Mantan Diajak Jalan, 4 Remaja di Semarang Keroyok Warga Pakai Celurit

Semarang, IDN Times -Â Empat remaja yang tepergok melakukan pengeroyokan di Jalan Candisari Raya, Kelurahan Jomblang, Kecamatan Candisari, Semarang ditangkap polisi. Mereka mengeroyok warga menggunakan dua celurit sembari merusak rumah dan motor matik milik korban pada Minggu (15/1/2023).Â
1. Aksi pengeroyokan terekam CCTV

allcooper.com Menurut Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Dony Lumbantoruan, keempat pelaku ditangkap setelah ulahnya yang menyerang warga terekam CCTV.Â
"Dari sisi umur, pelakunya memang masih remaja. Antara 17 tahun 22 tahun. Persoalannya karena si cewek yang namanya Wulan itu diajak jalan sama mantan pacarnya. Nah, pacarnya yang sekarang gak terima. Kemudian muncul pengeroyokan. Tidak ada korban, hanya timbul kerusakan rumah dan motornya saja," terangnya saat dikontak IDN Times, Senin (16/1/2023).Â
2. Pelaku bukan anak sekolahan

(Ilustrasi pengeroyokan) IDN Times/Sukma Shakti Ia menegaskan, aksi pengeroyokan di Candisari Raya terekam CCTV dan telah beredar luas di instagram. Ketika dimintai keterangan mendalam, keempat pelaku mengaku bukan dari anak sekolahan.
"Kalau pelakunya bukan orang sekolahan," tambahnya.Â
Lebih lanjut, dari kasus pengeroyokan di Candisari, katanya keempat pelaku dijerat pasal 170 mengenai tindakan pengeroyokan dan UU Darurat. Ancaman hukumanya lima tahun penjara.Â
"Mereka ini statusnya ikut ikutan. Mereka belum jadi tersangka masih berstatus saksi karena perannya bukan yang utama. Kita tunggu dulu pelaku utamanya, masih kita cari," kata Dony.Â
3. Empat kecamatan rawan aksi pengeroyokan dengan sajam

Ilustrasi senjata tajam (Dok. Humas Polres Metro Jakarta Barat) Menurutnya, kejadian pengeroyokan kerap terjadi ketika pelakunya dalam kondisi mabuk. Kejadian yang sering muncul saat pelaku yang sedang mabuk bersenggolan di jalan raya dan terpancing emosinya.Â
Di Semarang, pihaknya menyatakan, sejumlah titik memiliki kerawanan terhadap aksi pengeroyokan dengan membawa senjata tajam. Kawasan yang patut diwaspadai adalah Kecamatan Semarang Utara, Kecamatan Semarang Timur, Kecamatan Gayamsari dan Kecamatan Semarang Tengah.Â
"Kegiatan razia sajam sering kita lakukan. Tindakannya kita selalu lakukan preventif. Di Semarang yang termasuk titik rawan pengeroyokan dengan sajam ada di wilayah Utara, Timur, Tengah, Gayamsari. Biasanya karena mabuk lalu senggolan dan terlibat bacok-bacokan," jelasnya.Â
Pihaknya memastikan setiap SMA sudah meneken kesepakatan untuk menekan terjadinya aksi pengeroyokan antar siswa.
4. Aksi pengeroyokan di Candisari karena kesalahpahaman

Ilustrasi pengeroyokan. Shutterstock Terpisah, Kapolsek Candisari, Iptu Handi Kristanto mengungkapkan pengeroyokan di Jalan Candisari Raya, Kecamtan Candisari disebabkan kesalahpahaman.
"Korban masih melapor ke Polsek, nanti ditindaklanjuti lagi karena kan sudah memakai sajam jelas itu ada niat tindak kriminal. Secepatnya akan kami ungkap," ujarnya.





















