Muhammadiyah Pindahkan Dana AUM Rp750 M ke Bank Jateng Syariah

Semarang, IDN Times - Manajemen Bank Jateng bisa dikatakan ketiban pulung dari kemelut masalah yang dialami Bank Syariah Indonesia (BSI). Pasalnya, keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menarik seluruh dananya dari BSI justru menjadi berkah tersendiri bagi Bank Jateng.
Di wilayah Jawa Tengah, pimpinan Muhammadiyah secara resmi memindahkan seluruh dananya dari BSI ke Bank Jateng Syariah.
1. Juga pindahkan dana ke Muamalat, Bukopin

Ketua Perwakilan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jateng, Dr Tafsir mengungkapkan keputusan menarik seluruh dana dari BSI memang sudah jadi kesepakatan antara pimpian Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di tiap kabupaten/kota.
"Akhirnya seperti bagi bagi. Yang besar pemindahannya ya di Bank Jateng Syariah. Yang dana sisanya di Muamalat, Bukopin dan Mega Syariah. Di Bank Jateng Syariah tidak hanya pemindahan tapi juga pembiayaan. Total nilainya mencapai Rp750 miliar. Itu sudah plus untuk proses pengajuan dan pinjaman baru," terangnya kepada IDN Times, Minggu (28/7/2024).
2. Pemindahan dana berupa deposito dan tabungan

Saat ini proses pemindahan dana ke Bank Jateng Syariah hampir tuntas. Masih ada sebagian kecil pengurus AUM yang masih memproses pemindahan dana dari BSI ke Bank Jateng Syariah.
"Yang gampang dipindah seperti tabungan dan deposito. Kalau dana pinjaman gak mudah untuk pemindahan. Sehingga yang terjadi banyak sekali yang mulai dari nol rupiah," tambahnya.
3.Terbanyak dari RS dan kampus

Lebih lanjut, ia menjelaskan AUM yang sedang mengejar target pemindahan dana mayoritas dari pengelola RS PKU Muhammadiyah dan manajemen perguruan tinggi yang bernaung di bawah Muhammadiyah maupun Aisyiyah.
Tafsir menekankan bila walaupun daat ini terjadi proses pemuda dana ke Bank Jateng Syariah, akan tetapi pelayanan di setiap AUM tidak mengalami gangguan.
"Tidak ada ganggu pelayanan AUM. Biasa saja. Targetnya ini hampir selesai. Tinggal beberapa langkah saja. Kebanyakan rumah sakit, perguruan tinggi yang besar kan itu. Kampus-kampus dan rumah sakit yang rutin menyimpan dana besar ke bank. Kalau TK ABA tidak ada. Tapi ada juga dari SMK SMA SMP ada. Kalau level TK jarang berani pembiayaan ke bank," tandasnya.

















