Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Niat Puasa Zulhijah Jelang Iduladha 2026 dan Tata Cara Lengkapnya
ilustrasi perempuan berbuka puasa dengan minuman dingin (pexels.com/Salman Al Farizi)
  • Puasa Zulhijah 2026 dilaksanakan dari 1 hingga 9 Zulhijah dengan tiga jenis niat berbeda: puasa Zulhijah, Tarwiyah, dan Arafah sesuai hari pelaksanaannya.
  • Tata cara puasa meliputi membaca niat sebelum fajar atau sebelum zuhur jika belum makan, menjaga diri dari hal yang membatalkan, serta menyegerakan berbuka saat magrib.
  • Puasa Arafah memiliki keutamaan besar berupa pengampunan dosa dua tahun, sementara penetapan tanggal pastinya menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama RI.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki bulan Zulhijah 1447 H / 2026 M, kesempatan untuk mendulang pahala terbuka lebar. Sembilan hari pertama di bulan ini merupakan waktu yang sangat dicintai Allah SWT untuk diisi dengan amal saleh, termasuk berpuasa.

Bagi kamu yang ingin menjalankan ibadah sunah ini, sangat penting untuk memahami bacaan niat dan tata caranya secara tepat agar ibadah berjalan sah dan bernilai pahala.

1. Jadwal dan Bacaan Niat Puasa Zulhijah 2026

ilustrasi puasa (pexels.com/Monstera Production)

Puasa sunah ini dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 9 Zulhijah. Mengingat adanya perbedaan keutamaan di beberapa hari terakhir, bacaan niatnya pun terbagi menjadi tiga jenis:

a. Niat Puasa Zulhijah (Hari ke-1 sampai ke-7)

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa sunah bulan Zulhijah karena Allah Ta'ala."

b. Niat Puasa Tarwiyah (Hari ke-8 Zulhijah)

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa sunah Tarwiyah karena Allah Ta'ala."

c. Niat Puasa Arafah (Hari ke-9 Zulhijah)

Nawaitu shauma 'arafata sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya niat puasa sunah Arafah karena Allah Ta'ala."

2. Tata Cara Pelaksanaan Puasa Zulhijah

Ilustrasi buka puasa (pexels.com/michael burrows)

Secara umum, rukun dan syarat pelaksanaan puasa sunah ini sama dengan puasa Ramadhan, namun memiliki sedikit kelonggaran dalam hal membaca niat. Berikut tata caranya:

Membaca Niat: Niat paling utama dibaca pada malam hari sebelum fajar terbit. Namun, karena ini puasa sunah, jika kamu lupa, niat boleh diucapkan pada pagi atau siang hari sebelum waktu zuhur, dengan syarat kamu belum makan, minum, atau melakukan hal-hal yang membatalkan puasa sejak subuh.

Makan Sahur: Sangat dianjurkan untuk makan sahur menjelang waktu subuh. Selain untuk menjaga stamina tubuh, aktivitas sahur juga mendatangkan keberkahan tersendiri.

Menahan Diri dari yang Membatalkan: Menahan lapar, haus, hubungan suami-istri, dan hal-hal membatalkan lainnya mulai dari terbit fajar (waktu subuh) hingga terbenamnya matahari (waktu magrib).

Menjaga Lisan dan Emosi: Puasa bukan sekadar menahan lapar. Pastikan kamu juga menjaga lisan dari gibah, berbohong, atau berkata kotor agar pahala puasa tidak hangus dan sia-sia.

Menyegerakan Berbuka: Ketika azan magrib berkumandang, disunahkan untuk segera membatalkan puasa, disarankan dengan mengonsumsi kurma atau air putih terlebih dahulu.

3. Keutamaan yang Sayang untuk Dilewatkan

Ilustrasi puasa (pexels.com/cottonbro studio)

Berpuasa di awal bulan Zulhijah memiliki ganjaran yang luar biasa. Khusus untuk Puasa Arafah (9 Zulhijah) yang dilaksanakan saat jemaah haji sedang wukuf, Allah SWT menjanjikan pengampunan dosa untuk dua tahun, yaitu dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun yang akan datang.

Untuk ketetapan tanggal masehi yang pasti, pastikan kamu tetap memantau hasil keputusan sidang isbat yang akan digelar oleh Kementerian Agama RI menjelang akhir Mei atau awal Juni 2026 nanti, ya. Selamat mempersiapkan diri meraih pahala maksimal!

Editorial Team