Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Mengintip Sepak Terjang Persipa Pati di Liga Nusantara 2025/2026
ilustrasi sepak bola (pixabay.com/Michal Jarmoluk)
  • Persipa Pati gagal lolos dari babak penyisihan Liga Nusantara 2025/2026 setelah hanya meraih dua kemenangan dari dua belas laga dan finis di posisi keempat Grup A.
  • Tim Laskar Saridin tampil kurang solid dengan produktivitas rendah, hanya mencetak tujuh gol serta kebobolan lima belas kali, menunjukkan lemahnya lini depan dan pertahanan.
  • Manajemen Persipa Pati berencana merombak skuad untuk musim depan guna memperbaiki performa, terutama di sektor penyerang dan pertahanan yang belum menemukan komposisi ideal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pati, IDN Times - Persipa Pati mengawali musim perdana Liga Nusantara 2025/2026 dengan meraih rapor tidak memuaskan. Tim dengan sebutan Laskar Saridin gagal lolos dari babak penyisihan. Bahkan, mereka harus berjuang keras untuk menghindari hukuman degradasi.

Pencapaian tersebut terbilang cukup mengherankan. Pasalnya, Persipa Pati mengemban status sebagai eks tim Liga 2 di Liga Nusantara (Liga 3) musim ini. Rapor tersebut mencerminkan pencapaian Laskar Saridin terus merosot dalam 2 musim terakhir. Lantas, seperti apa kiprah Persipa Pati di Liga Nusantara 2025/2026?

1. Persipa Pati kalah bersaing pada babak penyisihan

Persipa Pati tergabung di Grup A babak penyisihan Liga Nusantara 2025/2026. Mereka bersaing dengan Dejan FC, Batavia FC, Nusantara United, dan PSDS Deli Serdang. Sayangnya, Laskar Saridin gagal menunjukkan daya persaingan terbaik mereka.

Persipa kurang bersaing dengan membukukan 2 kemenangan saja dalam 12 pertandingan selama penyisihan. Mereka melewati 10 pertandingan lain dengan mengemas 4 hasil imbang dan 6 hasil kalah. Salah dua kemenangan Laskar Saridin terjadi ketika mengalahkan Batavia FC dengan skor 1-0 pada 11 Januari 2026. Kemudian membantai PSDS Deli Serdang 3-0 pada laga pemungkas, Sabtu (24/1/2026).

Rapor tersebut membuat Persipa Pati menempati peringkat ke-4 di klasemen akhir Grup A Liga Nusantara 2025/2026. Mereka hanya mengumpulkan 10 poin dari 12 pertandingan. Mereka berakhir di posisi kedua dari bawah alias di batas zona aman dari playoff degradasi.

2. Soliditas pemainan Persipa Pati belum terbentuk

Ada banyak faktor yang melatar belakangi rapor tak maksimal Persipa Pati di Liga Nusantara 2025/2026. Satu di antaranya soliditas tim yang belum terbentuk. Ini bisa dibuktikan dengan rapor pemain Laskar Saridin yang tak maksimal di beberapa sektor.

Persipa Pati tidak mempunyai lini penyerangan yang tajam. Mereka hanya mencetak 7 gol dari 12 pertandingan di Liga Nusantara 2025/2026. Laskar Saridin menjadi tim dengan jumlah produktivitas gol terendah kedua di Grup A. Mereka unggul 1 gol saja dari PSDS Deli Serdang yang mencetak 6 gol. Namun, jika dibandingkan dengan Dejan FC, jumlah gol Persipa Pati terpaut jauh karena Dejan menjadi tim tersubur dengan torehan 30 gol.

Persipa Pati juga rapuh di barisan pertahanan. Mereka kebobolan sebanyak 15 gol dari 12 pertandingan. Ini membuat jumlah selisih gol Laskar Saridin berakhir dengan minus delapan gol di Liga Nusantara 2025/2026. Persipa menduduki posisi ketiga sebagai tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di Grup A. Mereka unggul atas Nusantara United yang mencatat 16 kebobolan serta PSDS Deli Serdang dengan 31 kebobolan.

3. Persipa Pati wajib merombak skuad untuk musim depan

Persipa Pati wajib berbenah untuk mengarungi Liga Nusantara musim depan. Itu demi menjaga nama baik klub. Salah satu upaya yang dapat dilakukan Laskar Saridin adalah merombak skuad. Itu penting untuk mengatasi ketimpangan antarpemain yang terjadi pada 2025/2026 ini.

Persipa Pati harus mempertimbangkan untuk merombak pemain di sektor penyerang. Dua striker andalan mereka, Farrel Arya dan Fatkur Wahib, gagal moncer dengan sumbangsih satu gol di Liga Nusantara 2025/2026. Sedangkan, dua penyerang sayap, Munirul Anam dan Huone Figo tak sekali pun mencetak gol. Ini membuat Persipa Pati harus mengandalkan tiga gelandang sebagai opsi mesin gol, antara lain Yuda Risky, Gada Ramadhan, dan Reza Priyatno. Mereka masing-masing mencetak satu gol.

Selain itu, peran pemain bertahan Persipa Pati wajib dievaluasi. Meski memberi kesempatan kepada banyak pemain, tetapi Laskar Saridin belum menemukan formula terbaik. Mereka kesulitan menciptakan fondasi di barisan belakang yang diisi Ikhfanul Alam, Khoirul Hudha, Syarif Rafa, dan Zidan Ramadhan.

Kiprah Persipa Pati berakhir dengan hasil tidak memuaskan di Liga Nusantara 2025/2026. Ini menjadi langkah mereka untuk terus berbenah. Mampukah Laskar Saridin menggapai pencapaian lebih baik pada musim depan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team