Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ngebut! Ganjar Mau Cawapres yang Satu Visi Misi, Ini Kriterianya
Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 (dok. PDIP)

Surakarta, IDN Times - Calon presiden PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo meminta publik untuk bersabar mengenai kabar siapa yang akan menjadi pendampingnya di posisi calon wakil presiden (cawapres). Ia menginginkan sosok yang satu visi dengan dirinya.

1. Mengaku siap dipasangkan dengan siapa saja

Presiden Joko "Jokowi" Widodo (kanan) usai melaksanakan salat id bersama Capres PDIP, Ganjar Pranowo (kiri) di Solo (Dok. Tim Media Ganjar Pranowo)

Ganjar tidak merinci secara khusus untuk pendampingnya sebagai cawapres. Ia mengaku siap dipasangkan dengan siapa pun. 

Ia berharap, wakilnya adalah orang yang bisa diajak kerja sama dan memiliki visi misi yang sama.

"Kalau nama-nama banyak, pak Presiden Jokowi juga menyebutkan beberapa nama. Kalau saya dipasangkan dengan semua anak bangsa cocok, karena mereka orang Indonesia semua. Yang penting bisa bekerja sama dan satu visi," katanya usai salat Id di Kota Surakarta, Sabtu (22/4/2023).

2. Ganjar: PDIP sudah siapkan nama untuk wakil

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 (dok. PDIP)

Meski mempunyai kriteria khusus, Ganjar mengatakan, jika PDIP sudah menyiapkan sejumlah skenario.

"Kemarin Bu Mega sudah memutuskan. Ini baru tahap awal. Jadi cerita siapa wakilnya sabar dulu. PDIP pasti sudah menyiapkan beberapa nama yang akan ditunjuk sebagai wakilnya. Selain itu, nama wakil juga kemungkinan akan menunggu kerja sama antarpartai," ujarnya dalam keterangan resmi.

3. Akan ada koalisi dari partai lain

Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menunjuk Ganjar Pranowo sebagai capres 2024 (dok. PDIP)

Ganjar enggan berkomentar lebih lanjut ihwal apakah wakilnya tersebut datang dari internal partai atau koalisi.

"Kalau nama saya belum tahu. Tapi kalau soal internal atau bukan, pasti PDIP juga mempertimbangkan, karena negara ini terlalu besar kalau diurus sendiri. Maka kerja sama dibutuhkan dengan elemen masyarakat khususnya partai-partai politik lain. Soal koalisi, tunggu sebentar lagi," jelasnya.

Editorial Team

Related Article