Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

SPMB Kota Semarang 2026, Lulusan SD 21 Ribu, Kuota SMP Negeri Tak Mencukupi

SPMB Kota Semarang 2026, Lulusan SD 21 Ribu, Kuota SMP Negeri Tak Mencukupi
Ilustrasi PPDB (ANTARA FOTO/Basri Marzuki)
Intinya Sih
  • Dinas Pendidikan Semarang mencatat 21.027 lulusan SD tahun 2026, sementara total kuota SMP negeri dan swasta gratis hanya 15.366 kursi, belum termasuk lulusan MI sekitar 4–5 ribu siswa.
  • Kepala Disdik Muhammad Ahsan menegaskan SMP negeri tak bisa menampung semua lulusan SD dan mengimbau orang tua mempertimbangkan sekolah swasta berbayar yang juga menjadi mitra pemerintah.
  • Proses seleksi SMP negeri akan diikuti perpindahan otomatis bagi siswa yang tidak diterima di pilihan pertama atau kedua, mengikuti mekanisme sistem online hingga batas waktu yang ditentukan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Semarang, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang mencatat jumlah lulusan SD di tahun 2026 ini mencapai 21.027 siswa. Kondisi itu tidak memungkinkan jika semua lulusan tertampung di SMP negeri.

1. Kuota SMP negeri dan swasta gratis hanya 15.366 kursi

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Jumlah tersebut belum termasuk lulusan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang diperkirakan mencapai 4.000 hingga 5.000 siswa.

Sementara itu, total kuota SMP negeri dan sekolah swasta gratis hanya tersedia sebanyak 15.366 kursi.

Kepada Disdik Kota Semarang, Muhammad Ahsan menilai kondisi tersebut masih proporsional karena selain sekolah negeri dan sekolah swasta gratis, masih banyak SMP swasta berbayar yang siap menerima peserta didik baru.

2. Sekolah negeri tak bisa menampung seluruh lulusan SD

Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Posko Pengaduan PPDB 2024 untuk jenjang SD dan SMP. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Dinas Pendidikan Kota Semarang membuka Posko Pengaduan PPDB 2024 untuk jenjang SD dan SMP. (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Ia juga mengimbau orang tua agar tidak hanya berfokus pada SMP negeri apabila anak tidak diterima melalui jalur seleksi.

“Kalau sekolah negeri memang tidak bisa menampung seluruh lulusan SD. Masih ada sekolah swasta berbayar yang menjadi mitra pemerintah dan siap menerima calon murid,” katanya, Selasa (23/6/2026).

Disdik Kota Semarang juga memastikan untuk anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh layanan pendidikan tanpa biaya.

Maka itu, Ahsan meminta masyarakat tidak terburu-buru menilai minimnya pendaftar sekolah swasta gratis pada hari pertama.

3. Perpindahan peserta secara otomatis

Orang tua calon siswa mendatangi Posko PPDB SD Negeri Pekunden Semarang karena kesulitan mendaftar secara online, Selasa (18/6/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)
Orang tua calon siswa mendatangi Posko PPDB SD Negeri Pekunden Semarang karena kesulitan mendaftar secara online, Selasa (18/6/2024). (IDN Times/Anggun Puspitoningrum)

Menurutnya, dinamika perpindahan peserta akan terjadi secara otomatis setelah proses seleksi SMP negeri berlangsung.

“Masih ada waktu sampai Jumat. Kita lihat dinamika di sistem online. Anak-anak yang tidak diterima di pilihan pertama dan kedua nantinya otomatis akan berpindah sesuai mekanisme yang berlaku,” katanya.

Skema serupa sebelumnya telah diterapkan pada pelaksanaan SPMB jenjang SD. Saat itu, peserta jalur afirmasi yang tidak diterima di SD negeri otomatis dialihkan ke SD swasta gratis.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Bandot Arywono
EditorBandot Arywono

Latest News Jawa Tengah

See More