Mengenal Penyakit Preeklampsia, Bisa Jadi Penyebab Kematian Ibu Hamil

- Preeklampsia masih menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia, memengaruhi sekitar 5–10 persen kehamilan dan sering tidak terdeteksi karena kurangnya pemahaman gejala awal.
- Holywings Peduli menggelar seminar kesehatan di Semarang dengan menghadirkan dokter Deviana Ogilvie untuk edukasi tentang deteksi dini, pencegahan, serta pentingnya kontrol kehamilan rutin.
- Kegiatan ini juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis dan bantuan fasilitas medis bagi warga Tanjung Mas sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Semarang, IDN Times - Berdasarkan data di Indonesia, Preeklampsia masih menjadi salah satu penyumbang utama angka kematian ibu (AKI). Diperkirakan sekitar 5–10 persen kehamilan di Indonesia mengalami komplikasi preeklamsia.
1. Gejala awal preeklampsia

Kondisi ini seringkali tidak terdeteksi sejak dini karena kurangnya pemahaman masyarakat terhadap gejala awal, seperti pembengkakan, tekanan darah tinggi, dan gangguan penglihatan.
Dalam rangka memperingati Hari Preeklampsia Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 Mei, Holywings Peduli menggelar program tanggung jawab sosial melalui seminar kesehatan bertema Preeklampsia yang berlangsung di Livehouse Semarang, Minggu (10/5/2026).
Seminar ini menghadirkan dokter Deviana Ogilvie dari Rumah Sakit Siloam Semarang. Dokter umum tersebut memberikan edukasi komprehensif mengenai preeklamsia, mulai dari pengertian, gejala awal, faktor risiko, hingga langkah pencegahan kepada warga Kelurahan Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara.
Menurut Deviana, preeklampsia merupakan kondisi yang ditandai dengan tekanan darah tinggi pada ibu hamil yang dapat berdampak serius bagi ibu dan janin jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Maka itu, pentingnya deteksi dini penyakit preeklampsia pada ibu hamil.
“Preeklampsia seringkali muncul tanpa gejala yang jelas di awal, sehingga pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bagi ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan,” jelasnya.
2. Cegah dengan kontrol kehamilan teratur

Ia juga menambahkan, bahwa pola hidup sehat, kontrol kehamilan teratur, serta pemantauan tekanan darah menjadi kunci utama dalam pencegahan kondisi ini.
Melalui kegiatan tersebut, Holywings Peduli berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kehamilan secara rutin serta deteksi dini preeklampsia. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi ibu dan anak
Acara yang merupakan kerja sama antara Holywings Peduli, Livehouse dan Tiger Semarang ini diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap salah satu komplikasi kehamilan yang masih menjadi penyebab utama kematian ibu di Indonesia.
Preeklampsia adalah penyebab utama kematian ibu di Indonesia dan dunia, menyumbang lebih dari 70.000 kematian ibu serta 500.000 kematian janin setiap tahun.
3. Layanan cek kesehatan gratis

Selain sesi edukasi, Holywings Peduli juga menyediakan layanan cek kesehatan gratis bagi masyarakat yang hadir. Pemeriksaan yang diberikan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan umum. Antusiasme warga Kelurahan Tanjung Mas terlihat tinggi, terutama dari kalangan wanita remaja dan keluarga yang ingin memahami kondisi kesehatan secara lebih mendalam.
Sebagai bentuk kepedulian nyata, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan bantuan untuk mendukung fasilitas kesehatan masyarakat. Bantuan yang diberikan berupa kursi roda, tabung oksigen, serta berbagai peralatan kesehatan untuk operasional posyandu dan posbindu. Tidak hanya itu, dukungan juga diberikan untuk kebutuhan lingkungan berupa kursi, meja, tangga dan speaker portable yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan sosial warga.
Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan perusahaan dalam mendukung kesehatan ibu dan anak.
“Kami melihat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya preeklamsia. Melalui seminar ini, kami ingin mendorong edukasi yang lebih masif sekaligus memberikan akses layanan kesehatan gratis serta bantuan nyata bagi fasilitas kesehatan dan lingkungan sekitar,” ujar Andrew yang juga Ketua Program CSR Holywings Peduli.
4. Tingkatkan kesadaran kesehatan ibu hamil

Sementara itu, Lurah Tanjung Mas, Kecamatan Semarang Utara, Sony Yudha Putra Pradana, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi oleh Holywings Peduli.
“Kami sangat menyambut baik kegiatan ini karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesadaran kesehatan ibu hamil. Bantuan yang diberikan juga sangat membantu operasional posyandu dan kegiatan warga di lingkungan kami,” ungkapnya.
Sementara, salah satu warga Kelurahan Tanjung Mas, Niken mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini.
“Saya jadi lebih paham tentang tanda-tanda Preeklampsia dan pentingnya rutin cek kesehatan selama kehamilan. Apalagi ada pemeriksaan gratis, jadi sangat membantu kami sebagai masyarakat,” tuturnya.

















