Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ini Itinerary Liburan ke Dieng Cuma Rp300 Ribu, Kamu Yakin Nggak Mau Coba?
Pemandangan gunung yang bisa dilihat saat menuju ke Dieng. (IDN Times/Abraham Herdyanto)
  • Menjelajahi keindahan Dataran Tinggi Dieng selama 2 hari 1 malam dengan modal Rp 300 ribuan sangat realistis jika kamu berangkat berboncengan.

  • Anggaran hemat ini sudah mencakup patungan sewa motor matic, penginapan homestay, tiket wisata ikonik, hingga berburu kuliner khas daerah.

  • Penting untuk menguasai teknik pengereman motor matic di jalur pegunungan agar terhindar dari risiko rem blong saat melewati turunan curam.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah nggak sih merasa sumpek dengan rutinitas harian dan butuh udara segar pegunungan, tapi dompet lagi tipis-tipisnya? Keresahan ini wajar banget dialami, Wargi. Banyak yang mengira liburan ke luar kota apalagi ke kawasan wisata populer pasti bakal menguras tabungan. Padahal, kalau kamu tahu celahnya, healing paripurna bisa didapatkan dengan budget anak kos!

Daripada cuma scroll pemandangan alam di media sosial, mending kamu siapkan ranselmu sekarang. Menjelajahi keindahan Negeri di Atas Awan ternyata bisa dilakukan dengan budget sangat bersahabat. Yuk, contek panduan lengkap dan itinerary taktis keliling Dieng 2 Hari 1 Malam berikut ini!

1. Strategi Anggaran Patungan Super Hemat

pemandangan kehidupan Dieng (IDN TImes/Abraham Herdyanto)

Kunci utama dari liburan hemat ini adalah sistem patungan berdua atau berboncengan. Dengan membagi beban biaya, angka Rp 315.000 hingga Rp 340.000 per orang menjadi sangat masuk akal untuk bertahan hidup selama dua hari.

Rinciannya sangat sederhana: siapkan dana per orang untuk patungan sewa motor matic (Rp 40.000), bensin Pertalite (Rp 25.000), dan homestay ala backpacker (Rp 50.000 - Rp 75.000). Sisanya dialokasikan untuk tiket wisata terusan (Rp 85.000), biaya makan empat kali plus jajan (Rp 100.000), serta uang parkir di berbagai titik (Rp 15.000). Sangat terjangkau, bukan?

2. Hari Pertama: Eksplorasi Candi hingga Kawah

Pemandangan perkebunan kentang di salah satu area Dieng. (IDN Times/Abraham Herdyanto)

Setibanya di Alun-Alun Wonosobo pada pagi hari, segera ambil motor sewaanmu dan berkendaralah naik menuju Dieng. Jangan lupa check-in lebih awal di homestay area Dieng Kulon untuk menurunkan barang bawaan agar motor matic-mu tidak terlalu berat saat menanjak.

Setelah istirahat sejenak, mulai petualanganmu dengan mengunjungi Kompleks Candi Arjuna yang hijau dan bersejarah. Lanjutkan perjalanan menuju Kawah Sikidang untuk melihat lanskap vulkanik estetik, dan tutup sore harimu dengan memandangi indahnya Telaga Warna dari atas Batu Ratapan Angin. Malam harinya, hangatkan perut dengan menyantap seporsi Mie Ongklok khas Wonosobo sebelum tidur cepat.

3. Hari Kedua: Berburu Golden Sunrise Asia Tenggara

Kondisi Dieng saat berkabut di petang hari (IDN Times/Abraham Herdyanto)

Pasang alarm paling lambat pukul 03.30 pagi! Kamu harus segera berkendara menembus dinginnya subuh (suhu bisa di bawah 10°C) menuju area parkir Desa Sembungan. Jangan lupa pakai jaket tebal dan sarung tangan sebelum memulai trekking santai selama 30 menit menuju puncak Bukit Sikunir.

Semua rasa kantuk akan terbayar lunas saat kamu menyaksikan salah satu Golden Sunrise terbaik di Asia Tenggara. Setelah puas berfoto, turunlah untuk sarapan gorengan hangat di tepi Telaga Cebong. Sebelum kembali turun ke Wonosobo pada siang harinya, sempatkan mampir ke Gardu Pandang Tieng atau Pintu Langit Sky View untuk mengabadikan hamparan lautan awan yang menawan.

4. Trik Krusial Bawa Motor Matic di Pegunungan

Beberapa kawasan di Dieng yang dilarang untuk disinggahi. (IDN Times/Abraham Herdyanto)

Jalur pegunungan Dieng terkenal dengan tanjakan ekstrem dan turunan curam yang sangat panjang. Kondisi ini rawan membuat rem motor matic menjadi terlalu panas hingga blong (brake fade).

Untuk mengatasinya, gunakan teknik engine brake. Saat melewati turunan tajam, jangan menutup gas secara total; biarkan sedikit terbuka agar mesin ikut menahan laju motor. Selain itu, ganti-gantian memakai rem depan dan belakang agar piringan cakram punya waktu untuk mendingin. Jika kamu mulai mencium bau gosong seperti karet terbakar, segera menepi di tempat aman dan istirahatkan motor selama 10–15 menit. Dilarang keras menyiram rem yang panas dengan air!

Menciptakan liburan yang berkesan ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan besaran uang yang dikeluarkan. Lewat perencanaan rute yang matang dan kemauan untuk berbagi biaya dengan partner jalan, pengalaman magis di Dieng bisa kamu nikmati tanpa harus membuat dompet menangis.

Segera agendakan cutimu, siapkan motor matic terbaikmu, dan bagikan panduan itinerary hemat ini ke circle tongkronganmu agar rencana liburan kalian segera terealisasi.

Editorial Team

Related Article