Ilustrasi buka puasa (pexels.com/michael burrows)
Secara umum, rukun dan syarat pelaksanaan puasa sunah ini sama dengan puasa Ramadhan, namun memiliki sedikit kelonggaran dalam hal membaca niat. Berikut tata caranya:
Membaca Niat: Niat paling utama dibaca pada malam hari sebelum fajar terbit. Namun, karena ini puasa sunah, jika kamu lupa, niat boleh diucapkan pada pagi atau siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat kamu belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.
Makan Sahur: Sangat dianjurkan untuk makan sahur menjelang waktu subuh. Selain untuk menjaga stamina tubuh, aktivitas sahur juga mendatangkan keberkahan tersendiri.
Menahan Diri dari yang Membatalkan: Menahan lapar, haus, hubungan suami-istri, dan hal-hal membatalkan lainnya mulai dari terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib).
Menjaga Lisan dan Emosi: Puasa bukan sekadar menahan lapar. Pastikan kamu juga menjaga lisan dari gibah, berbohong, atau berkata kotor agar pahala puasa tidak hangus dan sia-sia.
Menyegerakan Berbuka: Ketika azan magrib berkumandang, disunahkan untuk segera membatalkan puasa, disarankan dengan mengonsumsi kurma atau air putih terlebih dahulu.