Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Masuk Jateng, BYD Incar Celah Pasar dengan Mobil Hybrid M6 DM, Ini Fiturnya
Mobil dual-mode (hybrid) BYD M6 DM di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)
  • PT BYD Motor Indonesia membidik target konsumen yang masih ragu beralih ke Electric Vehicle (EV) penuh dengan meluncurkan lini kendaraan dual-mode (hybrid) BYD M6 DM.

  • Teknologi cerdas pada mobil berkapasitas tujuh penumpang ini mampu membagi mode berkendara secara otomatis (intelligent switching), dengan 80% skenario perjalanan diklaim menggunakan mode listrik murni (EV).

  • BYD resmi membanderol M6 di pasar nasional mulai dari Rp298.000.000 hingga Rp380.000.000 dalam lima varian, dan segera didistribusikan dalam bulan ini.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Semarang, IDN Times - PT BYD Motor Indonesia terus berekspansi memperkuat dominasi pasar kendaraan elektrifikasi di Tanah Air dengan meluncurkan mobil dual-mode (hybrid) BYD M6 DM. Peluncuran di wilayah Jawa Tengah itu menyasar konsumen yang memiliki mobilitas tinggi, menginginkan fitur mobil listrik, namun masih khawatir akan keterbatasan infrastruktur stasiun pengisian daya (SPKLU).

1. Momentum di tengah mahalnya harga BBM

Mobil dual-mode (hybrid) BYD M6 DM di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Head of Public and Government Relations BYD, Luther T. Panjaitan mengatakan, keputusan membawa teknologi dual-mode (DM) yang dikembangkan belasan tahun itu didasarkan pada riset demografi dan kesiapan pasar di luar Jakarta, seperti Surabaya, Medan, dan kota-kota di Jawa Tengah.

"Momen yang paling tepat lagi saat ini memang kita menghadapi situasi harga bahan bakar itu cukup tinggi. Kami juga memilih produk seven seater yang durable, accessible harganya, dan sangat irit untuk segera diadopsi masyarakat Indonesia," jelas Luther, Senin (15/6/2026).

2. Showroom empat kota di Jawa Tengah

Mobil dual-mode (hybrid) BYD M6 DM di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Di kancah global, teknologi DM dari BYD sudah mencatatkan rekor gemilang dengan menyumbang hampir 50 persen dari total penjualan 16,5 juta unit kendaraan ramah lingkungan. Di Jawa Tengah sendiri, imbuhnya, penetrasi merek BYD diklaim masif karena sukses mengakomodasi nyaris 40 persen dari total 1.600 unit mobil listrik yang mengaspal di wilayah tersebut.

"Artinya ini langsung menargetkan kendaraan ICE (mesin bensin konvensional). Ini untuk memberikan solusi kepada customer yang masih ragu untuk langsung pindah ke EV (Full Electric). Secara nasional kita me-launching harganya dimulai dari Rp298.000.000 sampai Rp380.000.000," tambahnya.

Untuk mendukung perluasan ekspansi, BYD akan meresmikan empat ruang pamer (showroom) baru secara serentak beberapa kota di Jawa Tengah pada Rabu (17/6/2026).

Untuk proses distribusi mobil M6 DM ke garasi konsumen ditargetkan dimulai pada bulan Juni 2026, meskipun pihak manajemen BYD masih harus mengkalkulasi matang perbandingan antara jumlah unit pesanan (indent)—yang saat ini tercatat mencapai ribuan peminat—dengan ketersediaan pasokan.

Luther mengaku, konsumen di area Jawa Tengah dipersilakan melakukan uji kemudi (test drive) di jaringan showroom BYD terdekat untuk memastikan perhitungan nilai BBNKB daerah.

3. Skenario berkendara yang tidak perlu repot

Mobil dual-mode (hybrid) BYD M6 DM di Semarang. (IDN Times/Dhana Kencana)

Salah satu daya pikat utama mobil BYD M6 DM terletak pada kecerdasan komputasi hybrid-nya yang menghilangkan kerumitan berkendara. Pengguna tidak perlu repot menekan tombol untuk berpindah dari mode bensin ke mode listrik, karena sistem mobil akan membaca situasi jalanan secara otomatis.

"Tagline kita 'GASS'. Kapan pakai EV, kapan pakai hybrid, teman-teman enggak perlu pusing. Secara intelijen, mobil akan membaca skenario berkendaranya untuk disesuaikan dengan sendirinya," urai Head of Product PT BYD Motor Indonesia, Bobby Bharata.

Secara rincian teknis, ketika mobil melaju pada rentang kecepatan 0 hingga 120 km/jam dengan baterai di atas 25 persen, mode EV akan mengambil alih secara penuh dengan jarak tempuh murni berkisar 110 kilometer.

Bobby menambahkan, saat kapasitas daya mulai menipis atau membutuhkan tenaga besar seperti di jalan menanjak, mesin bensin (engine) akan langsung menyala secara simultan (hybrid series/parallel), di mana fungsinya bukan hanya memutar roda namun juga mengisi kembali daya baterai (direct engine).

"Dari semua skenario berkendara itu, 80 persen itu ngecas baterai dan EV mode yang bekerja. Sehingga ini juga memungkinkan kita untuk enggak perlu sering-sering ngecas karena engine-nya sudah bisa," aku Bobby.

Editorial Team

Related Article