Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Luluk Warga Rowosari Berharap Walikota Semarang Terpilih Perbaiki Jalan Rusak
Ilustasi jalan berlubang. Dokumen Istimewa
  • Serah terima jabatan (Sertijab) walikota Semarang dilaksanakan di Balai Kota Semarang pada Kamis malam, 20 Februari 2025.
  • Walikota terpilih Agustina Wilujeng Pramestuti melakukan serah terima jabatan yang terpilih sebagai untuk periode 2025-2030, setelah dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
  • Pergantian kepemimpinan disambut positif oleh warga Kota Semarang dengan harapan membawa kemajuan bagi kota ini dan fokus pada pengembangan infrastruktur serta penanggulangan banjir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - Serah terima jabatan (Sertijab) walikota Semarang dilaksanakan di Balai Kota Semarang pada Kamis malam, 20 Februari 2025.

Dalam acara tersebut, Walikota Semarang terpilih Agustina Wilujeng Pramestuti melakukan serah terima jabatan yang terpilih sebagai untuk periode 2025-2030, setelah dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Negara, Jakarta.

Pergantian kepemimpinan ini disambut positif oleh berbagai kalangan, terutama warga Kota Semarang. Warga berharap kepemimpinan baru dapat membawa kemajuan bagi kota ini.

Seperti halnya Lu'luil Maknun, warga Dusun Rowosari Tengah, Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang berharap pemimpin baru dapat melanjutkan program-program yang sudah berjalan dengan baik. Namun, ia juga menekankan pentingnya pengembangan dan perbaikan bagi program yang masih kurang optimal.

"Jika ada yang sudah berjalan dengan baik, harapannya bisa diteruskan, tetapi yang belum maksimal harus dikembangkan lebih baik lagi," ungkapnya, Rabu (19/2/2025).

1. Luluk ungkap PR baru Mbak Agustin

ilustrasi lubang pada aspal jalan (pexels.com/David Peinado)

Luluk juga berharap agar pemimpin baru lebih terjun langsung ke masyarakat untuk memahami dan menangani permasalahan yang ada, seperti isu banjir dan kerusakan jalan yang masih menjadi masalah besar di berbagai wilayah Semarang.

Ia menambahkan, penting juga untuk merencanakan pembangunan perumahan dengan bijak, terutama dalam hal penampungan air, agar tidak menambah masalah bagi masyarakat.

"Yang jadi PR ya banjir, jalan rusak, dan masalah perumahan baru. Harapannya, perumahan yang dibangun lebih dipetakan dengan baik, dan jangan sampai malah merugikan masyarakat. Kami berharap Ibu Agustina dan Pak Iswar bisa lebih sering turun ke lapangan untuk mengetahui kondisi yang ada," jelas dia.

2. Perlu perbaikan jalan jembatan dan fasum

Banjir (Pixabay.com/Jhenning)

Sementara itu, Rais Nur Halim Kurniawan, warga Pedurungan Kidul, berharap Wali Kota Semarang terpilih dapat fokus pada pengembangan infrastruktur, khususnya dalam meningkatkan sistem drainase untuk mengatasi banjir.

Ia juga menginginkan perbaikan jalan, jembatan, dan fasilitas umum lainnya sebagai langkah untuk mengurangi risiko banjir di kota ini.

3. Warga Pedurungan minta Mbak Agustin atasi banjir

Bendahara PDIP Jateng, Agustina Wilujeng Pramesti. (IDN Times/bt)

Rais menambahkan bahwa pengelolaan lingkungan juga harus menjadi prioritas, dengan fokus pada pengurangan polusi, pengelolaan sampah yang lebih efisien, serta pelestarian sumber daya alam.

Pengembangan ruang terbuka hijau juga diharapkan bisa diperluas untuk mengurangi risiko banjir dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi masyarakat.

"Dalam hal ini, saya selaku warga Kota Semarang mengharapkan agar pencegahan dan penanggulangan banjir dapat dimulai segera setelah Ibu Agustina dilantik. Utamanya, pembangunan sistem peringatan dini untuk memantau kondisi cuaca dan memberikan informasi kepada masyarakat melalui perangkat terstruktur di tingkat kecamatan, kelurahan, dan RT/RW," ujarnya, Rabu malam.

Terakhir, Rais berharap Wali Kota Semarang yang baru dapat memberikan edukasi mendalam mengenai pengembangan tim penanggulangan banjir, guna meningkatkan kemampuan tim dalam menangani banjir secara lebih efektif.

Selain itu, ia menginginkan kerja sama yang lebih erat dengan pemerintah provinsi dan pusat agar mendapatkan dukungan maksimal dalam penanggulangan banjir di Semarang.

"Dan yang terpenting, kerja sama dengan masyarakat harus terus ditingkatkan agar kesadaran dan partisipasi dalam penanggulangan banjir semakin kuat," pungkasnya.

Editorial Team

Related Article