta wisatawan. Dan untuk tahun ini angka peningkatannya jadi 4,5-5 juta atau kurang lebihnya 13-15 persen. Karena jumlah waktu libur yang cukup panjang juga," ujar Aria kepada IDN Times, Selasa (25/3/2025).
2. Memetakan DTW paling ramai

Lebih lanjut lagi, pihaknya telah mengadakan rapat lintas sektoral bersama Polda Jateng dan para pengelola obyek wisata guna meningkatkan kesiapan melayani para pemudik.
Dari sekian banyak obyek wisata, pihaknya memfokuskan pada potensi kunjungan wisatawan yang ada di kawasan Subosukowonosraten dan Kedungsepur.
"Kita juga rapatkan dengan teman-teman pengampu wisata. Kita sudah surat edaran kesiapan Lebaran. Itu harus jadi perhatian teman-teman wilayah. Kami juga memetakan DTW (destinasi wisata) paling ramai," terangnya.
3. Potensi kecelakaan di tempat wisata juga disebabkan malfungsi wahana
Meski begitu, pihaknya mengungkapkan terdapat resiko kecelakaan lalu lintas yang dipengaruhi keberadaan lokasi obyek wisata maupun malfungsi sebuah wahana permainan wisata.
Bahkan pihaknya menyarankan kepada petugas Dishub dan aparat kepolisian untuk memperketat pengawasan terhadap tempat wisata air, jembatan kaca dan tempat-tempat yang berpotensi mengalami kebakaran.
"Untuk potensi kecelakaan lalu lintas selain disebabkan lokasi juga karena disebabkan malfungsi wahana. DTW yang punya wisata air akan diperhatikan serius. Termasuk juga yang ada jembatan kaca, rafting dan lokasi rawan kebakaran," tegasnya.



















