Mahasiswa Semarang Aksi Teatrikal Dipukuli Aparat di Mapolda Jateng

- Ratusan mahasiswa dari berbagai BEM Semarang Raya menggelar aksi di Mapolda Jateng untuk mengecam kekerasan aparat kepolisian.
- Aksi berlangsung dari Taman Indonesia Kaya hingga Jalan Pahlawan, disertai salat gaib dan teatrikal menggambarkan pemukulan oleh aparat.
- Mahasiswa menilai polisi bertindak di luar tugasnya, termasuk dalam pengelolaan dapur SPPG dan kasus kematian warga Maluku akibat kekerasan polisi.
Semarang, IDN Times - Sejumlah mahasiswa dari berbagai BEM gabungan Semarang Raya bergerak sporadis ke Mapolda Jateng untuk mengecam tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian.
Ada ratusan bahkan ribuan mahasiswa yang mula-mula bergerak dari Taman Indonesia Kaya Jalan Menteri Supeno menuju Jalan Pahlawan Kamis sore hingga menjelang Maghrib.
Mahasiswa bergerak membawa banyak spanduk. Beberapa juga kompak mengibarkan bendera almamater. Namun yang tampak kasat mata, massa mahasiswa memakai atribut jas almamater. Mulai dari BEM Unnes, BEM Undip, UIN Walisongo, Unika Soegijapranata dan kampus-kampus lain di sekitar Semarang.
Tepat saat jam buka puasa, mereka kompak salat gaib. Sekelebat kemudian mereka menggelar aksi teatrikal.
Seorang mahasiswa beradegan sedang dipukuli aparat di tengah lilin yang dinyalakan teman-temannya.
Agil Pamungkas, seorang mahasiswa semester 4 dari FEB Unnes mengaku tergerak ikut demo BEM Semarang Raya lantaran sikap kepolisian sudah kebablasan.
Utamanya ia melihat banyak polisi ikut mengelola dapur SPPG. "Polisi yang tidak paham gizi lalu mengelola dapur SPPG, itu saja tindakan yang melanggar," katanya.
Posisi kepolisian yang mengelola dapur SPPG jelas-jelas, katanya bukan tugas utama kepolisian. Terlebih lagi menu MBG yang diperkecil menjadi bukti kalau pelaksanaan program MBG salah urus.
Ia juga melihat sikap kepolisian arogan. Sebab muncul kejadian seorang warga Maluku yang meninggal dunia setelah dipukuli polisi.
"Yang jelas kita adakan solidaritas bagi teman kita yang meninggal di Maluku," ungkapnya.
















